mencoba melanjutkan cerita perjalanan part 1 yah…
minggu pagi, ketika saya terbangun pukul 03.30an atau lebih tepatnya dibangunkan
ternyata saudara-saudara dari jauh sudah berada di rumah. kapan datangnya yah??? yah itu tidak penting banget sih, yang pentig semuanya hadir untuk memberikan dukungan dan doa kepada bapak ibu dalam perjalanan pergi haji ini.
ketika semua persiapan sudah selesai, pukul 05.15an semuanya keluar ke halaman rumah dan bersama-sama mendengarkan sepatah dua patah kata dari bapak dan ibu. setelah selesai acara sambutan, dilanjutkan dengan prosesi “pamitan”… ini yang membuat sebagian yang hadir meneteskan air mata. entah itu karena sedih atau bahagia… yang jelas, saya sendiri “hampir” meneteskan air mata
benar-benar tidak tahan dengan suasana haru yang muncul saat itu.
setelah semua prosesi acara di rumah selesai, langsung rombongan pengantar dibagi menjadi 5 mobil dengan bapak ibu dipisah dimasing-masing mobil.
perjalanan ke pendopo kabupaten relatif lancar dan aman… mungkin karena hari minggu pagi. tapi begitu masuk ke dalam kota… arus lalu lintas mulai berubah ramai lancar… terlebih mendekati area alun-alun kota… arus kendaraan mulai menumpuk dan padat merayap. nah… ketika sudah berada di dalam kompleks alun-alun, kendaraan pengantar dan kendaraan yang mengangkut calon jamaah haji dipisah!!! nah loh… karuan dari lima mobil yang berangkat dari rumah, hanya 2 mobil yang boleh masuk sampai depan pendopo… yang lain dibuang!!! Baca Lanjutannya…
