Kesan saat berinteraksi dengan warga suku Badui Dalam.

Minggu malam, 8 Juli 2018 pukul 20.15, saat melintasi suatu daerah di bekasi, saya bertemu dengan 3 orang warga suku Badui.

Seketika, saya meminggirkan kendaraan, mencari tempat parkir yang sesuai, turun dan menghampiri 3 orang tersebut, yang saya taksir adalah satu keluarga. Entah ayah dengan dua anaknya, atau kakak beradik semua.

Yang saya salut, ternyata ada satu anggotanya yang masih sepantaran dengan anak saya, sekitar 10 atau 11 tahun.

Terlihat beberapa botol madu yang dipanggul, sekitar 4 – 6 madu per orang.

Dari beberapa testimoni yang saya baca, madu yang dijual oleh suku Badui ini enak dan yang pasti adalah madu asli.

Kebetulan juga stok madu di rumah sudah menipis.

Dan, kok ya pas saya butuh madu untuk di rumah, pas juga bertemu dengan beliau-beliau dari suku Badui.

Setelah bertemu dan melihat dari dekat guratan lelah diwajahnya, saya yang semula ingin mengajak bicara diluar transaksi madu, akhirnya mengurungkan niat dan akhirnya hanya sekedar bertransaksi jual beli madu saja.

Singkat cerita, madu sebotol besar sudah berpindah tangan ditukar dengan lembaran rupiah, yang semoga bisa bermanfaat untuk kelanjutan perjalanan beliau-beliau ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s