Arsip Tag: bogor

Apa penyebab pecah ketuban dini

Kondisi pecah ketuban yang dialami istri di usia kehamilan 35 minggu, membuat kami bertanya-tanya dan menerka-nerka apa yang menjadi penyebabnya.
Dari beberapa kondisi istri, sebelum mengalami pecah ketuban, mungkin bisa diambil dugaan sementara.
Kondisi istri sebelum mengalami pecah ketuban sebagai berikut :
1. Usia kehamilan 31 – 34 minggu, penyakit asma istri sering kambuh. Bahkan direkomendasi untuk dirawat, karena berat badan istri yang berkurang sampai 3 kg.
2. Usia kehamilan 34 – 35 minggu, istri sering merasa terlalu capek kondisi fisiknya, meskipun tidak melakukan aktifitas yang berat.
2 kondisi yang dialami istri diatas, cukup untuk dijadikan dasar oleh dokter dan suster yang memeriksa, saat menyimpulkan penyebab pecah ketuban.
Meski sebenarnya ada satu lagi dugaan dari petugas medis yang memeriksa istri, yaitu apakah istri mengalami keputihan di beberapa hari terakhir?
Berhubung memang istri tidak mengalami, maka hal itu diabaikan oleh petugas medis.
Tetapi, apapun penyebab pastinya pecah ketuban ini, memang ini adalah Qodarullah yang harus kami jalani.
Semoga dengan adanya kejadian ini, kami sekeluarga, semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Azza wa Jala.
Aamiin.

Ganti ban tubeless Vario 125 CBS dengan Corsa Platinum 90/90

Senin, 19 Februari 2018, menjelang jam 1700 WIB, ban tubeless (tapi ndak tubeless, karena sudah saya isi dengan ban dalam) belakang Honda Vario 125 CBS kempes karena terkena sobekan plat.

Pusing juga melihat kondisi ban seperti ini. Sudah coba ditambal, masih saja bocor karena area yang sobek cukup lebar. Terlebih secara permukaan ban juga sudah halus dan licin ketika dipakai dijalan yang tergenang tipis.

Yo wes lah… Akhirnya saya putuskan saja langsung ganti dengan ban tubeless baru.

Baca lebih lanjut

Proses perpanjangan SIM di Polres Kota Bogor Kedung Halang

28 Maret 2015, saya melakukan proses perpanjangan masa berlaku SIM C di wilayah Kota Bogor, tepatnya di Polres Kedung Halang. Selain proses perpanjangan masa berlaku SIM, proses pembuatan SIM baru dan cabut berkas juga dilakukan disini.

Alurnya cukup singkat dan jelas. Monggo dilihat dari image berikut.

image

Meski terlihat sederhana, kalau kondisi aktual yang ada di Polres Kedung Halang, ketika datang untuk perpanjangan atau pembuatan baru, kita harus melakukan tes kesehatan terlebih dulu di klinik kecil di sebelah polres, bukan di dalam area polres. Kita harus melewati gang kecil di samping Polres Kedung Halang dan kios-kios di depan Polres.

Dengan membayar Rp. 20.000, kita sudah dapat surat keterangan sehat. Nah… setelah selesai cek kesehatan, kita diarahkan untuk mendaftar asuransi kecelakaan yang berlaku selama 5 tahun dengan biaya Rp. 30.000. Ini sih optional, tidak ada kewajiban untuk mendaftar asuransi. Saya pun memilih untuk tidak membayar asuransi ini. Baca lebih lanjut

Lenovo S920, tahan seminggu…

Eitsss… Jangan salah mengartikan dulu kawan. Ini kejadian nyata yang menimpa gadget milik istri tercinta.
Ceritanya, tanggal 3 januari 2014, saya membelikan istri sebuah gadget android untuk menggantikan gadget sebelumnya. Saya memutuskan membeli gadget tersebut di konter gadget di seputaran warung jambu bogor.

Dengan spek yang cukup mumpuni plus harga yang cukup menarik, akhirnya sore menjelang maghrib, saya menebus satu gadget lenovo S920.

Sampai rumah, istri yang melihat gadget itupun girang. Dengan layar yang mencapai 5.3″, tentunya gadget ini sangat melegakan mata. Apalagi didukung RAM 1GB dan Quad Core 1.2MHz, yang pastinya sangat mendukung kemampuan gadget ini untuk melahap aplikasi-aplikasi terkini.

Istri pun sangat berhati-hati dalam merawatnya. Baterei tidak pernah dibiarkan sampai habis. Begitu menyentuh 15%, langsung dimatikan dan dicharge. Begitu sampai angka 95%, cabut charge dan dinyalakan kembali.

Nah, kejadian kurang menyenangkan terjadi tadi pagi, 11 januari 2014.
Ketika shubuh istri sedang men-charge gadgetnya, baru sekitar jam 5an, istri melihat ada yang kurang wajar di gadgetnya. “Kok lampu warna merah ndak nyala? Aneh ni yah”, kata istri.

Saya pun hanya bisa bilang untuk dinyalain saja gadgetnya.
Benar saja… Ni gadget ndak mau nyala sama sekali. Berulang kali dicoba… Dan dicoba… Lepas baterai… Lepas lagi… Tetap ndak mau nyala.

Akhirnya, daripada pusing, jam 10 saya bawa balik ke konter nya. Saya hanya minta dicheck dan ingin tahu apa penyebabnya.

Oleh pihak konterpun berulang kali dicheck… Sampai ganti baterai dan ganti charger, hasilnya masih sama.
Tapi herannya, kalau baterai dicabut dan gadget di charge… Lampu merah tanda charge menyala. Tapi begitu baterai dipasang, lampu tanda charge pun mati. Terus, teknisi konter pun bilang, “kliatannya sirkuitnya ni pak yang kena”.

Yo wes… Daripada sama-sama pusing, akhirnya gadget istri direplace dengan unit baru. Mengingat kerusakan memang bukan dari usernya. Alhamdulillah.

Thumbs up buat konter gadget nya… Dan lenovo atas produk dan layanannya (via konter yang mereplace gadget).

Semoga kejadian ini tidak berulang ke gadget baru ini.

Semoga.

APTB itu transportasi umum, bukan pribadi

Sejak launching di bulan maret 2013, memang terasa sekali peningkatan penumpang APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi jalur Bus Transjakarta) jurusan Bogor – Jakarta (Rawamangun).

Awal-awal launching, penumpang hanya berkisar di bawah 10 orang per keberangkatan dari bogor, untuk jadual pertama dan kedua. Tapi itu hanya cerita masa lalu. Sekarang, pihak operator APTB mulai memanen pendapatan yang tidak sedikit. Penumpang pun berkisar di angka minimum 32 orang, sesuai jumlah kursi yang ada. itupun banyak penumpang yang rela berdiri atau lesehan, demi berangkat ke tempat kerja di jakarta.

Jadi, kondisi yang dulu sepi dan terhitung nyaman untuk penumpang, mulai berdesakan dan membuat kondisi menjadi kurang nyaman.

Dan kondisi itu kok ya diperparah dengan segelintir penumpang yang, maaf, terkesan kurang berempati dengan kondisi ini.

Saya melihat dengan mata kepala sendiri, ada penumpang perempuan, sebut saja si A, yang mencarikan tempat duduk untuk rekannya yang masih menunggu di tempat lain. okelah kalau rekannya itu termasuk penumpang prioritas, tapi begitu rekannya naik… Yang ternyata seorang laki-laki yang terhitung muda dan segar bugar. Jadi geleng-geleng sendiri.

Baca lebih lanjut

Perempatan POMAD yang tanpa lampu lalu lintas

Tiap hari lewat perempatan POMAD, nelangsa rasanya. Dengan jalur padat kendaraan, tapi perempatan itu tidak ada lampu lalu lintas.

Yang ada hanya beberapa orang yang sibuk mengatur lalu lintas. Bukan pak polisi yang terhormat ya..? Monggo tebak sendiri siapa 🙂

Sebenarnya pak polisi pun ada disitu, tetapi “lebih mempercayakan” pengaturan lalu lintas ke pihak lain.

Yang saya heran, dengan kondisi macet bahkan sampai motorpun tidak bisa lewat, terkesan tidak ada upaya dari pemkot bogor untuk mengatasi hal tersebut.

Sebenarnya butuh trigger apa lagi sih? Apakah ada “permainan”?

Entahlah. Tapi yang pasti, secara pribadi, saya keberatan dengan kondisi ini. Dan saya yakin banyak pihak lain yang berpendapat sama dengan saya.

Berikut foto-foto yang sempat saya ambil ketika kondisi lancar. Harapannya sih lancar terus 🙂

Pengalaman pribadi perpanjang pajak di Samsat kota Bogor

Pantesan.. Banyak yg senang menawarkan “bantuan” ketika kita melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor.

Maaf, tapi ini murni dari pendapat saya pribadi.

Masuk samsat kota bogor, yang ada malah bingung. Ini alur atau prosedurnya seperti apa?

Tanya ke juru parkir, eh malah ditawarin “bantuan”. Helah dalah!!!

Iki opo to yoh… Sampai orang luar kok ikutan bermain. Apa karena sudah kenal muka dan merasa bisa “membantu” gitu???

Mencoba cuek dan mengambil semacam brosur alur pembuatan stnk baru.. Loh kok? Saya cuma bisa nemu ini.

Ndak tahu dimana brosur yang benar.

Akhirnya saya pun mencoba mengurus sendiri. Sudah cukup banyak saya makan hati perihal hal ini. Sumbang menyumbang… Suap menyuap…

Tapi hasilnya sama saja. Tetap bentuk lembaran pajak atau bpkb atau ktp juga masih sama-sama saja :). Kecuali kalau berkas kita jadi blink-blink gitu ndak papa deh 😀

Akhirnya ke loket dengan tulisan besar, loket pendaftaran dengan polwan cantik sebagai “penghuninya”. Eh… Malah ditolak mentah-mentah.

Katanya harus check progresif dulu. Lah dimana juga loket progresif???
Begitu ketemu… MasyaAllah kacaunya.

Blas ndak ada antriannya. Saling berdesakan di depan loketnya. Iki piye to??? Mbok yao diatur antriannya.

Pakai no antrian dari awal kita masuk ke masing-masing loket. Kan enak tuh… Ah cuma berapa duit sih kalau untuk pengadaan. Saya yakin tidak terlalu besar biayanya.

Yang penting kan institusi ini tidak akan mendzolimi sebagian orang. Malah akan menimbulkan transparansi untuk pelayanannya.

Lanjut ke proses perpanjangan pajak.

Setelah berdesakan, untung badan saya rada lebar… Saya pun sukses menyerahkan stnk pajak dan ktp ke loket… Tapi ternyata kerumunan orang itu hanya kerumunan untuk mendengarkan namanya dipanggil dan diberi penjelasan tentang kondisi pajak progresifnya.

Lah tanpa mic dan speaker kecil gitu… Benar-benar tidak kedengar deh.

Selesai dari loket progresif, langsung ke loket pendaftaran dengan polwan cantik setia menunggu 🙂

Tapi eh… Lagi-lagi ditolak. Ternyata bukan disitu pendaftarannya. Itu loket pendaftaran khusus perpanjangan 5tahun atau kendaraan masuk.

Lah terus dimana lagi? Di loket no 3 pak. Loh itu kan loket penyerahan?
Wes, daripada bingung mending turutin sajalah.

Dan ternyata… Memang disitulah pendaftaran untuk perpanjang pajak tahunan dan juga loket penyerahan stnk, pajak dan ktp setelah kita melakukan pembayaran.

Jadi, setelah check progresif, kita melakukan pendaftaran di loket 3 yang nantinya diberi no urut untuk melakukan pembayaran nominal pajak di loket 2.

Eits.. Meski ada no urut antrian, tetap saja membuat bingung. Karena, di lembar no urut itu, terdapat angka 1, yang oleh saya dan sebagian warga dianggap merepresentasikan loket 1.

Mbuh wes… Pokoke dengar no urut dipanggil, ya ke situ saya bayar. Dan lumayan lama jg antrian bayarnya, terlebih banyak warga yang berdiri di depan loket 2, yang membuat proses bayar pajak jadi rada ribet.

Nah, setelah selesai bayar, kita harus menunggu lagi untuk proses penyerahan lembar stnk, pajak dan ktp di loket 3.

Kalau yang ini sesuai dengan tulisan besar yang ada di dinding.

Memang sih cukup ribet.. Tapi lumayan jelas setelah proses di loket 2. Dan sebenarnya akan lebih baik lagi kalau prosedurnya juga ditempel atau disosialisasikan. Entah lewat brosur atau tulisan urutan loket yang benar di dinding.

Lah mosok, kita habis dari loket antah berantah (check progresif) – ke loket 3 (pendaftaran) – loket 2 (pembayaran) – loket 3 (penyerahan).

Terus, antrian yang ndak jelas bisa disiasati dengan pemberian no antrian di masing-masing loket.

Demikian juga, untuk bottleneck di loket progresif dan pembayaran. Lah petugas cuma satu, bigimana mau cepat?

Dan ini yang penting, pemakaian sound system yang terpadu untuk memudahkan warga untuk menjalani proses di samsat dengan nyaman.

Sehingga kursi segitu banyak akan terpakai, karena warga lebih memilih duduk daripada berdiri bergerombol di depan loket.

Sekian laporan langsung saya dari samsat kota Bogor. Semoga dapat dijadikan pencerahan bagi yang akan mencoba mengurus sendiri di samsat 🙂

Ayo biasakan hidup bersih, taat aturan dan transparan!

Sent from Nokia Belle Refresh