Arsip Tag: opname

Pemberian susu formula untuk menambah berat badan bayi yang memiliki berat bayi lahir rendah

31 Maret 2018, saat dirawat di ruang Perina (ruang khusus perawatan bayi baru lahir dengan kondisi yang khusus), adik Fiqa mengalami penurunan berat badan yang cukup banyak bila dibandingkan berat saat lahirnya, dari 2244 gram ke 2015 gram.

Informasi dari suster jaga ruang Perina, adik Fiqa mengalami kondisi yang sebenarnya normal untuk bayi yang lahir prematur, yaitu kondisi dimana kemampuan bayi untuk menyedot ASI dari bunda nya langsung ataupun dari botol, masih belum berkembang dengan baik.

Efeknya adalah, adik Fiqa kekurangan asupan cairan yang berimbas ke penurunan berat badan dan tingkat bilirubin yang cenderung naik.

Berhubung penurunan berat yang mencapai 10% dari berat lahir, DSpA pun meminta ijin kepada kami untuk menambah asupan susu formula, dengan tujuan menambah berat badan adik Fiqa.

Sebenarnya hal ini ingin kami hindari, karena memang keinginan kuat untuk memberikan ASI Eksklusif sampai 2 tahun usianya, seperti yang dulu diberikan ke mas Barra.

Tetapi karena ASI bunda nya juga belum terlalu banyak, sedangkan kebutuhan adik Fiqa juga mendesak, maka dengan berat hati kami memberikan ijin untuk penambahan susu formula.

Dan ternyata, memang susu formula ini sudah dalam bentuk cair, dengan volume 100 ml, dan dibuat khusus untuk meambah berat badan bayi yang memiliki berat bayi lahir rendah, kurang dari 2500 gram.

Sebotol susu formula ini harus diberikan ke adik Fiqa tiap 6 jam berseling dengan ASI di jeda waktu itu. 

Nah, dengan kemampuan minum adik Fiqa max 50 ml, jadi kebutuhan total per hari mencapai 2 botol.

Alhamdulillah kondisi adik Fiqa ini bisa diketahui dan tertangani dengan cepat serta cekatan oleh pihak RS Hermina Grand Wisata.

Semoga ke depannya, adik Fiqa semakin bertumbuh kembang dengan baik dan sehat. Aamiin.

Iklan

Apa penyebab pecah ketuban dini

Kondisi pecah ketuban yang dialami istri di usia kehamilan 35 minggu, membuat kami bertanya-tanya dan menerka-nerka apa yang menjadi penyebabnya.
Dari beberapa kondisi istri, sebelum mengalami pecah ketuban, mungkin bisa diambil dugaan sementara.
Kondisi istri sebelum mengalami pecah ketuban sebagai berikut :
1. Usia kehamilan 31 – 34 minggu, penyakit asma istri sering kambuh. Bahkan direkomendasi untuk dirawat, karena berat badan istri yang berkurang sampai 3 kg.
2. Usia kehamilan 34 – 35 minggu, istri sering merasa terlalu capek kondisi fisiknya, meskipun tidak melakukan aktifitas yang berat.
2 kondisi yang dialami istri diatas, cukup untuk dijadikan dasar oleh dokter dan suster yang memeriksa, saat menyimpulkan penyebab pecah ketuban.
Meski sebenarnya ada satu lagi dugaan dari petugas medis yang memeriksa istri, yaitu apakah istri mengalami keputihan di beberapa hari terakhir?
Berhubung memang istri tidak mengalami, maka hal itu diabaikan oleh petugas medis.
Tetapi, apapun penyebab pastinya pecah ketuban ini, memang ini adalah Qodarullah yang harus kami jalani.
Semoga dengan adanya kejadian ini, kami sekeluarga, semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Azza wa Jala.
Aamiin.

Alhamdulillah…

Per hari rabu siang, 22 Maret 2017, bunda sudah diperbolehkan untuk pulang.

Meskipun sebenarnya kalau dibilang sembuh, ya belum sembuh betul. Karena bunda masih merasa lemas. Tetapi intinya, progress pemulihan kondisi bunda sudah berjalan sangat positif.

Hanya harus tetap dikontrol suplai asupan makanan dan waktu istirahat yang lebih dari cukup untuk membantu pemulihan kondisi bunda agar tuntas

Terimakasih atas support keluarga dan teman yang sudah mendoakan dan menyemangati keluarga kecil kami ini.

Hanya Alloh Ar Rahman Ar Rahim yang bisa membalas satu demi satu kebaikan yang kami terima.

Aamiin.

Kala bunda terkena typhoid

Senin, 20 Maret 2017, dengan terpaksa bunda menganggukkan kepala saat diminta rawat inap oleh dokter IGD. Dan itupun diperkuat oleh tekanan darah bunda saat diperiksa mencapai 90/60, dan kondisi muka yang pucat dan telapak tangan yang dingin.

Terlebih sebelumnya, saat menunggu antrian dokter Poli Umum, bunda sempat hampir pingsan. Sehingga terpaksa dilarikan ke IGD untuk penanganan yang lebih cepat.

Awalnya… Diagnosa dokter jaga di IGD, adalah FATIQUE EE atau capek yang sangat.

Baca lebih lanjut

Serba serbi saat rawat inap

Selama 3 hari rawat inap di RS, seringkali perkataan entah itu dari suster atau dokter atau keluarga sendiri, melintas di kepala.

 Lebih enak rawat inap di RS daripada rawat jalan di rumah, karena :

  1. Bisa lebih fokus pengobatannya
  2. Bisa lebih banyak istirahatnya daripada di rumah.

Pernah mendengar kata-kata itu kah? Kalau pernah… Alhamdulillah, jadi saya tidak sendirian 🙂

Alasan pertama, saya sepakat. Lebih baik dan harus kita serahkan segala sesuatu ke ahli nya, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Alasan kedua ini yang menurut saya kurang tepat. Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-5 kali di tahun 2017

Setelah seminggu ini berhati-hati dalam pilah pilih asupan makanan dan lainnya, akhirnya badan ini harus menikmati lagi Dyspepsia.

27 Feb 2017, senin malam ba’da Isya’, saya mulai merasakan sakit di ulu hati. Tindakan awal yang saya lakukan adalah minum obat untuk lambung yang ada di rumah, yaitu Mylanta. Kemudian, istri memberi minuman air hangat untuk membantu mengeluarkan asam yang berlebih di lambung.

2 hari sebelumnya, 25 Feb 2017, sabtu malam, saya juga merasakan hal yang sama. Dan tindakan awal yang saya lakukan adalah sama persis seperti itu. Alhamdulillah, tidak sampai 2 jam, saya bisa tidur dan bangun di keesokan harinya dengan rasa nyaman di perut atas.

Ternyata tindakan yang saya lakukan sekarang, tidak memberikan efek yang sama.

Rasa sakit di perut atas terus menerus saya rasakan. Dan puncaknya, istri membawa saya ke IGD untuk dilakukan tindakan medis.

Sesampainya di IGD, langsung tindakan medis dilakukan. Pengukuran tensi dan suhu tubuh dilakukan, sembari kondisi saya diobservasi. Berhubung IGD saat itu penuh, otomatis pemberian tindakan utama diprioritaskan untuk pasien yang memang kondisinya lebih urgent.
Alhamdulillah, tidak sampai 10 menit, saya sudah diberi tindakan penyuntikan obat Omeprazole ke pembuluh darah.

Baca lebih lanjut