Alhamdulillah…

Per hari kamis ini, 2 Maret 2017, saya diperbolehkan pulang oleh dokter dan pihak RS.

Meskipun masih ada PR tentang batu empedu yang ada, namun kondisi lambung saya dinyatakan sudah membaik.

Alhamdulillah… Akhirnya bisa pulang.

Terimakasih atas doa dan support yang dari keluarga dan teman. Hanya Alloh Ar-Rahman yang pasti membalas kebaikan semuanya.

USG (UltraSonoGraphy) saat Pemeriksaan Organ Dalam untuk Diagnosa Dyspepsia

Di hari kedua dirawat, dokter meminta untuk dilakukan pemeriksaan organ dalam saya.Area-area yang dicurigai bermasalah adalah lambung, hati dan empedu.

Jadi, dari analisa dokter IGD (umum) dan dokter spesialis (Internist) ada sedikit perbedaan.

Mungkin bukan perbedaan untuk lebih tepatnya, tetapi sudut pandang analisa nya agak diperluas.

Dimana pemeriksaan organ dalam ini ada 2 metode secara umum.

  1. USG (UltraSonoGraphy), merupakan salah satu prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga kita, untuk pemeriksaan organ-organ tubuh secara aman (tanpa efek radiasi).
  2. Endoskopi, merupakan salah satu prosedur pemeriksaan medis untuk melihat kondisi saluran pencernaan dengan menggunakan alat endoskop yang merupakan suatu alat berbentuk seperti selang elastis dengan lampu dan kamera optik di ujungnya

Nah… Pemeriksaan awal yang akan dilakukan ini menggunakan metode USG. Yupp… USG seperti pengecheckan ibu hamil. Kalau dari pemeriksaan USG ini tidak bisa diperoleh visual yang bagus, terpaksa dilanjutkan ke metode yang kedua.

Baca lebih lanjut

Tentang Dyspepsia

Pertanyaan – pertanyaan ini pun memenuhi rongga kepala saya.

  • Apa sih Dyspepsia itu?
  • Apa penyebabnya?
  • Apa saja gejala-nya?
  • Siapa saja yang memungkinkan untuk mengalaminya?

Nah, kalau ada yang memiliki pertanyaan yang sama, berikut ini adalah beberapa informasi berupa gambar, yang saya kumpulkan dari sebuah komunitas di Facebook – Dyspepsia Support.

Monggo di baca dan dipahami. Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-5 kali di tahun 2017

Setelah seminggu ini berhati-hati dalam pilah pilih asupan makanan dan lainnya, akhirnya badan ini harus menikmati lagi Dyspepsia.

27 Feb 2017, senin malam ba’da Isya’, saya mulai merasakan sakit di ulu hati. Tindakan awal yang saya lakukan adalah minum obat untuk lambung yang ada di rumah, yaitu Mylanta. Kemudian, istri memberi minuman air hangat untuk membantu mengeluarkan asam yang berlebih di lambung.

2 hari sebelumnya, 25 Feb 2017, sabtu malam, saya juga merasakan hal yang sama. Dan tindakan awal yang saya lakukan adalah sama persis seperti itu. Alhamdulillah, tidak sampai 2 jam, saya bisa tidur dan bangun di keesokan harinya dengan rasa nyaman di perut atas.

Ternyata tindakan yang saya lakukan sekarang, tidak memberikan efek yang sama.

Rasa sakit di perut atas terus menerus saya rasakan. Dan puncaknya, istri membawa saya ke IGD untuk dilakukan tindakan medis.

Sesampainya di IGD, langsung tindakan medis dilakukan. Pengukuran tensi dan suhu tubuh dilakukan, sembari kondisi saya diobservasi. Berhubung IGD saat itu penuh, otomatis pemberian tindakan utama diprioritaskan untuk pasien yang memang kondisinya lebih urgent.
Alhamdulillah, tidak sampai 10 menit, saya sudah diberi tindakan penyuntikan obat Omeprazole ke pembuluh darah.

Baca lebih lanjut

Motor pun Perlu (Wajib) Dipasang Kunci Ganda

Tanggal 3 Februari 2017 kemarin, memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada saya.

Alhamdulillah, pagi itu, saya bisa berangkat menunaikan sholat Shubuh berjamaah di masjid terdekat.

Sesampainya di halaman masjid, motor diparkir, berjejeran dengan motor lainnya dan segera masuk ke masjid untuk, sebisa mungkin, melakukan sholat fajar terlebih dahulu.

Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-4 kali di tahun 2017

Untuk yang keempat kali nya di tahun 2017 ini, saya harus tergeletak dan merintih karena sakit di lambung, atau istilah bu dokter di IGD tadi adalah Dyspepsia. Dan ini adalah yang kedua kalinya dibawa ke IGD, karena tidak punya stok obat.

Jadi… Kemarin siang, bisa dibilang makan terlambat dan sekalinya makan, cenderung memilih makanan yang agak pedas.

Menu yang saya pilih kering tempe dan tumis kacang panjang dan kerang hijau, serta tak lupa sedikit sambal.

Saat sebelum makan pun, perut juga sudah agak bermasalah karena sehari sebelumnya minum kopi jahe. Memang saya ndak terbiasa minum kopi. Tapi ya karena kondisi hujan, kok ya kelihatan enak ngopi jahe sambil menikmati hembusan udara dingin. Baca lebih lanjut

Repaint Sepeda Federal Street Cat

Melanjutkan lagi tulisan sebelumnya…

Proses restorasi sepeda ini pun saya mulai dengan melakukan repaint frame, sesuai warna asli nya.

Dari hasil browsing, akhirnya ada penampakan brosur sepeda Federal jaman baheula, yang cukup lengkap.

Picture di atas sengaja saya crop di bagian Street Cat saja… Agar lebih menunjukkan keinginan saya untuk merestorasi sepeda ini. Baca lebih lanjut