Arsip Tag: sakit

Alhamdulillah…

Per hari rabu siang, 22 Maret 2017, bunda sudah diperbolehkan untuk pulang.

Meskipun sebenarnya kalau dibilang sembuh, ya belum sembuh betul. Karena bunda masih merasa lemas. Tetapi intinya, progress pemulihan kondisi bunda sudah berjalan sangat positif. 

Hanya harus tetap dikontrol suplai asupan makanan dan waktu istirahat yang lebih dari cukup untuk membantu pemulihan kondisi bunda agar tuntas

Terimakasih atas support keluarga dan teman yang sudah mendoakan dan menyemangati keluarga kecil kami ini.

Hanya Alloh Ar Rahman Ar Rahim yang bisa membalas satu demi satu kebaikan yang kami terima.

Aamiin.

Kala bunda terkena typhoid

Senin, 20 Maret 2017, dengan terpaksa bunda menganggukkan kepala saat diminta rawat inap oleh dokter IGD. Dan itupun diperkuat oleh tekanan darah bunda saat diperiksa mencapai 90/60, dan kondisi muka yang pucat dan telapak tangan yang dingin.

Terlebih sebelumnya, saat menunggu antrian dokter Poli Umum, bunda sempat hampir pingsan. Sehingga terpaksa dilarikan ke IGD untuk penanganan yang lebih cepat.

Awalnya… Diagnosa dokter jaga di IGD, adalah FATIQUE EE atau capek yang sangat.

Baca lebih lanjut

Terapi lintah sebagai alternatif pengobatan

Terapi lintah ternyata tidak seseram yang saya bayangkan sebelumnya. Tapi kalau geli melihat lintahnya, jujur saja… Memang geli. Apalagi kalau dipegang 😱

Niatan awal untuk bekam langsung berubah, saat saya ditawari oleh terapis nya untuk mencoba terapi lintah.

“Mas, saya ada stok lintah banyak nih. Mau coba ndak?”

Wuih… Menarik nih. Mumpung ada kesempatan, kenapa ndak diambil sekalian.

“Woke pak. Saya nyoba deh!”

Berhubung ini adalah terapi lintah yang pertama, maka disarankan maksimum 3 titik untuk beradaptasi. Baca lebih lanjut

Serba serbi saat rawat inap

Selama 3 hari rawat inap di RS, seringkali perkataan entah itu dari suster atau dokter atau keluarga sendiri, melintas di kepala.

 Lebih enak rawat inap di RS daripada rawat jalan di rumah, karena :

  1. Bisa lebih fokus pengobatannya
  2. Bisa lebih banyak istirahatnya daripada di rumah.

Pernah mendengar kata-kata itu kah? Kalau pernah… Alhamdulillah, jadi saya tidak sendirian 🙂

Alasan pertama, saya sepakat. Lebih baik dan harus kita serahkan segala sesuatu ke ahli nya, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Alasan kedua ini yang menurut saya kurang tepat. Baca lebih lanjut

Alhamdulillah…

Per hari kamis ini, 2 Maret 2017, saya diperbolehkan pulang oleh dokter dan pihak RS.

Meskipun masih ada PR tentang batu empedu yang ada, namun kondisi lambung saya dinyatakan sudah membaik.

Alhamdulillah… Akhirnya bisa pulang.

Terimakasih atas doa dan support yang dari keluarga dan teman. Hanya Alloh Ar-Rahman yang pasti membalas kebaikan semuanya.

USG (UltraSonoGraphy) saat Pemeriksaan Organ Dalam untuk Diagnosa Dyspepsia

Di hari kedua dirawat, dokter meminta untuk dilakukan pemeriksaan organ dalam saya.Area-area yang dicurigai bermasalah adalah lambung, hati dan empedu.

Jadi, dari analisa dokter IGD (umum) dan dokter spesialis (Internist) ada sedikit perbedaan.

Mungkin bukan perbedaan untuk lebih tepatnya, tetapi sudut pandang analisa nya agak diperluas.

Dimana pemeriksaan organ dalam ini ada 2 metode secara umum.

  1. USG (UltraSonoGraphy), merupakan salah satu prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga kita, untuk pemeriksaan organ-organ tubuh secara aman (tanpa efek radiasi).
  2. Endoskopi, merupakan salah satu prosedur pemeriksaan medis untuk melihat kondisi saluran pencernaan dengan menggunakan alat endoskop yang merupakan suatu alat berbentuk seperti selang elastis dengan lampu dan kamera optik di ujungnya

Nah… Pemeriksaan awal yang akan dilakukan ini menggunakan metode USG. Yupp… USG seperti pengecheckan ibu hamil. Kalau dari pemeriksaan USG ini tidak bisa diperoleh visual yang bagus, terpaksa dilanjutkan ke metode yang kedua.

Baca lebih lanjut

Tentang Dyspepsia

Pertanyaan – pertanyaan ini pun memenuhi rongga kepala saya.

  • Apa sih Dyspepsia itu?
  • Apa penyebabnya?
  • Apa saja gejala-nya?
  • Siapa saja yang memungkinkan untuk mengalaminya?

Nah, kalau ada yang memiliki pertanyaan yang sama, berikut ini adalah beberapa informasi berupa gambar, yang saya kumpulkan dari sebuah komunitas di Facebook – Dyspepsia Support.

Monggo di baca dan dipahami. Baca lebih lanjut