Arsip Tag: vario

Ganti ban tubeless Vario 125 CBS dengan Corsa Platinum 90/90

Senin, 19 Februari 2018, menjelang jam 1700 WIB, ban tubeless (tapi ndak tubeless, karena sudah saya isi dengan ban dalam) belakang Honda Vario 125 CBS kempes karena terkena sobekan plat.

Pusing juga melihat kondisi ban seperti ini. Sudah coba ditambal, masih saja bocor karena area yang sobek cukup lebar. Terlebih secara permukaan ban juga sudah halus dan licin ketika dipakai dijalan yang tergenang tipis.

Yo wes lah… Akhirnya saya putuskan saja langsung ganti dengan ban tubeless baru.

Baca lebih lanjut

Iklan

Ganti ban tubeless Vario 125 CBS… Cocok nya yang mana ya?

Melihat kondisi roda depan dan belakang Vario 125 CBS yang semakin menipis, membuat saya kuatir. Terlebih memang tipe ban tubeless yang dulu saya pilih ternyata kurang begitu sesuai dengan kondisi saat ini yang intensitas hujannya cukup tinggi.

Terbukti memang, 2 kali saya terjatuh dengan kejadian yang tipikal.

Ban depan slip saat saya mengerem, disaat kondisi jalan yang terdapat genangan air. Yang saya ingat di kedua kejadian tersebut, kecepatan motor saya termasuk menengah yaitu sekitar 40 – 50 kpj.

Baca lebih lanjut

Motor pun Perlu (Wajib) Dipasang Kunci Ganda

Tanggal 3 Februari 2017 kemarin, memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada saya.

Alhamdulillah, pagi itu, saya bisa berangkat menunaikan sholat Shubuh berjamaah di masjid terdekat.

Sesampainya di halaman masjid, motor diparkir, berjejeran dengan motor lainnya dan segera masuk ke masjid untuk, sebisa mungkin, melakukan sholat fajar terlebih dahulu.

Baca lebih lanjut

Ganti Driven Face Assy Honda Vario 110

Di usia menjelang 5 tahun, Honda Vario 110 merah saya, sudah mengalami pergantian beberapa komponen.

Ada komponen yang diganti karena sudah waktunya alias sesuai dengan aturan yang tertulis di buku pedoman perawatan dan service.

Ada juga komponen yang diganti karena memang rusak atau membuat kondisi motor menjadi kurang nyaman.

Seperti halnya hari minggu kemarin. akhirnya setelah menunggu sekitar 10 hari kerja, order komponen saya, datang di bengkel resmi (beres) langganan di jalan Sholeh Iskandar Bogor.

Komponen yang saya order, mempunyai part number 23200-KVB-900 dengan nama komponen Driven Face Assy.

driven assy

Memangnya kenapa masbro… Kok harus diganti? Memangnya tahu kalau rusak dari mana?

Kan belt dan roller weight sudah diganti. Apalagi yang rusak?

Sedikit klarifikasi yah… Belt dan roller weight memang sudah saya ganti. Bukan karena rusak, tetapi memang karena waktunya di ganti dikarenakan persyaratan jumlah kilometer pemakaian yang sudah terlewati, yaitu di angka 24000km.

Sedangkan gejala kerusakan yang saya rasakan adalah kondisi motor berhenti dan putaran gas mulai naik tapi kondisi RPM masih rendah… akan terasa gejala getar dari arah roda belakang.

Begitu juga kalau kita sedang melalui jalan tanjakan, ketika RPM mesin rendah, maka akan muncul gejala getaran dari roda belakang.

Jadi, permasalahan getar ini akan muncul kalau kondisi RPM mesin di angka rendah.

Setelah RPM tinggi, gejala getar tidak muncul lagi tetapi berganti dengan perasaan goyang atau oblak dari roda belakang. Ketika saya berbelok, bagian belakang motor serasa ingin terlempar keluar.

Awalnya saya hanya berpikir kalau permasalahan ada di ban belakang atau di velg belakang.

Berhubung ban memang aus, maka saya ganti dengan yang tubeless sekalian.

Demikian juga dengan velg. Karena velg bawaan berupa velg CW, maka saya sampai berpikir kalau velg ini sudah oblak atau peyang.

Setelah saya lakukan pembuktian dari hipotesa ini dan sudah dinyatakan OK, ternyata kondisi getar dan goyang kadang masih muncul ketika RPM rendah.

Setelah berulang kali di lakukan pengecheckan, ternyata bearing batang (sebut saja demikian) sudah kalah dan harus diganti.

Permasalahan lain muncul ketika pergantian bearing ini ternyata harus satu set. Tidak bisa terpisah di pergantian bearing.

Ini yang membuat saya rada pusing, karena harganya menyentuh Rp.215000 🙂

Setelah berdiskusi kecil dengan mekanik… Dia hanya bertanya, “Memangnya kalau lagi jalan, Aa’ sering ngehajar lubang di jalanan ya? atau polisi tidur disikat aja?”

“Wah, ndak ngarti kang. Kondisi hujan-hujan begini. Daripada ragu-ragu, mending tancap saja.”

“Yang penting handle/stang harus dikuasai penuh sembari konsentrasi biar tetap seimbang kalau memang pas ada lubang.” Balas saya.

“Ya… Itu yang bikin bearingnya rusak. dan juga karena sudah di setting kayak gitu Aa’. Bearingnya harus kalah dibandingkan velg-nya”.

“Lah daripada bearing bagus… tapi Aa’ harus ganti velg??? Pilih mana coba???”. sahut si mekanik.

Saya sih cuma mengangguk-angguk tanda sepakat.

Setelah menunggu 10 hari kerja, ada informasi dari pihak beres kalau order komponen sudah datang.

So… Langsung minta reservasi/booking service khusus member. Dan proses pergantian pun langsung dilakukan sesaat saya sampai di beres tersebut.

Tidak sampai 40menit, proses pergantian pun selesai dilaksanakan, dengan biaya total mencapai Rp.245000, termasuk ongkos pasang.

2013-01-19-056_1

2013-01-19-055_1

Dan… Alhamdulillah.

Sekarang motor menjadi lebih nyaman dan perasaan saya menjadi lebih tenang ketika berkendara.

Mata pun menjadi lebih awas lagi melihat kondisi jalan. Mana lubang… Mana yang hanya genangan air yang muncul di jalan raya.

Ganti belt drive dan roller weight untuk Honda Vario 110

Setelah didera kesibukan di tiap weekendnya, akhirnya minggu pagi kemarin, saya bisa membawa Vario 110 merah ini ke Ahass langganan di jalan baru Sholeh Iskandar, Bogor.

Agenda service kali ini, ketika km menunjukkan 26701, selain tune up dan ganti olie, adalah melakukan penggantian belt drive dan roller, yang memang sudah saya persiapkan dari beberapa minggu sebelumnya.

Sampai di ahass, sekitar pukul 0833, saya mendaftar dan akhirnya terdaftar sebagai konsumen no 19… Dan kudu rela untuk menunggu giliran pukul 1030.

Lama banget sih… Tapi ya wajar karena memang antrian di BERES yang satu ini memang full setiap weekendnya.

Sebenarnya, sebagai member di beres tersebut, ada kebijakan perihal jam antrian alias diperbolehkan untuk melakukan booking di jam tertentu dan langsung di tempatkan di line service khusus booking. Berhubung saya mempunyai kesenggangan waktu, maka fasilitas ini pun tidak saya pakai. Lagipula lebih enak antri menunggu giliran service sembari mengobrol dengan sesama pengantri di BERES tersebut 🙂

Baca lebih lanjut

Waktunya ganti Belt Drive Honda Vario 110

Hmmm… Si merah sebentar lagi akan menempuh 26000km, dengan pemakaian sekitar 4 tahun dan per hari kerja menempuh minimal 40km.

Terhitung lumayan tinggi atau ndak seh, untuk usia 4 tahun tapi sudah mencapai 26000km???

Relatif mungkin yah… Terlebih saya hanya menggunakan matic ini selama hari kerja. Untuk weekend seringnya dianggurin di teras rumah 🙂

Alhamdulillah, semenjak saya menggunakan matic ini, yang namanya ganti spare part untuk tingkatan berat, belum pernah terjadi. yang ada hanya service ringan (tune up) dan ganti spare part yang fast moving, seperti 1x kampas rem depan dan 2x kampas rem belakang… dan… kabel gas, ketika ada panggilan dari ahass untuk no seri tertentu. Hanya itu.

Eh… Ban dihitung ndak yah??? Untuk ban, sudah 1x untuk ban depan dan 2 x untuk ban belakang.

Penggantian pun dikarenakan dari tipe tube tyre menjadi tubeless 🙂

Baca lebih lanjut

sering banget tambah angin di ban belakang… kenapa yah???

satu minggu terakhir ini, sudah dua kali saya menambah tekanan angin, khusus untuk ban belakang. tiap kali tambah angin, pasti saya minta check kondisi ban. tapi tiap kali di check, tidak ada permasalahan yang berarti di permukaan ban. kalaupun ada sobek atau lubang… tidak menunjukkan permasalahan. 

kecurigaan pun berpindah ke bagian tepi-nya. mosok velgnya sudah mulai bermasalah. padahal kan ini velg aluminium… yang secara spek pabrikan sudah lolos uji… mosok iso peyang aka deformasi karena keseringan ke tukang tambal ban. baru juga sekitar 2x ganti ban dalam (waktu masih pakai ban standar pabrikan) dan 1x ganti ban tubeless. masak sudah bermasalah??? tapi kenapa yang depan tidak bermasalah hayoo…

terus kecurigaan berpindah lagi… kali ini ke pentil ban tubeless nya

Baca lebih lanjut