Arsip Tag: tubeless

Ganti ban tubeless Vario 125 CBS… Cocok nya yang mana ya?

Melihat kondisi roda depan dan belakang Vario 125 CBS yang semakin menipis, membuat saya kuatir. Terlebih memang tipe ban tubeless yang dulu saya pilih ternyata kurang begitu sesuai dengan kondisi saat ini yang intensitas hujannya cukup tinggi.

Terbukti memang, 2 kali saya terjatuh dengan kejadian yang tipikal.

Ban depan slip saat saya mengerem, disaat kondisi jalan yang terdapat genangan air. Yang saya ingat di kedua kejadian tersebut, kecepatan motor saya termasuk menengah yaitu sekitar 40 – 50 kpj.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tambal ban tubeless dengan metode TIP TOP

Yup… Sesuai janji di postingan sebelumnya  (link terlampir), saya akan menceritakan proses penambalan ban belakang RAT yang bocor di sisi samping luar.
Waktu itu, di tanggal 10 Juli 2016, setelah saya dan keluarga bersenang-senang dan berpuas-puas diri di Sun City Madiun, akhirnya misi untuk mencari tambal ban tubeless sepanjang perjalanan pulang di mulai.

Setelah mencapai daerah Maospati, Magetan… Akhirnya terlihat bengkel tambal ban tubeless yang sangat reprenstatif meski hanya tambal ban pinggir jalan.

Terlihat beberapa ban baru yang tertata rapi di rak bengkel kecilnya. Selain itu, ada beberapa alat yang cukup canggih, yang setahu saya hanya ada di bengkel ban yang relatif besar.

Ada alat untuk membuka ban secara otomatis, yang bisa diset untuk berbagai ukuran velg. Selain itu ada mesin pengisi nitrogen yang mirip di SPBU, tetapi dengan ukuran yang lebih besar. Mantabslah!!! Baca lebih lanjut

Kenapa posisi bocor ban tubeless di sisi samping cenderung sulit ditambal?

Pernah mengalami ban tubeless mobil atau motor bocor? Pasti pernah dong. Nah, kondisi inilah yang saya alami saat arus mudik balik 1437H kemarin.

Saat sedang asyik bersih-bersih si RAT, mata ini tertuju ke bentuk aneh yang menancap dengan nyaman di sisi samping (luar) ban belakang, persis di ujung alur ban.

Awalnya saya pikir batu atau mungkin pecahan paving block yang, biasanya, nyangkut di sela-sela alur ban. Tapi ini kok ada di ujung dan terlihat nempel dengan nyaman. Waduuuuhh!? Apa ini ya?

Setelah saya perhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat -singkatnya, maka bisa saya simpulkan bahwa ada satu sekrup yang tertancap dengan manis. Baca lebih lanjut

sering banget tambah angin di ban belakang… kenapa yah???

satu minggu terakhir ini, sudah dua kali saya menambah tekanan angin, khusus untuk ban belakang. tiap kali tambah angin, pasti saya minta check kondisi ban. tapi tiap kali di check, tidak ada permasalahan yang berarti di permukaan ban. kalaupun ada sobek atau lubang… tidak menunjukkan permasalahan. 

kecurigaan pun berpindah ke bagian tepi-nya. mosok velgnya sudah mulai bermasalah. padahal kan ini velg aluminium… yang secara spek pabrikan sudah lolos uji… mosok iso peyang aka deformasi karena keseringan ke tukang tambal ban. baru juga sekitar 2x ganti ban dalam (waktu masih pakai ban standar pabrikan) dan 1x ganti ban tubeless. masak sudah bermasalah??? tapi kenapa yang depan tidak bermasalah hayoo…

terus kecurigaan berpindah lagi… kali ini ke pentil ban tubeless nya

Baca lebih lanjut

Ganti ban belakang tubeless Honda Vario 110

Minggu, 19 Februari 2012, akhirnya kesampaian juga untuk mengganti ban belakang si merah Honda Vario 110.

Dari postingan yang pernah saya buat dulu (lihat disini), Vario ini saya ganti ban tubeless merek FDR sportXR dengan ukuran 90/80 untuk depan dan ukuran 110/80 untuk belakang.

Untuk kali ini, saya mengganti hanya ban belakang, dengan ukuran yang saya perkecil lagi, menjadi 100/80 dengan merek FDR Genzi.

Seperti yang terdahulu, saya pergi ke tempat tambal ban di depan komplek rumah, dan langsung minta untuk ganti ban belakang serta mengganti pentil tubeless untuk kedua-duanya karena terlihat karet di sekitar pentil yang sudah retak-retak terkena panas dan dingin cuaca.

Dan, tidak sampai satu jam, urusan penggantian ban sudah beres. Honda Vario 110 Absolute Matic ini pun siap saya ajak untuk melanglang buana.

Sebenarnya saya rada heran dengan ketahanan ban belakang FDR yang saya pakai ini

Baca lebih lanjut

Ganti ban Toyota Avanza E 1.3

Sabtu, 20 Nopember 2010, bisa dikatakan hari penuh cobaan yang intinya adalah ujian kesabaran… Buat orang lain 🙂

Hari itu memang sudah direncanakan untuk ganti ban mobil, karena kondisi terakhir ban mobil sudah retak-retak karena sering jadi penghias carport di rumah dan memang faktor usia ban yang lewat dari nilai ekonomis, sudah 5 tahun lebih.

Jadi wajar kalau sudah retak-retak.

Dan dengan pertimbangan safety sekeluarga, diputuskan semua ban harus ganti.

Posisi sudah ada di toko ban dan langsung tanya berbagai macam merek ban yang ada.

Karena sering dapat informasi beberapa brand tertentu, saya selalu bertanya tentang varian dari brand yang itu-itu saja, entah itu Bridgestone atau Goodyear.

Sedangkan brand lain, semisal Dunlop, Achilles, EP Tires, GT Radial, jarang saya sentuh dalam pertanyaan-pertanyaan saya.

Tentu saja, si empunya toko, dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan saya.

Eh, istri malah bilang…

“Udah ayah, ganti velg aja sekalian!”

Berhubung velg mobil memang velg kaleng dengan wheel dop, tambah semangat si empunya toko.

Berbagai velg cast wheel dikeluarin semua, bahkan beberapa velg langsung dicoba di mobil.

Melihat itu, istri langsung mencolek bahu saya…

“Ayah, kok malah nyoba velg itu sih. kan maksud bunda cuman velg luarnya aja…?!”

Baca lebih lanjut

Ganti ban tubeless depan dan belakang Honda Vario 110

Pyuhhh… Meski hujan tambah deras, rasa ngidam untuk beli ban tubeless sudah terpuaskan.

Akhirnya tadi siang, sebelum berangkat makan siang, saya sempatkan mampir ke koperasi karyawan (kopkar) di lokasi plant lainnya untuk beli ban tubeless (berhubung di plant saya, stok ban tubeless lagi kosong).

Karena rasa jengkel masih membara karena ban sering bocor plus dikompori sama si empunya kopkar, langsung boyong ban tubeless merk FDR untuk si absolute matic dengan dimensi ban depan 90/80 dan ban belakang 110/80!!!

Yup tidak salah lagi… 110/80! sengaja dipilih yang besar sekalian. dengar-dengar sih lebih stabil dari standarnya yang 90/90… lha iya, wong tapaknya lebih lebar, IMHO 🙂

Begitu sampai di kantor, berbagai komentar berdatangan. Ada yang menyangsikan, tapi banyak yang akhirnya kepincut untuk ikut merasakan ban tubeless dengan tapak lebar seperti punya saya.

Baca lebih lanjut