Arsip Tag: share

Sepeda Federal Street Cat Refresh!

Setelah proses repaint frame selesai, target terdekat untuk mempercantik penampilan dan menambah fungsi sepeda ini adalah memasang rak depan belakang serta fender roda.

Mungkin bagi sebagian orang, komponen ini tidak terlalu urgent.

Betul! Sangat betul! Pendapat ini tidak salah. Karena ini adalah pendapat yang sangat subyektif atau sesuai dengan sudut pandang pribadi tersebut.

Buat saya, rak depan dan belakang memang kurang begitu perlu. Tetapi untuk fender roda, ini yang perlu.

Saya sudah terlalu sering mendengar celotehan dari istri ketika pulang gowes, terutama saat selesai hujan. Pasti di area belakang baju atau celana bahkan di tas punggung, selalu ada bercak-bercak kotoran yang harus segera dicuci dan disikat.

Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-5 kali di tahun 2017

Setelah seminggu ini berhati-hati dalam pilah pilih asupan makanan dan lainnya, akhirnya badan ini harus menikmati lagi Dyspepsia.

27 Feb 2017, senin malam ba’da Isya’, saya mulai merasakan sakit di ulu hati. Tindakan awal yang saya lakukan adalah minum obat untuk lambung yang ada di rumah, yaitu Mylanta. Kemudian, istri memberi minuman air hangat untuk membantu mengeluarkan asam yang berlebih di lambung.

2 hari sebelumnya, 25 Feb 2017, sabtu malam, saya juga merasakan hal yang sama. Dan tindakan awal yang saya lakukan adalah sama persis seperti itu. Alhamdulillah, tidak sampai 2 jam, saya bisa tidur dan bangun di keesokan harinya dengan rasa nyaman di perut atas.

Ternyata tindakan yang saya lakukan sekarang, tidak memberikan efek yang sama.

Rasa sakit di perut atas terus menerus saya rasakan. Dan puncaknya, istri membawa saya ke IGD untuk dilakukan tindakan medis.

Sesampainya di IGD, langsung tindakan medis dilakukan. Pengukuran tensi dan suhu tubuh dilakukan, sembari kondisi saya diobservasi. Berhubung IGD saat itu penuh, otomatis pemberian tindakan utama diprioritaskan untuk pasien yang memang kondisinya lebih urgent.
Alhamdulillah, tidak sampai 10 menit, saya sudah diberi tindakan penyuntikan obat Omeprazole ke pembuluh darah.

Baca lebih lanjut

Motor pun Perlu (Wajib) Dipasang Kunci Ganda

Tanggal 3 Februari 2017 kemarin, memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada saya.

Alhamdulillah, pagi itu, saya bisa berangkat menunaikan sholat Shubuh berjamaah di masjid terdekat.

Sesampainya di halaman masjid, motor diparkir, berjejeran dengan motor lainnya dan segera masuk ke masjid untuk, sebisa mungkin, melakukan sholat fajar terlebih dahulu.

Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-4 kali di tahun 2017

Untuk yang keempat kali nya di tahun 2017 ini, saya harus tergeletak dan merintih karena sakit di lambung, atau istilah bu dokter di IGD tadi adalah Dyspepsia. Dan ini adalah yang kedua kalinya dibawa ke IGD, karena tidak punya stok obat.

Jadi… Kemarin siang, bisa dibilang makan terlambat dan sekalinya makan, cenderung memilih makanan yang agak pedas.

Menu yang saya pilih kering tempe dan tumis kacang panjang dan kerang hijau, serta tak lupa sedikit sambal.

Saat sebelum makan pun, perut juga sudah agak bermasalah karena sehari sebelumnya minum kopi jahe. Memang saya ndak terbiasa minum kopi. Tapi ya karena kondisi hujan, kok ya kelihatan enak ngopi jahe sambil menikmati hembusan udara dingin. Baca lebih lanjut

Nostalgia dengan Sepeda Federal Street Cat

Setelah berpisah dengan Thrill Vanquish 3.0… di awal tahun 2017 ini, saya membawa sepeda masa kecil saya dari kampung halaman.

Kebetulan memang di kampung masih ada 2 sepeda legendaris (menurut saya), yaitu :

  • Sepeda Federal tipe Street Cat warna biru putih tahun pembelian 1988-89, yang di repaint kuning biru saat jadi maskot klub sepeda di tempat kerja bapak, yang menjadi penghuni gudang hampir 10 tahun.
  • Sepeda Diamond Back warna merah tahun 1990an. Tipenya lupa. Hanya ada tulisan Mountain F…. di sisa decal yang tertempel di framenya. Sepeda ini yang menemani saya berpetualang di masa kecil. DB merah ini sudah menjadi penghuni tetap gudang lebih dari 20 tahun (miris…).

Baca lebih lanjut

Tamiya Dash #3 – Shooting Star edisi 2016

Akhirnya, at last. Saya bisa membeli seri Dash Yonkuro #3, Shooting Star.

Ini satu-satunya seri yang belum sempat saya miliki dari awal kenal dengan mainan model mobil Tamiya di tahun 1990… Saat masih bersekolah dasar di Madiun.

Seri Dash #1 – Emperor; Seri Dash #2 – Burning Sun, saya punya yang versi Dash #02 – Neo Burning Sun; Seri Dash #4 – Cannon Ball; dan terakhir seri Dash #5 – Dancing Doll. Baca lebih lanjut

Sepenggal kisah di Asaka – Jepang #3

​Lanjutan tulisan sebelumnya.

Dan ternyata benar saudara-saudara. Busana atau outfit boleh keren ketika berangkat kerja. Pakai jas lengkap dengan dasinya. Sepatu mengkilat. Tas kulit didekapan tangan (tapi saat bersepeda, ya ditaruh keranjang depan).

Itu saya buktikan sendiri ketika melihat di kantor yang saya tuju. Pakai kemeja rapi, sepatu kulit… dan begitu sampai lobby, langsung absen dan menuju ke loker. Untuk apa… ya untuk ganti baju kerja. 🙂

Lanjuttt….

Nah, ketika introduction team project beserta tugasnya, dimana yang presentasi adalah project leader dari jepang, busana nya memang standar perusahaan, tapi… mata ini memandang ke kepala nya.

Rambut gondrong… dan topi dibalik. Wuih… keren. Terlihat dia nyaman saja seperti itu dan rekan orang jepang yang lain juga tidak peduli. Yang penting adalah isi di dalam topi itu daripada penggunaan topi itu sendiri.

Dan, begitu project leadernya ini ngomong, yang lain mendengarkan tanpa ada kasak kusuk. Hening dan fokus ke satu orang tadi. Kondisi agak berbeda kalau boleh kita bandingkan dengan kondisi di lingkungan sekitar kita sendiri.

Yang sibuk mainan hape lah, sibuk ngemil lah bahkan sampai sibuk nguap karena ngantuk berat. 🙂

Budaya mendengarkan dan menghargai orang lain saat bicara inilah yang menambah wawasan saya.

Betapa senangnya kita kalau lawan bicara kita menghargai pendapat kita.

Begitu pula sebaliknya. Akan sangat senang lawan bicara kita, kalau kita fokus dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

Yakin lah, dengan kondisi seperti itu, komunikasi akan berjalan dengan baik. Miskomunikasi bisa diminimalkan. Debat kusir bisa dihindarkan. Dan diskusi bisa menghasilkan suatu keputusan atau kesepahaman yang sama baiknya buat semua.

Setuju ora son??