Arsip Tag: kota

Proses perpanjangan SIM secara online di Polres kota Bekasi

Berhubung SIM A menjelang habis masa berlakunya dan posisi domisili sudah pindah ke Bekasi, padahal KTP dan SIM masih tercatat di Bogor… Saya pun mencoba mencari informasi tentang permohonan perpanjang masa berlaku SIM secara online.

Dari informasi yang saya dapat, untuk beberapa Polres di berbagai kota di Indonesia sudah bisa melakukan perpanjangan masa berlaku SIM secara online.

Artinya, kalau KTP dan SIM anda masih tercatat dari kota asal, sedangkan domisili sekarang sudah di kota yang baru, anda bisa melakukan proses perpanjangan masa berlaku SIM di kota domisili sekarang.

Baca lebih lanjut

Iklan

pengalaman pribadi perpanjang pajak di samsat kota bogor…

Pantesan.. Banyak yg senang menawarkan “bantuan” ketika kita melakukan perpanjangan pajak kendaraan bermotor. Maaf, tapi ini murni dari pendapat saya pribadi.
Masuk samsat kota bogor, yang ada malah bingung. Ini alur atau prosedurnya seperti apa? Tanya ke juru parkir, eh malah ditawarin “bantuan”. Helah dalah!!! Iki opo to yoh… Sampai orang luar kok ikutan bermain. Apa karena sudah kenal muka dan merasa bisa “membantu” gitu???
Mencoba cuek dan mengambil semacam brosur alur pembuatan stnk baru.. Loh kok? Saya cuma bisa nemu ini.. Ndak tahu dimana brosur yang benar. Akhirnya saya pun mencoba mengurus sendiri. Sudah cukup banyak saya makan hati perihal hal ini. Sumbang menyumbang… Suap menyuap… Tapi hasilnya sama saja. Tetap bentuk lembaran pajak atau bpkb atau ktp juga masih sama-sama saja :). Kecuali kalau berkas kita jadi blink-blink gitu ndak papa deh 😀
Akhirnya ke loket dengan tulisan besar, loket pendaftaran dengan polwan cantik sebagai “penghuninya”. Eh… Malah ditolak mentah-mentah. Katanya harus check progresif dulu. Lah dimana juga loket progresif???
Begitu ketemu… MasyaAllah kacaunya. Blas ndak ada antriannya. Saling berdesakan di depan loketnya. Iki piye to??? Mbok yao diatur antriannya. Pakai no antrian dari awal kita masuk ke masing-masing loket. Kan enak tuh… Ah cuma berapa duit sih kalau untuk pengadaan. Saya yakin tidak terlalu besar biayanya. Yang penting kan institusi ini tidak akan mendzolimi sebagian orang. Malah akan menimbulkan transparansi untuk pelayanannya.
Lanjut ke proses perpanjangan pajak… Setelah berdesakan, untung badan saya rada lebar… Saya pun sukses menyerahkan stnk pajak dan ktp ke loket… Tapi ternyata kerumunan orang itu hanya kerumunan untuk mendengarkan namanya dipanggil dan diberi penjelasan tentang kondisi pajak progresifnya. Lah tanpa mic dan speaker kecil gitu… Benar-benar tidak kedengar deh.
Selesai dari loket progresif, langsung ke loket pendaftaran dengan polwan cantik setia menunggu :). Tapi eh… Lagi-lagi ditolak. Ternyata bukan disitu pendaftarannya. Itu loket pendaftaran khusus perpanjangan 5tahun atau kendaraan masuk. Lah terus dimana lagi? Di loket no 3 pak. Loh itu kan loket penyerahan?
Wes, daripada bingung mending turutin sajalah. Dan ternyata… Memang disitulah pendaftaran untuk perpanjang pajak tahunan. Jadi, disitu adalah loket pendaftaran untuk pajak tahunan dan loket penyerahan stnk, pajak dan ktp setelah kita melakukan pembayaran.
Jadi, setelah check progresif, kita melakukan pendaftaran di loket 3 yang nantinya diberi no urut untuk melakukan pembayaran nominal pajak di loket 2.
Eits.. Meski ada no urut antrian, tetap saja membuat bingung. Karena, di lembar no urut itu, terdapat angka 1, yang oleh saya dan sebagian warga dianggap merepresentasikan loket 1. Mbuh wes… Pokoke dengar no urut dipanggil, ya ke situ saya bayar. Dan lumayan lama jg antrian bayarnya, terlebih banyak warga yang berdiri di depan loket 2, yang membuat proses bayar pajak jadi rada ribet.
Nah, setelah selesai bayar, kita harus menunggu lagi untuk proses penyerahan lembar stnk, pajak dan ktp di loket 3. Kalau yang ini sesuai dengan tulisan besar yang ada di dinding.
Memang sih cukup ribet.. Tapi lumayan jelas setelah proses di loket 2. Dan sebenarnya akan lebih baik lagi kalau prosedurnya juga ditempel atau disosialisasikan. Entah lewat brosur atau tulisan urutan loket yang benar di dinding. Lah mosok, kita habis dari loket antah berantah (check progresif) – ke loket 3 (pendaftaran) – loket 2 (pembayaran) – loket 3 (penyerahan).
Terus, antrian yang ndak jelas bisa disiasati dengan pemberian no antrian di masing-masing loket. Demikian juga, untuk bottleneck di loket progresif dan pembayaran. Lah petugas cuma satu, bigimana mau cepat? Dan ini yang penting, pemakaian sound system yang terpadu untuk memudahkan warga untuk menjalani proses di samsat dengan nyaman. Jadi, kursi segitu banyak akan terpakai, karena warga lebih memilih duduk daripada berdiri bergerombol di depan loket.
Sekian laporan langsung saya dari samsat kota bogor. Semoga dapat dijadikan pencerahan bagi yang akan mencoba mengurus sendiri di samsat :). Ayo biasakan hidup bersih, taat aturan dan transparan!

Sent from Nokia Belle Refresh

ketika bunda melakukan perpanjangan SIM C…

mau sharing sedikit tentang pengalaman istri (bunda) ketika melakukan perpanjangan SIM C di polres bogor. rada telat sebenarnya kalau saya share di blog ini, karena kejadiannya hampir 2bulan lalu.

tidak terasa SIM C bunda sudah kadaluarsa alias tidak berlaku dari bulan nopember tahun lalu. bunda sendiri juga ndak ngeh kalau SIM C nya sudah mati (apalagi saya kan…). lah naik motor saja jarang-jarang, berhubung kehadiran buah hati yang kedua. so… totally di rumah dan hanya akan berpergian kalau saya ada di rumah. dan yang kebetulan lagi, SIM C ini masih terbitan dari kota asal bunda alias nun jauh di kampung sana. wuih tambah mumet deh.

singkat cerita… ketika tahu kalau ternyata SIM C bunda masih bisa diajukan perpanjangan untuk dimutasikan ke bogor, bunda girang banget.

“ya deh ayah… perpanjang aja lah. masak bikin baru lagi. kan repot ntar. yang jagain adik barra siapa…? trus kalau adik mo minum ASI gimana??? iya kalau bunda lagi ndak disuruh test… kalau lagi test terus adik nangis gimana??? kasihan kan…???!!!”. sumpahh… bawel banget deh 😀 😀

sesegera mungkin persyaratan untuk perpanjang SIM dipersiapkan. antara lain foto copy KTP domisili sekarang dan foto copy SIM C. yup… hanya dua berkas itu sudah cukup. tapi berkas itu harus dikirim ke kota asal, untuk dilakukan cabut berkas SIM. mau kirim berkas lewat pos, bisa. mau kirim lewat paket, bisa. mau cuma di fax, juga bisa. dan… untuk melakukan cabut berkas di kota sana

Baca lebih lanjut