Arsip Tag: igd

Kala bunda terkena typhoid

Senin, 20 Maret 2017, dengan terpaksa bunda menganggukkan kepala saat diminta rawat inap oleh dokter IGD. Dan itupun diperkuat oleh tekanan darah bunda saat diperiksa mencapai 90/60, dan kondisi muka yang pucat dan telapak tangan yang dingin.

Terlebih sebelumnya, saat menunggu antrian dokter Poli Umum, bunda sempat hampir pingsan. Sehingga terpaksa dilarikan ke IGD untuk penanganan yang lebih cepat.

Awalnya… Diagnosa dokter jaga di IGD, adalah FATIQUE EE atau capek yang sangat.

Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-5 kali di tahun 2017

Setelah seminggu ini berhati-hati dalam pilah pilih asupan makanan dan lainnya, akhirnya badan ini harus menikmati lagi Dyspepsia.

27 Feb 2017, senin malam ba’da Isya’, saya mulai merasakan sakit di ulu hati. Tindakan awal yang saya lakukan adalah minum obat untuk lambung yang ada di rumah, yaitu Mylanta. Kemudian, istri memberi minuman air hangat untuk membantu mengeluarkan asam yang berlebih di lambung.

2 hari sebelumnya, 25 Feb 2017, sabtu malam, saya juga merasakan hal yang sama. Dan tindakan awal yang saya lakukan adalah sama persis seperti itu. Alhamdulillah, tidak sampai 2 jam, saya bisa tidur dan bangun di keesokan harinya dengan rasa nyaman di perut atas.

Ternyata tindakan yang saya lakukan sekarang, tidak memberikan efek yang sama.

Rasa sakit di perut atas terus menerus saya rasakan. Dan puncaknya, istri membawa saya ke IGD untuk dilakukan tindakan medis.

Sesampainya di IGD, langsung tindakan medis dilakukan. Pengukuran tensi dan suhu tubuh dilakukan, sembari kondisi saya diobservasi. Berhubung IGD saat itu penuh, otomatis pemberian tindakan utama diprioritaskan untuk pasien yang memang kondisinya lebih urgent.
Alhamdulillah, tidak sampai 10 menit, saya sudah diberi tindakan penyuntikan obat Omeprazole ke pembuluh darah.

Baca lebih lanjut

Menikmati Dyspepsia yang ke-4 kali di tahun 2017

Untuk yang keempat kali nya di tahun 2017 ini, saya harus tergeletak dan merintih karena sakit di lambung, atau istilah bu dokter di IGD tadi adalah Dyspepsia. Dan ini adalah yang kedua kalinya dibawa ke IGD, karena tidak punya stok obat.

Jadi… Kemarin siang, bisa dibilang makan terlambat dan sekalinya makan, cenderung memilih makanan yang agak pedas.

Menu yang saya pilih kering tempe dan tumis kacang panjang dan kerang hijau, serta tak lupa sedikit sambal.

Saat sebelum makan pun, perut juga sudah agak bermasalah karena sehari sebelumnya minum kopi jahe. Memang saya ndak terbiasa minum kopi. Tapi ya karena kondisi hujan, kok ya kelihatan enak ngopi jahe sambil menikmati hembusan udara dingin. Baca lebih lanjut