Arsip Tag: gadget

Update Android Huawei Ascend P1 U9200

Saat ini Huawei P1 yang saya punya masih di Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Dengan keterbatasan yang ada di versi 4.0, Huawei P1 pun masih berfungsi dengan gagahnya dan sangat jarang bermasalah secara software.

Pun demikian dengan hardware nya. Tidak ada keluhan apa-apa, bahkan baterai pun masih sanggup bertahan sekitar 8-10 jam. Cukup tangguh apabila melihat usia gadget nya yang sudah melewati angka 6 tahun, dari awal pembelian.

Secara fisik, semuanya masih sangat sempurna buat saya. Hanya saja, cover sim card sudah pecah dan terpaksa di selotip, serta lapisan karet di belakang cover gadget yang sudah mengelupas.

Kamera juga masih sangat bagus untuk ukuran 8MP dan bolehlah diadu dengan gadget med-low spek jaman now.

Kekurangannya hanya satu menurut saya… OS yang tidak update lagi, dan mentok di Android 4.2 Jelly Bean (Region China), dan Android 4.0 Ice Cream Sandwich (Region International).

Meski banyak custom ROM yang bertebaran di dunia maya. Dan beberapa sudah saya coba aplikasi… Namun tetap yang paling stabil masih saya vote untuk versi Internasional, Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Jadi… Ketika ada update Play Store dan Google Apps lain, mulai lah berasa saat membandingkan dengan gadget jaman now.

Aplikasi-aplikasi di Play Store juga terbatas untuk di-install, dikarenkan versi android yang ada.

Yah… Nasib gadget fantastis di jaman old 🙂

Lenovo S920, tahan seminggu…

Eitsss… Jangan salah mengartikan dulu kawan. Ini kejadian nyata yang menimpa gadget milik istri tercinta.
Ceritanya, tanggal 3 januari 2014, saya membelikan istri sebuah gadget android untuk menggantikan gadget sebelumnya. Saya memutuskan membeli gadget tersebut di konter gadget di seputaran warung jambu bogor.

Dengan spek yang cukup mumpuni plus harga yang cukup menarik, akhirnya sore menjelang maghrib, saya menebus satu gadget lenovo S920.

Sampai rumah, istri yang melihat gadget itupun girang. Dengan layar yang mencapai 5.3″, tentunya gadget ini sangat melegakan mata. Apalagi didukung RAM 1GB dan Quad Core 1.2MHz, yang pastinya sangat mendukung kemampuan gadget ini untuk melahap aplikasi-aplikasi terkini.

Istri pun sangat berhati-hati dalam merawatnya. Baterei tidak pernah dibiarkan sampai habis. Begitu menyentuh 15%, langsung dimatikan dan dicharge. Begitu sampai angka 95%, cabut charge dan dinyalakan kembali.

Nah, kejadian kurang menyenangkan terjadi tadi pagi, 11 januari 2014.
Ketika shubuh istri sedang men-charge gadgetnya, baru sekitar jam 5an, istri melihat ada yang kurang wajar di gadgetnya. “Kok lampu warna merah ndak nyala? Aneh ni yah”, kata istri.

Saya pun hanya bisa bilang untuk dinyalain saja gadgetnya.
Benar saja… Ni gadget ndak mau nyala sama sekali. Berulang kali dicoba… Dan dicoba… Lepas baterai… Lepas lagi… Tetap ndak mau nyala.

Akhirnya, daripada pusing, jam 10 saya bawa balik ke konter nya. Saya hanya minta dicheck dan ingin tahu apa penyebabnya.

Oleh pihak konterpun berulang kali dicheck… Sampai ganti baterai dan ganti charger, hasilnya masih sama.
Tapi herannya, kalau baterai dicabut dan gadget di charge… Lampu merah tanda charge menyala. Tapi begitu baterai dipasang, lampu tanda charge pun mati. Terus, teknisi konter pun bilang, “kliatannya sirkuitnya ni pak yang kena”.

Yo wes… Daripada sama-sama pusing, akhirnya gadget istri direplace dengan unit baru. Mengingat kerusakan memang bukan dari usernya. Alhamdulillah.

Thumbs up buat konter gadget nya… Dan lenovo atas produk dan layanannya (via konter yang mereplace gadget).

Semoga kejadian ini tidak berulang ke gadget baru ini.

Semoga.

Persaingan sektor smartphones bakal memanas. Siapa tersingkir?

Dunia smartphones dan OS mobile memanas. Sekarang, pemilik OS mobile terlaris di dunia sudah punya divisi hardware masing-masing. Siapa tidak kenal Apple dengan iPhone yang dipersenjatai dengan iOS.

Siapa menyangsikan kekuatan Google dengan Android, yang sekarang menukangi Motorola. Jangan lupakan raksasa software Microsoft dengan Windows Phone, yang sekarang memiliki Nokia.

Monggo dicermati. 3 perusahaan besar itu adalah pembuat OS mobile yang sekarang sedang mendominasi dunia smartphones.

Nah kalau nantinya Microsoft dan Google akan meng-eksklusifkan divisi hardware (baca: produk smartphones) miliknya alias OS besutannya hanya dipakai di smartphones-nya, seperti Apple…

Saya kok optimis malah akan menambah semarak dunia smartphones.

Lihat saja Canonical dengan Ubuntu Touch-nya, Jolla dengan Sailfish, HTC dan Xiaomi dengan OS barunya. Belum lagi Cyanogen dengan optimisasi OS-nya dan HTC dengan (rencana) OS barunya. Top markotob!!

Melihat background komunitas masing-masing, yang terbukti sangat kuat, maka OS baru pun diyakini akan cepat bermunculan.

Bicara komunitas, jangan dilihat hanya dari jumlah orangnya, tetapi dilihat dari antusiasnya. Benar-benar mendukung jikalau pihak-pihak tersebut akan me-release OS besutannya. Tapi yang pasti, seleksi alam akan berlaku, siapa yang kuat, maka dia yang bertahan. Tapi jangan dilupakan, seleksi alam pulalah yang akan membuat kita semua berubah (bukan evolusi loh…), berubah menjadi kreatif dan inovatif, kalau. Dimana hal ini sudah terlihat di dunia nyata sekarang ini.

Coba tengok kasus Nokia dan BlackBerry. Remuk redam menahan kreativitas dan inovasi dari Apple dan Google.

Well, ini hanyalah opini dari pribadi yang memang hanya suka membaca berita yang tersedia di media online. Tidak ada maksud apa-apa, hanya berusaha untuk menulis sekelumit pendapat yang ingin dikemukakan.

ditulis dengan Nokia C7-00 OS Symbian Belle Refresh dan diedit dengan HP Z820 Workstation.