Arsip Bulanan: April 2018

Pemberian susu formula untuk menambah berat badan bayi yang memiliki berat bayi lahir rendah

31 Maret 2018, saat dirawat di ruang Perina (ruang khusus perawatan bayi baru lahir dengan kondisi yang khusus), adik Fiqa mengalami penurunan berat badan yang cukup banyak bila dibandingkan berat saat lahirnya, dari 2244 gram ke 2015 gram.

Informasi dari suster jaga ruang Perina, adik Fiqa mengalami kondisi yang sebenarnya normal untuk bayi yang lahir prematur, yaitu kondisi dimana kemampuan bayi untuk menyedot ASI dari bunda nya langsung ataupun dari botol, masih belum berkembang dengan baik.

Efeknya adalah, adik Fiqa kekurangan asupan cairan yang berimbas ke penurunan berat badan dan tingkat bilirubin yang cenderung naik.

Berhubung penurunan berat yang mencapai 10% dari berat lahir, DSpA pun meminta ijin kepada kami untuk menambah asupan susu formula, dengan tujuan menambah berat badan adik Fiqa.

Sebenarnya hal ini ingin kami hindari, karena memang keinginan kuat untuk memberikan ASI Eksklusif sampai 2 tahun usianya, seperti yang dulu diberikan ke mas Barra.

Tetapi karena ASI bunda nya juga belum terlalu banyak, sedangkan kebutuhan adik Fiqa juga mendesak, maka dengan berat hati kami memberikan ijin untuk penambahan susu formula.

Dan ternyata, memang susu formula ini sudah dalam bentuk cair, dengan volume 100 ml, dan dibuat khusus untuk meambah berat badan bayi yang memiliki berat bayi lahir rendah, kurang dari 2500 gram.

Sebotol susu formula ini harus diberikan ke adik Fiqa tiap 6 jam berseling dengan ASI di jeda waktu itu. 

Nah, dengan kemampuan minum adik Fiqa max 50 ml, jadi kebutuhan total per hari mencapai 2 botol.

Alhamdulillah kondisi adik Fiqa ini bisa diketahui dan tertangani dengan cepat serta cekatan oleh pihak RS Hermina Grand Wisata.

Semoga ke depannya, adik Fiqa semakin bertumbuh kembang dengan baik dan sehat. Aamiin.

Apa penyebab pecah ketuban dini

Kondisi pecah ketuban yang dialami istri di usia kehamilan 35 minggu, membuat kami bertanya-tanya dan menerka-nerka apa yang menjadi penyebabnya.
Dari beberapa kondisi istri, sebelum mengalami pecah ketuban, mungkin bisa diambil dugaan sementara.
Kondisi istri sebelum mengalami pecah ketuban sebagai berikut :
1. Usia kehamilan 31 – 34 minggu, penyakit asma istri sering kambuh. Bahkan direkomendasi untuk dirawat, karena berat badan istri yang berkurang sampai 3 kg.
2. Usia kehamilan 34 – 35 minggu, istri sering merasa terlalu capek kondisi fisiknya, meskipun tidak melakukan aktifitas yang berat.
2 kondisi yang dialami istri diatas, cukup untuk dijadikan dasar oleh dokter dan suster yang memeriksa, saat menyimpulkan penyebab pecah ketuban.
Meski sebenarnya ada satu lagi dugaan dari petugas medis yang memeriksa istri, yaitu apakah istri mengalami keputihan di beberapa hari terakhir?
Berhubung memang istri tidak mengalami, maka hal itu diabaikan oleh petugas medis.
Tetapi, apapun penyebab pastinya pecah ketuban ini, memang ini adalah Qodarullah yang harus kami jalani.
Semoga dengan adanya kejadian ini, kami sekeluarga, semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Azza wa Jala.
Aamiin.