USG (UltraSonoGraphy) saat Pemeriksaan Organ Dalam untuk Diagnosa Dyspepsia

Di hari kedua dirawat, dokter meminta untuk dilakukan pemeriksaan organ dalam saya.Area-area yang dicurigai bermasalah adalah lambung, hati dan empedu.

Jadi, dari analisa dokter IGD (umum) dan dokter spesialis (Internist) ada sedikit perbedaan.

Mungkin bukan perbedaan untuk lebih tepatnya, tetapi sudut pandang analisa nya agak diperluas.

Dimana pemeriksaan organ dalam ini ada 2 metode secara umum.

  1. USG (UltraSonoGraphy), merupakan salah satu prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga kita, untuk pemeriksaan organ-organ tubuh secara aman (tanpa efek radiasi).
  2. Endoskopi, merupakan salah satu prosedur pemeriksaan medis untuk melihat kondisi saluran pencernaan dengan menggunakan alat endoskop yang merupakan suatu alat berbentuk seperti selang elastis dengan lampu dan kamera optik di ujungnya

Nah… Pemeriksaan awal yang akan dilakukan ini menggunakan metode USG. Yupp… USG seperti pengecheckan ibu hamil. Kalau dari pemeriksaan USG ini tidak bisa diperoleh visual yang bagus, terpaksa dilanjutkan ke metode yang kedua.

Back to topic… Berhubung yang diperiksa adalah organ pencernaan, saya diminta untuk berpuasa makan minum dan hanya diperbolehkan minum air putih saja, selama 6 jam.

Diharapkan dengan berpuasa, visualisasi image organ dalam yang dihasilkan saat USG cukup bersih dari gangguan.

Setelah 6 jam berpuasa, dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore, saya pun dibawa masuk ke ruang radiologi untuk pemeriksaan USG.

Begitu masuk ruangan radiologi, saya pun langsung bisa membayangkan bagaimana perasaan istri saat sedang hamil. Bagaimana perasaan dagdigdug-nya saat masuk ke ruang periksa. Bagaimana dagdigdug-nya saat diperiksa. Bagaimana dagdigdug-nya saat dokter memberitahu hasilnya.

Dan hasil pengecheckan USG menyatakan…

  • Kondisi hati bagus tidak ada permasalahan.
  • Kondisi ginjal bagus, tidak ada visualisasi batu ginjal.
  • Kondisi lambung ada penebalan, menandakan ada infeksi
  • Kondisi empedu kurang bagus, ada visualisasi batu empedu.


Deeeengggggg!!!
Bisa disimpulkan, penyebab nyeri di ulu hati atau perut bagian atas yang saya alami, bukan hanya dari lambung. Tetapi juga berasal dari kantong empedu.

Inilah yang menyebabkan saya sering mengalami sakit nyeri di perut bagian atas.

Jan… Kudu atur pola makan ini. WAJIB!

Ganbatte Kudasai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s