Tentang Dyspepsia

Pertanyaan – pertanyaan ini pun memenuhi rongga kepala saya.

  • Apa sih Dyspepsia itu?
  • Apa penyebabnya?
  • Apa saja gejala-nya?
  • Siapa saja yang memungkinkan untuk mengalaminya?

Nah, kalau ada yang memiliki pertanyaan yang sama, berikut ini adalah beberapa informasi berupa gambar, yang saya kumpulkan dari sebuah komunitas di Facebook – Dyspepsia Support.

Monggo di baca dan dipahami.

*All Pict taken from Dyspepsia Support Community (Facebook)

Info lain yang saya baca dari hasil googling, sebagai berikut :

“Dysepsia adalah sekumpulan gejala berupa nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap atau berulang disertai dengan gejala lainnya seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, kembung, bersendawa, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan dada terasa panas yang telah berlangsung sejak 3 bulan terakhir, dengan awal mula gejala timbul dalam 6 bulan sebelumnya. Gejala – gejala tersebut dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, tentunya termasuk juga di dalamnya penyakit maag, namun penyebabnya tidak harus selalu oleh penyakit maag, oleh karena itu dalam medis untuk menggambarkan sekumpulan gejala tersebut digunakanlah istilah sindrom Dyspepsia.
Faktor penyebab utama Dyspepsia sebenarnya masih terus diteliti oleh para ahli. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dicurigai sebagai penyebab Dyspepsia.

  • Gangguan pergerakan saluran pencernaan seperti gangguan pengosongan dan pengembangan lambung  dapat menyebabkan terjadinya gangguan penyaluran makanan ke usus halus. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya keluhan rasa penuh saat makan, cepat kenyang, mual dan muntah.
  • Saluran pencernaan yang terlalu sensitif terutama lambung dan usus halus terhadap rangsangan pengembangan lambung, asam lambung, asam empedu, dan lemak dapat mengakibatkan timbulnya keluhan nyeri setelah makan, bersendawa, dan mual.
  • Pengeluran asam lambung yang berlebihan dan gangguan pembersihan asam lambung menuju duodenum dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada lambung yang menimbulkan keluhan nyeri pada ulu hati
  • Stres, gangguan cemas dan depresi telah dilaporkan berhubungan dengan penurunan kontraksi lambung dan peningkatan pengeluaran asam lambung oleh karena itu semakin tinggi tingkat stres, maka semakin tinggi risiko untuk mengalami dispepsia
  • Infeksi lambung Helicobacter pylorimungkin mempengaruhi terjadinya kelainan-kelainan pada lambung dan tingkat keparahan gejala dispepsia namun masih belum dapat disimpulkan dengan pasti hubungan yang kuat diantaranya.

Bersumber dari: Dispepsia – Pengertian, Gejala & Pengobatan | Mediskus “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s