Menikmati Dyspepsia yang ke-5 kali di tahun 2017

Setelah seminggu ini berhati-hati dalam pilah pilih asupan makanan dan lainnya, akhirnya badan ini harus menikmati lagi Dyspepsia.

27 Feb 2017, senin malam ba’da Isya’, saya mulai merasakan sakit di ulu hati. Tindakan awal yang saya lakukan adalah minum obat untuk lambung yang ada di rumah, yaitu Mylanta. Kemudian, istri memberi minuman air hangat untuk membantu mengeluarkan asam yang berlebih di lambung.

2 hari sebelumnya, 25 Feb 2017, sabtu malam, saya juga merasakan hal yang sama. Dan tindakan awal yang saya lakukan adalah sama persis seperti itu. Alhamdulillah, tidak sampai 2 jam, saya bisa tidur dan bangun di keesokan harinya dengan rasa nyaman di perut atas.

Ternyata tindakan yang saya lakukan sekarang, tidak memberikan efek yang sama.

Rasa sakit di perut atas terus menerus saya rasakan. Dan puncaknya, istri membawa saya ke IGD untuk dilakukan tindakan medis.

Sesampainya di IGD, langsung tindakan medis dilakukan. Pengukuran tensi dan suhu tubuh dilakukan, sembari kondisi saya diobservasi. Berhubung IGD saat itu penuh, otomatis pemberian tindakan utama diprioritaskan untuk pasien yang memang kondisinya lebih urgent.
Alhamdulillah, tidak sampai 10 menit, saya sudah diberi tindakan penyuntikan obat Omeprazole ke pembuluh darah.

Setelah 3-5 menit, rasa nyeri mulai berkurang meski masih cukup berasa nyeri kalau badan miring ke kiri atau ke kanan. Begitupun kalau perubahan posisi dari tidur ke duduk, nyeri masih terasa di area perut atas.

Satu jam setelahnya, kondisi tubuh sudah jauh lebih baik, meski masih ada beberapa kali rasa nyeri muncul.

Karena dirasa sudah membaik, maka dokter mempersilahkan saya pulang. Dan dengab pertimbangan harus menjemput mertua di keesokan harinya, saya memutuskan pulang dan rawat jalan saja.

Dalam perjalanan pulang, saya merasakan rasa nyeri itu mulai terasa lagi, saya tahan sampai akhirnya saya langsung tertidur setelah sampai di rumah. Sengaja memang untuk tidak memberitahu istri.

Jam 2300an, saya terbangun dan mulai menggeliat kiri dan kanan. Dan puncaknya, di jam 0015an, istri terbangun dan cukup kaget melihat kondisi saya yang mojok dengan memegangi perut.

Tanpa babibu, langsung dibawa ke IGD lagi dan di proses untuk rawat inap, daripada terjadi sesuatu yang diluar kemampuan penganganan istri di rumah.

Dan… Inilah hasilnya. Rawat inap di ruang kelas utama, meski kalau ada kelas dibawahnya kosong, kudu pindah ke situ 😁😁

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s