Tamiya Dash #3 – Shooting Star edisi 2016

Akhirnya, at last. Saya bisa membeli seri Dash Yonkuro #3, Shooting Star.

Ini satu-satunya seri yang belum sempat saya miliki dari awal kenal dengan mainan model mobil Tamiya di tahun 1990… Saat masih bersekolah dasar di Madiun.

Seri Dash #1 – Emperor; Seri Dash #2 – Burning Sun, saya punya yang versi Dash #02 – Neo Burning Sun; Seri Dash #4 – Cannon Ball; dan terakhir seri Dash #5 – Dancing Doll.

Selain itu saya juga pernah koleksi seri Avante. Lumayan lah untuk kolektor pemula seperti saya, saat itu.

Tapi semua itu tinggal kenangan juga sih. Lah, barangnya sudah tidak berbekas sekarang. Rata-rata hancur karena dibuat mainan oleh adik Barra.

Agak nyesek juga sih ketika melihat Neo Burning Sun menghajar tembok dan patah😦

Lumayan miris juga saat melihat Cannon Ball mengalami nasib yang sama😦

Seri yang lain pun sama. Entah itu hancur atau komponen nya banyak yang hilang.

Yo wes lah. Saya ndak mau cerita itu. Cukuplah kenangannya buat saya pribadi dan adik Barra🙂

Balik ke topik awal.

Dash #3 – Shooting Star, saya dapat saat berkunjung ke Jepang. Jadi ini adalah versi Jepang, yang notabene harganya masih terhitung murah kalau dirupiahkan. Sekitar 600an Yen atau sekitar Rp. 80an ribu. Jelasnya, lihat saja price tag nya. Sengaja ndak dilepas🙂

Puas… Sudah pasti. Meski ada sedikit ganjalan setelah unboxing. 

Yang pasti, frame nya sangat berbeda dengan seri tamiya tahun 90an.

Kalau dulu frame nya menyambung dari depan sampai belakang, sekarang terpisah dan terbagi menjadi 3 bagian. Bumper depan – frame tengah – bumper belakang.

Intinya sih, kalau boleh jujur, IMHO, masih lebih baik konstruksi mobil tamiya yang versi awal. Bisa jadi karena saya orang jadul sih ya. Tapi, menurut saya lebih proporsional antara area depan dan belakang.

Dan untuk penggerak 4WD, seri dulu, ada tuas yang menghubungkan roda depan dengan roda belakang atau sebaliknya. Model sekarang, itu semua langsung dihubungkan oleh dinamo nya. Terlihat posisi dinamo ada ditengah frame, bukan di belakang atau di depan area mobil nya. Cukup signifikan bedanya. 

Trus bagaimana dengan kemampuan dinamo standar nya? Well… Saya juga ndak bisa membandingkan. Koleksi saya cuma ada satu ini, lha wong yang lain sudah ndak jelas juntrungannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s