Curahan hati

Setelah 7 tahun tinggal di bogor, per tengah tahun 2014 kemarin saya sekeluarga resmi jadi penghuni “planet” bekasi. Dan memang wajar adanya apabila muncul berbagai meme yang menyindirkota bekasi,termasuk iklan indosat baru-baru ini.
Bukan bermaksud melecehkan atau merendahkan suasana di bekasi, tapi ini adalah pengalaman pribadi yang notabene belum tentu dirasakan oleh orang lain.
Dari yang jatuh dari motor sampai merawat istri malam-malam ketika asma nya kambuh.
Ya… 7 tahun di bogor, yang keseharian saya juga naik motor ke terminal baranangsiang dan kadang ke cibinong, untuk berangkat kerjake jakarta, alhamdulillah yang namanya kecelakaan sepeda motor belum pernah saya alami.
7 tahun di bogor, yang namanya asma kambuh, itu tidak pernah terjadi.
Begitu pertengahan tahun 2014 pindah ke bekasi… Saya, alhamdulillah, dapat teguran dengan kecelakaan sepeda motor, selip ban ketika mengerem mendadak karena ada yang memotong lajur berkendara saya.
Alhamdulillah juga, asma istri kambuh bahkan sudah 2x.

Selain itu, 7 tahun di bogor, yang namanya berangkat kerja, pasti setelah sholat shubuh, sebelum anak-anak bangun tidur. Pulang kerja pun demikian. Ba’da maghrib menjelang isya’ baru bisa menjejakkan kaki dihalaman rumah.
Begitu pindah ke bekasi, alhamdulillah saya berangkat kerja setelah jam 6pagi dan masih bisa mengantar anak sekolah dan bercanda dengan keluarga. Pulang kerja pun demikian. Sampai rumah sekitar jam 5sore, masih bisa bermain dengan anak-anak dan mengajari mengerjakan PR sekolah. Alhamdulillah.

Memang dalam berbagai hal, pasti ada sisi menguntungkan dan sisi merugikan. Tergantung kita memandang dari sisi mana yang kita harapkan.
Seperti saat ini pun, kalau saya ditanya, enak mana tinggal di bogor atau di bekasi? Jujur saya masih senang tinggal di bogor. Meski saya terbebani karena rutinitas dan perjalanan jauh,tetapi melihat istri dan keluarga sehat dan senang merupakan obat lelah yang sangat nikmat untuk saya.
Tetapi kondisi sekarang pun sama. Meski saya terbebani dengan bayang-bayang perjalanan di bekasi crowded dan kesehatan istri yang kadang kambuh, tetapi melihat senyuman istri dan anak-anak ketika mengantar saya berangkat kerja ataupun melihat saya pulang kerja dan melihat kepuasan anak ketika dibantu belajar, merupakan obat lelah yang sangat kuat untuk saya.

Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s