Pilih mana, motor dual shock atau monoshock?

Hanya share pengalaman, tanpa bermaksud menyinggung salah satu atau salah dua brand. Sekali lagi ini hanya share pengalaman.
Setiap selasa, istri selalu membutuhkan sepeda motor untuk mengantar kakak untuk kursus balet di seputaran warung jambu. So, setiap hari selasa pula saya selalu naik ojek untuk pergi ke stasiun cilebut untuk berangkat kerja.
Berhubung saya tidak ada langganan ojek, yah… siapapun tukang ojek yang ada, ya itulah yang dapat rejeki. Setiap motor ojek yang saya naiki, pasti saya bandingkan dengan motor saya. FYI, motor saya adalah Honda Vario Techno 125 CBS.
Kenapa dibandingkan? Ya karena namanya konsumen, saya selalu menginginkan yang terbaik. Perbandingan pun hanya sebatas kenyamanan. Bukan di performa. Kenapa? Karena percuma. Lah wong jalur trayek perjalanan saya hanya 5km dari rumah dan berupa jalan kecil serta banyak hambatan lubang dan polisi tidur, yang nota bene ndak mungkin ngebut dan berlagak pembalap motoGP.
Berikut beberapa motor yang sempat saya rasakan.
Yamaha Jupiter Z “burhan”. Dengan dual shock, motor ini memang stabil. Shocknya ndak keras dan manuver pun memang lebih stabil. Pantat juga ndak terlalu sakit ketika melewati jalan berlubang.
Yamaha Jupiter MX. Dengan monoshock, motor ini berasa empuk ketika jalan lempeng bin lurus bin halus. Tapi ketika melewati jalan lubang, terasa sekali goyangannya alias kurang stabil.
Honda Verza. Dual shocknya memang mantab. Apalagi ini motor memang motor batangan. Cocok buat jalan kondisi seperti ini. Bantingannya enak dan buat manuver stabil untuk jalan bergelombang dan berlubang.
Honda Beat. Dengan single/monoshock, terasa kalau ini motor kurang nyaman dipakai manuver di jalan berlubang. Tapi begitu jalan halus, akselerasinya sangat membantu mengejar waktu.
Yamaha Mio. Single/monoshocknya sebelas duabelas dengan Honda Beat. Kurang nyaman buat manuver di jalan berlubang. Tapi begitu jalan halus, lumayan bersaing dengan Honda Beat.
Honda Vario Techno 125 CBS. Kenyamanannya setipe dengan motor-motor single shock lainnya. Nyaman buat jalan halus, berkat akselerasinya. Tetapi kurang bersahabat ketika jalan berlubang.
Nah, dari beberapa motor itu, saya berkesimpulan sendiri bahwa motor terbaik untuk tipe kondisi jalan di indonesia sebenarnya adalah motor dual shock, apapun brand motornya. Kestabilan manuver motor dapat dirasakan dari dual shocknya. Ditambah pengaruh dari dimensi dan ketebalan serta empuknya jok sepeda motor, membuat motor dual shock lebih nyaman untuk digunakan.
Sekali lagi, saya bukan ahli soal sepeda motor. Saya bukannya ikut latah membicarakan soal dunia motor. Tapi ini memang murni dari pengalaman yang saya alami tiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s