APTB itu transportasi umum… bukan pribadi

sejak launching di bulan maret 2013, memang terasa sekali peningkatan penumpang APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi jalur Bus transjakarta) jurusan bogor – jakarta (rawamangun). awal-awal launching, penumpang hanya berkisar di bawah 10 orang per keberangkatan dari bogor, untuk jadual pertama dan kedua. tapi itu hanya cerita masa lalu. sekarang, pihak operator APTB mulai memanen pendapatan yang tidak sedikit. penumpang pun berkisar di angka minimum 32 orang, sesuai jumlah kursi yang ada. itupun banyak penumpang yang rela berdiri atau lesehan, demi berangkat ke tempat kerja di jakarta. jadi, kondisi yang dulu sepi dan terhitung nyaman untuk penumpang, mulai berdesakan dan membuat kondisi menjadi kurang nyaman.

dan kondisi itu kok ya diperparah dengan segelintir penumpang yang, maaf, terkesan kurang berempati dengan kondisi ini.

saya melihat dengan mata kepala sendiri, ada penumpang perempuan, sebut saja si A, yang mencarikan tempat duduk untuk rekannya yang masih menunggu di tempat lain. okelah kalau rekannya itu termasuk penumpang prioritas, tapi begitu rekannya naik… ternyata seorang laki-laki yang terhitung muda dan segar bugar. jadi geleng-geleng sendiri.

jadi… saat si A ini naik, dia menaruh tas di kursi sebelahnya, yang dimaksudkan untuk membooking kursi itu untuk rekannya. nah, tidak lama kemudian ada seorang perempuan naik dan ingin duduk di deret kursi yang dibooking itu. tetapi oleh si A, perempuan ini diminta untuk duduk di kursi lain yang memang juga kosong. so… masalahnya apa??

masalahnya adalah… kursi kosong yang ditunjuk si A merupakan deret kursi yang (kebetulan) laki-laki semua. sedangkan kursi yang dibooking itu ada si A dan penumpang laki-laki lain. nah, kalau logika saya, wajarlah perempuan ini ingin duduk didekat perempuan juga.

beliau ingin duduk bersebelahan dengan sesama perempuan yang notabene membuatnya nyaman dan tidak merasa risih. eh, malah oleh si A diminta duduk di kursi lain. mungkin bagi sebagian orang, hal ini sih tidak dijadikan masalah. tetapi coba bayangkan kalau itu anda sendiri dan duduk berada di tengah-tengah lawan jenis anda. kalau saya sih bakal rikuh dan tidak nyaman.

yah, semoga hal-hal seperti ini bisa diminimalisir di kemudian hari dengan upaya dari pihak operator bus APTB yang bermaksud menambah jumlah armada, dari 10 bus menjadi 15 bus, dengan jadual yang lebih dekat jaraknya.

mohon maaf. ini hanya opini pribadi. tidak ada tendensi apa-apa dan tidak bermaksud menyinggung siapapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s