jika sang buah hati terkena flu singapura…

Hari minggu, 10 maret 2013, adik barra menunjukkan sikap yang aneh dari pagi hari. Sikap periang dan aktif yang biasanya ditunjukkan adik, sama sekali ndak terlihat. Malah kebalikannya semua. Murung… Pendiam… Dan lemas. Bunda yang melihat kondisi ini langsung tanggap.
Kondisi adik pun langsung diperiksa, terutama mulutnya. Kenapa mulutnya? Karena adik selalu menolak kalau disuapi makanan dan selalu menunjuk bibirnya sambil menangis. Nah, setelah dicheck, ternyata banyak “bibit” sariawan yang muncul di bibir bawah.
Langsung saja, bunda mengambil mycostatin, obat sariawan untuk anak. Setelah diberi 1ml, dioleskan ke bibir bawah, dan dibiarkan 5menit, adik pun mulai mau disuapi. Alhamdulillah.
Nah, permasalahan mulai bertambah setelah siang hari.
Ketika adik tidur siang, secara tidak sengaja bunda memperhatikan telapak tangan adik. Ternyata ada beberapa bintik-bintik merah, yang tidak terlalu banyak dan samar-samar.
Karena bunda pernah diskusi dengan saya perihal tanda-tanda penyakit flu singapura, langsung yang terpikir di kepala bunda adalah adik barra terinfeksi virus flu singapura.
Sebenarnya agak panik waktu itu. Karena berhubung saat itu hari minggu, dan dokter anak jaga di RSIA Hermina sudah tutup praktek, mau tidak mau harus ke IGD kalau mau tetap ke RSIA Hermina. Tapi, salah satu tetangga menyarankan agar tidak usah terburu-buru ke dokter. Yang penting jaga asupan cairan agar tidak dehidrasi. Tidak makan pun tidak mengapa, yang penting cairan tubuh tidak berkurang.
Akhirnya saran tetangga dipilih oleh kami berdua, tapi kami tetap akan konsultasi ke DSA di hari berikutnya. Berbagai cara kami upayakan agar adik mau makan dan minum. Alhamdulillah, untuk asupan cairan berupa susu formula masih bisa masuk dengan lancar, tetapi untuk makannya ini yang bermasalah. Sedikitnya memang, urusan makan ini agak terbantu dengan pemberian mycostatin setiap sebelum makan. Tapi mikir juga loh, aman ndak ni obat?
Keesokan harinya, mau tidak mau saya ijin dari kantor, karena DSA praktek dari jam 1600 – 1900 wib, sedangkan jadual pulang sampai di rumah, khusus hari senin, lebih dari jam 1815. Kuatirnya, tidak bisa menyesuaikan dengan schedule DSA, makanya saya terpaksa ijin untuk pulang lebih cepat.
Dan ketika sudah berkonsultasi dengan DSA, ternyata benar kalau adik barra terinfeksi virus flu singapura dan masih dalam tahap awal, belum sampai level mengkuatirkan. Terlebih ketika di check, kondisi adik masih cukup cairan tubuhnya.
Karuan saja, saya dan istri sangat senang. Ternyata apa yang kami lakukan sebagai tindakan awal, bisa meminimalisir penyakit yang diderita adik. DSA pun menyarankan agar pemberian mycostatin tetap diberikan sampai sariawan, di bibir adik, sembuh. Sedangkan obat dari DSA hanya satu macam, yaitu antivirus flu singapura.
Dan tidak sampai 1minggu kedepan, adik pun sudah sehat dan mulai back to normal. Alhamdulillah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s