ketika bunda melakukan perpanjangan SIM C…

mau sharing sedikit tentang pengalaman istri (bunda) ketika melakukan perpanjangan SIM C di polres bogor. rada telat sebenarnya kalau saya share di blog ini, karena kejadiannya hampir 2bulan lalu.

tidak terasa SIM C bunda sudah kadaluarsa alias tidak berlaku dari bulan nopember tahun lalu. bunda sendiri juga ndak ngeh kalau SIM C nya sudah mati (apalagi saya kan…). lah naik motor saja jarang-jarang, berhubung kehadiran buah hati yang kedua. so… totally di rumah dan hanya akan berpergian kalau saya ada di rumah. dan yang kebetulan lagi, SIM C ini masih terbitan dari kota asal bunda alias nun jauh di kampung sana. wuih tambah mumet deh.

singkat cerita… ketika tahu kalau ternyata SIM C bunda masih bisa diajukan perpanjangan untuk dimutasikan ke bogor, bunda girang banget.

“ya deh ayah… perpanjang aja lah. masak bikin baru lagi. kan repot ntar. yang jagain adik barra siapa…? trus kalau adik mo minum ASI gimana??? iya kalau bunda lagi ndak disuruh test… kalau lagi test terus adik nangis gimana??? kasihan kan…???!!!”. sumpahh… bawel banget deh😀😀

sesegera mungkin persyaratan untuk perpanjang SIM dipersiapkan. antara lain foto copy KTP domisili sekarang dan foto copy SIM C. yup… hanya dua berkas itu sudah cukup. tapi berkas itu harus dikirim ke kota asal, untuk dilakukan cabut berkas SIM. mau kirim berkas lewat pos, bisa. mau kirim lewat paket, bisa. mau cuma di fax, juga bisa. dan… untuk melakukan cabut berkas di kota sana, dengan sangat terpaksa minta bantuan dari mertua untuk mengurus semuanya, berhubung kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan cabut berkas sendiri🙂

nah, setelah berkas SIM sudah ada di bogor, di hari sabtu… setelah selesainya jadual latihan balet kakak ara… kami sekeluarga pun pergi ke polresta bogor di daerah kedung halang. bukan untuk piknik ya… tapi mengantar bunda untuk mendaftarkan berkas dan perpanjang SIM C🙂

begitu sampai di polresta, begitu melewati pos penjagaan…

“selamat pagi pak. ada perlu apa?”

“pagi pak… saya lagi mengantar istri untuk perpanjang SIM. kebetulan sudah lewat waktunya.”

“oh… sudah tahu tempatnya pak? kalau boleh tahu lewatnya sudah berapa lama yah?”

“sekitar 4bulan pak. bagaimana tuh pak…? masih bisa kan? karena kemarin saya sudah cari informasi kalau belum ada satu tahun, itu masih bisa dilakukan perpanjang SIM.”

“oh… silahkan dicoba saja pak. lebih baik kalau nanti bagian pelayanan SIM yang menjelaskan. nanti bapak lurus saja… mentok. kemudian belok kiri. disitu bagian pelayanan SIM.”

“oke pak… terima kasih.”

sambil jalan… terlihat persiapan-persiapan dari bagian pelayanan SIM yang sedang mengatur lokasi untuk ujian praktek SIM C. terlihat balok-balok kayu dan cone yang terjejer rapi membentuk lintasan. melihat hal itu bunda jadi ngeper… “ayah, kalau perpanjang ndak ikut test kan??? bunda kagok nih… dah lama ndak naik motor”. “santai bun… kalau perpanjang SIM, itu tidak ada kewajiban untuk ikut test teori maupun praktek. cukup test kesehatan. selebihnya tinggal bayar di loket bank… isi formulir… dan antri foto. beres deh!”

waktu ketika bunda masuk dan melakukan test kesehatan, sekitar jam 1030an. selesai test kesehatan, yang hanya memerlukan waktu 5menit (plus antrian), langsung menuju ke loket bank. berhubung loket tutup jam 1100 dan adik barra mulai rewel, maka saya dan kakak ara yang menuju loket, sedang bunda dan adik barra menunggu di kursi tunggu. lumayan sih… paling juga butuh waktu sekitar 10menit (plus antri lagi). selesai pembayaran… maka berkas SIM lama dan bukti test kesehatan serta bukti pembayaran diserahkan ke loket pelayanan SIM. yang letaknya tidak jauh dari loket bank. nah… yang rada lama adalah menunggu waktu panggilan untuk mengisi formulir. karena isi formulir masih manual, alias tulis tangan… dan karena ruangan yang terbatas, maka antrian untuk isi formulir ini pun cukup lama, sekitar 20menit.

dan ketika nama bunda dipanggil untuk isi formulir… saya pun bilang ke bunda. “bun… adik dibawa aja. ntar bunda liat deh perlakuan petugasnya kalau bunda bawa anak kecil.”

“emang kenapa ayah… ndak ah. bunda ribet ntar kalau harus ngisi formulir sambil jagain adik…”

“udah… gendong aja adik. tuh dah dipanggil lagi.” dengan rada jengkel, bunda pun masuk ke ruangan untuk mengisi formulir. eh… ternyata kakak ara juga maksa ingin ikut bunda. yo wes… ayah jadi merdeka deh😀😀

dan… tidak sampai 10menit, bunda keluar dengan senyum lebar di bibirnya.

“gimana bun… beres kan???”

“ya beres lah. wong bukan bunda yang ngisi… tapi petugasnya. trima beres dah :) “

“nah… benerkan ayah bilang. pasti beda deh perlakuan kalau bawa anak kecil. ntar kalau foto… adik gendong aja lagi. ntar juga diduluin🙂 “

berhubung antrian berikutnya adalah foto… dan waktu sudah memasuki sholat dzuhur, saya dan kakak ara pun pergi ke musholla untuk melakukan sholat sambil menunggu bunda selesai antri foto. dan… ternyata ndak sampai 10 menit, bunda sudah menyusul ke musholla sambil senyum-senyum lagi. dan… tebakan saya benar lagi!!! bunda dipersilahkan untuk foto terlebih dahulu, dibandingkan dengan pemohon lain.

tanpa bermaksud mengeksploitasi anak… tapi karena memang ada tanggungan karena adik barra masih menyusui, dan waktu bunda melakukan proses perpanjangan SIM adalah waktu adik barra untuk istirahat… mau tidak mau, adik barra harus ikut terus sama bunda. yang penting… SIM C sudah selesai, dan tanggungan bunda ke adik barra juga terpenuhi🙂

yup… itu sekelumit cerita ketika bunda sedang melakukan perpanjangan SIM C di polresta bogor.

2 thoughts on “ketika bunda melakukan perpanjangan SIM C…

  1. saya dikerjain polisi di samsat corner sun plaza. mati cuman 11 hari dia minta 300,000 + tes kesehatan 25,000 dan dengan bodohnya saya acc

  2. wah… kalau itu si polisi memang cari duit bu. lah wong pembuatan SIM resmi ndak sampai 300rb kok. apalagi hanya perpanjang. lebih irit lagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s