masih kecil dituntut perfect??? pliss deh…

ketika perlombaan fashion show busana adat itu… saya melihat berbagai situasi yang menarik. salah banyaknya adalah… tidak sedikit anak-anak yang mogok untuk naik panggung dan berlenggak lenggok di “catwalk”, bahkan ada yang sampai menangis meraung-raung karena dipaksa oleh orangtua atau pendampingnya. terlihat roman muka yang jengkel ketika anaknya tidak mau naik ke “catwalk” bahkan tidak sedikit yang terlihat marah atau ngomel bahkan “mengancam” anaknya kalau tidak mau naik ke panggung.

memang sih… anak-anak itu akhirnya naik ke panggung. tapi dengan ditemani bunda atau pendampingnya. wuih… kalau saya dan istri… pasti ogah tuh. jelas malu lah. potongan peragawan atau peragawati saja ndak punya… ini disuruh berlenggak lenggok juga di atas panggung. ntar kalau menang kan repot😀😀

saya dan istri pun bersyukur… karena kakak ara sudah terbiasa “manggung”. apalagi dari awal… kakak ara sudah dibiasakan untuk mandiri, tanpa intervensi dari saya atau istri. mungkin hanya awalan saja yang kakak ara perlu untuk didampingi. wajar, karena kakak ara masuk ke dunia yang baru menurut dia. bertemu dengan orang-orang yang masih asing. seperti awal-awal masuk ke kelas balet, ketika kakak ara berumur 3 tahun 2 bulan🙂

sampai saat ini, dengan berbagai aktifitasnya, kakak ara sudah terbiasa tampil di depan publik, terutama ketika pentas balet di beberapa tempat di bogor maupun di jakarta. pada lomba kali ini pun, saya dan istri hanya mengingatkan ke kakak ara agar tersenyum. mendapat piala atau tidak… itu urusan nanti.

kakak ara tidak terlihat canggung. bahkan dari gesture tubuhnya, terlihat enjoy, menikmati sekali. senyum pun tidak dipaksakan. mengalir apa adanya. kakak ara dengan pede berlenggak lenggok di “catwalk”. senyum pun mengembang sempurna di bibir kakak ara. rute di “catwalk” pun dilalap habis oleh kakak ara. tapi kakak ara hanya melakukan sekali rute saja. padahal syaratnya harus dua kali bolak balik ke depan, di hadapan dewan juri. nah melihat itu, saya cuma tersenyum… istri pun sembari menggendong adik barra juga tersenyum. eh… malah guru-guru dan beberapa panitia yang antusias ngasih kode ke kakak ara untuk berbalik dan memberi hormat lagi ke dewan juri.

melihat itu, kakak ara malah bingung. lah yang ngasih kode banyak banget. mana yang diikuti… mana kodenya beda-beda lagi. yang satu menganyunkan tangan berputar agar kakak ara berputar lagi… yang lain meminta kakak ara untuk memberi hormat… yang lain memberi kode untuk say good bye. alhasil, kakak ara pun melongo dengan suksesnya dan malah berjalan balik, turun dari panggung😀 puas saya melihat itu :) 

dalam hati… inget euy… umur kakak ara sekarang masih 4 tahun 3 bulan. biarin sajalah. namanya juga lomba buat tingkat anak TK… taman kanak-kanak loh. masa harus berlenggak lenggok ala profesional… harus tampil sempurna… harus mendapat nilai tinggi dari dewan juri. so… biarkan mereka berekspresi dan bereksplorasi semampu mereka. nikmati saja. lah buktinya saya dan istri senyum-senyum melihat tingkah laku kakak ara :) tapi overall saya dan istri puas dengan pencapaian kakak ara, meski tidak memenangkan piala. cara kakak ara untuk meredam sifat malu… tampil berani di depan publik… itu sudah juara, menurut saya dan istri.

intinya sih menurut saya… anak-anak mempunyai dunia mereka sendiri. kita tidak bisa memaksakan apa yang tidak dikehendaki oleh anak-anak kita. biarkan apa adanya tanpa intervensi, kecuali menjurus ke level yang berbahaya. kita hanya bisa mengarahkan dan membimbing agar mereka bisa menikmati dunianya. pastinya apa yang kita paksakan akan tidak berjalan dengan mulus kalau anak kita juga tidak sepaham dengan kita. nah… bagaimana mau mereka paham… namanya juga masih anak-anak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s