Ganti ban belakang tubeless Honda Vario 110

Minggu, 19 Februari 2012, akhirnya kesampaian juga untuk mengganti ban belakang si merah Honda Vario 110.

Dari postingan yang pernah saya buat dulu (lihat disini), Vario ini saya ganti ban tubeless merek FDR sportXR dengan ukuran 90/80 untuk depan dan ukuran 110/80 untuk belakang.

Untuk kali ini, saya mengganti hanya ban belakang, dengan ukuran yang saya perkecil lagi, menjadi 100/80 dengan merek FDR Genzi.

Seperti yang terdahulu, saya pergi ke tempat tambal ban di depan komplek rumah, dan langsung minta untuk ganti ban belakang serta mengganti pentil tubeless untuk kedua-duanya karena terlihat karet di sekitar pentil yang sudah retak-retak terkena panas dan dingin cuaca.

Dan, tidak sampai satu jam, urusan penggantian ban sudah beres. Honda Vario 110 Absolute Matic ini pun siap saya ajak untuk melanglang buana.

Sebenarnya saya rada heran dengan ketahanan ban belakang FDR yang saya pakai ini

. Karena, apabila dibandingkan kondisi alur ban depan dengan ban belakang, terlampau jauh beda.

Ban depan masih bagus kondisi alurnya, sedangkan ban belakang benar-benar sudah habis alurnya.

Padahal asumsi saya, ban ini seharusnya minimal bisa 2 tahun-lah usia pakainya, tapi ini kok cuma 1,5 tahun terhitung dari penggantian ban sebelumnya.

Yang pasti, selama 1,5 tahun itu, saya menggunakan motor ini setiap hari kerja dengan menempuh perjalanan minimal 45km per harinya.

Apalagi kalau saya lagi kumat untuk melaju langsung dari Bogor ke Jakarta langsung dengan motor.

Mungkin banyak faktor yang mempengaruhi juga sih. IMHO, secara beban yang ditanggung oleh ban belakang memang “gila-gilaan”.

Dengan posisi mesin yang ada di belakang, mau tidak mau ban belakang akan menerima beban yang lebih besar dibanding ban depan.

Begitu juga berat tubuh dari biker-nya, terlebih postur saya yang luar biasa hebohnya ini, pastinya ditanggung oleh ban belakang.

Jadi ya wajar sebenarnya kalau ban belakang bakal aus lebih dulu.

Yang pasti, impresi saya setelah melakukan pergantian ban belakang, tarikan atau aselerasi mesin terkesan lebih responsif dan enteng. Konsumsi BBM juga lebih irit dibandingkan sebelumnya.

Entah karena bidang gesek yang berkurang atau bagaimana, tetapi yang pasti, FDR Genzi ini terasa lebih licin ketika menikung. Mungkin karena peruntukannya yang harusnya untuk kondisi kering, tapi saya pakai untuk kondisi harian yang tidak tentu cuacanya.

Yo wes, yang penting hati-hati dan berdoa sebelum berkendara. InSyaaAlloh akan selamat sampai di tempat tujuan.

Aamiin!!!

Iklan

12 thoughts on “Ganti ban belakang tubeless Honda Vario 110

  1. fandi Penulis Tulisan

    kebetulan saya beli dari koperasi perusahaan.
    pas lagi butuh… ternyata di koperasi tersedia.
    ya sudah… bungkus!!!

  2. fandi Penulis Tulisan

    waduh… berapa yah? lupa masbro. maklum ambil di koperasi di tempat kerja πŸ™‚
    kira-kira sih 220rb atau 230rb. itupun sistem kredit πŸ™‚

    jujur lupa masbro. maaf…

  3. hi hi hi

    load ban belakang besar bro, makanya cepet habis. gw biasanya satu ban depan ganti bisa 2-3 ban belakang sdh ganti.

  4. fandi Penulis Tulisan

    maaf… baru di respon masbro πŸ™‚
    betul masbro… ini saja ban belakang sudah mulai halus, pun demikian yang depan.
    mana musim penghujan begini… bahaya kalau manuver “gila” πŸ™‚ πŸ™‚
    saatnya akhir tahun ganti dua-duanya nih πŸ™‚

  5. fandi Penulis Tulisan

    Maaf saya kurang begitu tahu. Tapi, monggo dilihat jenis alur di ban nya sendiri. Kalau alur samping terhubung dengan alur yang di tengah, maka ban itu dapat digunakan di semua cuaca.
    Kalau termasuk ban licin atau tidak, sepengalaman saya menggunakan FDR, tidak ada kendala berarti untuk saya pribadi.

  6. yongki

    fdr genzi ga bgs. saya pake di vario 6 bln dah kudu tambal ban, bnyk bocor kecil2. dikasi tekanan angin tlalu gede motor jd liar. akhirnya kembali ke fdr sporty xr aja. 120/80.

  7. fandi Penulis Tulisan

    Saya pernah pakai untuk yang belakang. Untuk grip ke jalan memang lebih optimal, tetapi untuk aselerasi akan berkurang. CMIIW.
    Untuk terlalu besar atau tidak, itu kembali ke selera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s