dies untuk mesin DC 350T tapi di inject di mesin DC 650T… trus piye???

minggu kemarin, saya mendapat study kasus yang, jujur saja… membuat saya pusing. study kasusnya sih sebenarnya sederhana. tetapi solusinya yang tidak bisa sesederhana yang diinginkan. nah… tentang apa sih??? kok sampai segitunya…?

berikut ini pertanyaannya…  bagaimana kalau dies yang ada, yang seharusnya di-inject di mesin DC 350T… tetapi karena loading untuk mesin DC 350T penuh… dan loading yang tersisa hanyalah di mesin DC 650T… kira-kira bisa atau tidak kalau dicoba untuk naik kelas yah…? jawabannya bisa!!! tapi dengan catatan🙂

nah catatannya apa saja…??? ini yang rada susah menjelaskannya. intinya sih, sebenarnya hanya mengupayakan stroke dan pressure yang bekerja di dies, itu sesuai dengan spesifikasi dies yang sudah dirancang sedemikian rupa.

ada dua kategori yang harus dilakukan adjusment atau penyesuaian. dan kedua-duanya ini membutuhkan effort yang berat, mengingat loading pekerjaan yang tinggi dan pengertian teknis dari dua kategori ini. dan karena menyangkut cost… maka perlu dilakukan perhitungan yang mendetail dan jelas.

mesin

karena design awal dies diperuntukkan di mesin DC 350T, maka harus ada beberapa adjusment di mesin DC 650T… yang bertujuan untuk mengkondisikan dies itu bisa disetting (atau agar plug ‘n play) di DC 650T. adapun beberapa area yang harus di adjust meliputi :

  • perubahan accumulator pressure, bisa dinaikkan atau diturunkan ataupun tetap. kecenderungannya lebih baik diturunkan.
  • perubahan panjang plunger sleeve, untuk mendapat stroke yang sesuai.
  • perubahan diameter plunger tip, untuk mendapat filling ratio yang sesuai.
  • pergeseran posisi hole molten di plunger sleeve, dilakukan apabila panjang plunger sleeve bisa dimodifikasi.
  • pergeseran holding furnace, untuk menyesuaikan dengan hole molten di plunger sleeve.
  • modifikasi panjang plunger rod, untuk menyesuaikan panjang plunger sleeve dan posisi hole molten.

dies

sedangkan di dies, adjusment yang dilakukan sangatlah tergantung dari adjusment yang diterapkan di mesin. apabila adjusment di mesin sudah mencukupi kebutuhan atau mengakomodir kebutuhan dies… maka adjusment di dies tidak perlu dilakukan. dan… apabila tetap diperlukan, berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan penyesuaian :

  • perubahan tebal fix body, untuk menyesuaikan stroke plunger tip dan filling ratio serta menjaga die height yang sesuai dengan spesifikasi mesin.
  • perubahan dimensi short sleeve, untuk menyesuaikan stroke plunger tip dan filling ratio.
  • perubahan dimensi distributor, untuk menyesuaikan stroke plunger tip dan filling ratio.
  • perubahan projection area, untuk mengoptimalkan pressure yang diterima oleh dies.
  • perubahan gate area, untuk menjaga speed injection yang diakibatkan oleh pressure yang besar.

nah… kalau ternyata adjusment yang dilakukan tidak bisa diterapkan atau dengan kata lain gagal dilakukan… maka kesimpulannya adalah perpindahan dies dari mesin DC 350T ke DC 650T TIDAK BISA dilakukan!!! alias harus investasi lagi… baik di mesin DC-nya, entah membeli mesin baru atau bekas😛 … atau dies-nya, dengan pembuatan multi atau family cavities.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s