korban pembangunan jalur busway kampung melayu – pulogebang

ketika pemerintah DKI memutuskan membangun jalur busway (entah koridor berapa) antara kampung melayu – pulogebang… ada perasaan yang separo menerima dengan senang hati dan separo lagi menolak mentah-mentah. yah… senang juga, karena pemerintah sudah menyediakan sarana transportasi yang layak (semoga saja maintenance teratur, meski saya pribadi sangat pesimis) tapi di satu sisi… rada miris juga, karena bakal mematikan atau minimal mengurangi pendapatan angkutan yang melintas di jalur busway tersebut. yang ujung-ujungnya pedagang asongan juga turut merugi… dan pengamen juga turut menderita.

tapi… begitu pembangunan jalur busway dilaksanakan… wuih… rasa tidak ikhlas akan pembangunan jalur busway ini semakin bertambah. lah… itu pohon-pohon rindang di bagian tengah… sepanjang jalur antara buaran sampai mal citra klender dibabat habis!!! itu semua dilakukan demi penambahan jalur busway. kok yo mekso sih!!! sudah tahu jumlah lajur jalan cuma ada dua lajur… eh ini dipaksa ada lajurnya busway. padahal butuh berapa lama pohon-pohon itu untuk tumbuh dan rindang seperti sebelumnya?

apalagi kalau kondisi siang hari… panas terik tanpa adanya pohon, sangatlah berasa… tidak ada lagi tempat untuk meneduh, ketika berhenti sejenak untuk menyeberang. dan yang belum terbayangkan adalah kondisi ketika musim penghujan sudah tiba. semoga saja tidak terjadi banjir atau air tergenang di jalan raya ini. padahal, untuk sekarang saja… kalau musim hujan, cukup banyak ruas jalan yang terendam air.

yah… semoga kebijakan ini memang sudah dipikirkan oleh (konon) ahlinya… semoga saja kebijakan ini bukan merupakan kebijakan populis… semoga saja kebijakan ini memang demi kepentingan warganya yang membutuhkan sarana transportasi yang nyaman, aman dan murah, bukan sebagai kebijakan yang mengakomodir kepentingan golongan tertentu. semoga…

4 thoughts on “korban pembangunan jalur busway kampung melayu – pulogebang

  1. Miris.. kalo melihat situasinya sekarang…besok PASTI lebih macet lagi karena tersisa hanya 1 Jalur dimana Motor,Mobil, Angkot, Bis mana tidak ada trotoar untuk pejalan kaki, kalaupun ada pasti motor naik kesana karena maceeeet.
    Kami bukan menolak pembangunan..tapi..Perencanaan, serta pelestarian Lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat agar jadi pertimbangan.. kepada bapak-bapak yang berkepentingan dgn busway… dan Koridor/ halte disiapkan lahan parkirnya supaya yang punya kendaraan bisa nyaman-aman untuk mengurangi kemacetan dgn naik busway..

  2. halah… sejuta pohon juga percuma kalau baru sebentar dah di ganti sama mall, gedung perkantoran… atau bahkan shelter busway lagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s