nasib… nasib…

resiko jadi buruh pabrik… ndak peduli tools yang digunakan kerja masih tergolong gress kinyis-kinyis… ndak peduli kalau penguasaan tools belum lancar bener… masih ngeraba-raba secara penggunaan yang optimal… eh tetap saja tuntutan harus cepat, tepat dan akurat… tetaplah nomor satu.

meski jam kerja sudah lewat… padahal waktunya pulang… bertemu keluarga… bercanda dengan si istri… mendengar cerita kakak ara di sekolah… mendengar celotehan-celotehan adik barra yang belum bisa dimengerti… haduuhhh!!!

wess… mbuh lah. dinikmati saja. namanya juga kerja dengan orang lain🙂 alhamdulillah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s