perlukah self defence untuk balita…?

seiring jiwa sosialnya yang semakin berkembang, sang kakak mulai sering bermain di luar rumah… berkumpul dengan teman-temannya. entah itu bermain di teras rumah sendiri atau malah bermain di rumah salah satu temannya. atau bahkan kakak minta untuk bermain di mall atau tempat bermain lainnya.

kalau untuk ruang lingkup di sekitar rumah, mungkin saya tidaklah terlalu kuatir, karena teman-teman kakak bisa dikenali karakternya. kalau untuk ruang lingkup di luar lingkungan rumah, semisal di mall atau taman bermain… barulah saya kuatir.

bagaimana kalau ketika bermain di taman bermain, ternyata kakak berebut mainan dan akhirnya dengan suksesnya menangis karena kalah berebut atau yang lebih parah… dipukul temannya yang baru dikenal…??? itu yang membuat saya terpikir… bisa tidak ya, untuk seumuran kakak yang baru 3 tahun ini, diberi bekal pertahanan diri…???

okelah mungkin pikiran saya ini rada kelewatan atau terlalu ekstrem… diikutkan kursus bela diri, entah aikido atau mungkin taekwondo untuk kelas anak-anak. dan kok ya kebetulan, disekitar daerah yasmin (bogor)… terdapat tempat kursus bela diri aikido kelas anak-anak. belum tanya-tanya sih… tapi kalau dilihat dari tempatnya, kelihatannya cukup menarik.

tapi setelah saya gali-gali lagi perihal self defence untuk balita dan saya ambil kesimpulan sendiri… ternyata self defence atau pertahanan diri yang lebih tepat untuk anak seusia itu adalah cara-cara persuasif alias dengan pendekatan dengan lisan/diajak bicara terlebih dahulu. bukan langsung main hajar… bak buk gitu🙂

seperti misalnya ketika temannya akan merebut mainan dari kakak… bundanya langsung mengajari dan meminta kakak untuk mencoba memberi larangan kepada temannya. “jangan ambil mainanku…” atau “nanti dulu, gantian ya…”

yah… alhamdulillah kalau temannya bisa diredam… kalau ternyata mainannya tetap direbut dan membuat kakak menangis dengan suksesnya… ya mau bagaimana lagi. pasrah deh😀😀 kalau ternyata keterusan seperti itu… yah terpaksa deh aikido atau taekwondo kelas anak-anak mulai diaplikasikan🙂

4 thoughts on “perlukah self defence untuk balita…?

  1. perlu, kenapa? karena untuk mengajari agar besar nanti tidak menjadi anak yang penakut dan lemah..
    kadang jika balita marah itu terlihat lucu..

  2. agar anak tidak jadi lemah… saya sepakat. tapi kuatirnya malah jadi sok jagoan… ini yang masih dipertimbangkan🙂
    btw… nice share sob😀

  3. (Mohon maaf sebelumnya, mungkin pendapat saya salah….)..
    Saya kok agak ragu ya, kalo anak balita diberi latihan beladiri. Kalau dibilang membuat mereka tidak lemah, mungkin ada benarnya, tetapi olahraga lain juga akan membantu anak tidak lemah kok. Selain itu, anak balita kan belum mampu mengontrol secara baik kekuatan dan kecepatan gerak. Saya khawatir mereka akan melukai/mencederai temannya (bayangkan jika banyak/semua anak balita belajar beladiri dan setiap kali ada masalah, mereka menggunakan kemampuan beladirinya). Yang lebih parah lagi, akan menciptakan anggapan bahwa penyelesaian masalah adalah dengan kekerasan fisik (karena itu yang dia kenal dari awal). Mungkin kalau sudah kelas 4 atau 5 SD nggak apa-apa ya latihan beladiri. Saya lebih setuju kalau anak balita diajarin bagaimana berbagi dan menyelesaikan masalah dengan tidak menggunakan kekerasan fisik… Justru yang perlu dari sejak awal adalah mengajari anak balita untuk belajar mengenali emosi dirinya sendiri maupun orang lain dan mengajari mereka bahwa ada hal yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan.

  4. sepakat sekali…
    seperti yang sudah saya utarakan di artikel… cara-cara terbaik adalah secara persuasif. tidak dengan kekerasan. mengajari anak untuk berbagi… itu yang paling sulit… CMIIW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s