KDE atau GNOME… semua kembali ke kemampuan masing-masing

meski sebelum-sebelumnya saya membuat artikel tentang KDE 4.6 di opensuse 11.4 yang saya gunakan… nyatanya saya harus membuka mata dan mengakui kekalahan saya. dengan berat hati saya kembali ke GNOME 2.3 sebagai DE yang saya pilih di opensuse 11.4. apalagi setelah saya membaca artikel dari sini.

dulu… dengan niatan untuk belajar… maka saya mencoba menggunakan KDE 4.6, meski saya tahu kemampuan laptop saya. bahkan sampai saya lakukan update dan lain sebagainya… sampai saya coba rubah ke tumbleweed (meski akhirnya gagal karena inet yang super duper lemot). tapi ada daya… kemampuan laptop saya tidak berimbang dengan kebutuhan dari KDE 4.6😦😦 jalan satu-satunya… saya kembali ke GNOME2.3, yang saya rasakan memang lebih ringan dibandingkan dengan KDE 4.6… kalau dibandingkan LXDE… ya beda urusan 🙂

di GNOME, memang saya rasakan lebih ringan dan lebih familier buat saya (karena sebelumnya mencoba ubuntu dan linuxmint). berbagai aplikasi pun sebenarnya tidak berbeda jauh dengan KDE. tapi entah kenapa ketika membuka folder… jalan aplikasi (misal banshee)… terkesan lebih ringan tanpa adanya perasaan nge-lag.

meski nantinya saya juga berniatan untuk mengupdate ke GNOME 3 kalau sudah di release oleh opensuse… dengan alasan untuk belajar lagi🙂 yah… kalau-kalau nantinya spek laptop dengan kebutuhan tidak berimbang lagi… ya balik lagi ke GNOME 2.3🙂 gitu aja kok repot!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s