partisi HDD untuk persiapan dual boot linux dan windows XP

partisi HDD… beberapa kali pernah saya buat menjadi artikel di blog ini. dan… setelah semakin intens berkenalan dengan linux, saya semakin memahami poin-poin penting dalam pembuatan partisi HDD agar bisa mengakomodir kepentingan single boot atau multi boot. terlebih kalau kita ingin ada multi boot OS, antara OS windows (entah versi yang mana) dengan OS linux (entah distro yang mana).

berdasar pengalaman saya, yang tidak diragukan ke-newbie-annya, data-data di HDD harus dibackup terlebih dahulu kalau kita ingin membuat multi boot. dengan catatan, HDD sudah berisi data-data penting… kalau masih HDD kosong, langsung hajar bleh!!!

berhubung saya menggunakan fasilitas gparted, berikut step by step yang saya lakukan ketika melakukan instalasi multi OS di laptop saya, setelah saya mem-backup data-data ke media lain

  1. hapus semua partisi yang sudah tersedia… dan HDD akan dikenali sebagai /dev/sda oleh gparted.
  2. buat partisi pertama, /dev/sda1 dengan bentuk primary partition dengan format NTFS. di partisi ini, saya tentukan sebagai “rumah” dari OS windows… kalau di OS windows dikenal sebagai drive C.
  3. buat partisi kedua, /dev/sda2 dengan bentuk extended partition. di partisi ini, akan saya bagi-bagi lagi sesuai dengan keperluan.
  4. buat partisi ketiga, /dev/sda5 dengan bentuk logical partition dengan format NTFS. di partisi ini, saya tentukan sebagai tempat penyimpanan semua data-data saya… yang kalau di OS windows dikenal sebagai drive D.
  5. buat partisi keempat, /dev/sda6 dengan bentuk logical partition. dipartisi ini akan saya buat sebagai partisi swap, yang dibutuhkan oleh linux.
  6. buat partisi kelima, /dev/sda7 dengan bentuk logical partition dengan format EXT4. di partisi ini akan saya buat sebagai partisi root “/”, yang dibutuhkan oleh linux.
  7. buat partisi keenam, /dev/sda8 dengan bentuk logical partition dengan format EXT4. dipartisi ini akan saya buat untuk partisi home “/home”, yang dibutuhkan oleh linux.

setelah direstart, boot ke DVD… proses instalasi OS windows pun berjalan dengan lancar di drive C… tak perlu dijelaskan panjang lebar… instalasi selesai… kemudian dilanjut ke instalasi driver-driver hardware laptop… done!!! selesai untuk OS windows.

nah… lanjut ke instalasi linux. berhubung saya sudah ada DVD installernya… langsung restart laptop… dan boot ke DVD. instalasi berjalan… yang otomatis akan mendetect partisi untuk linux… tak perlu dijelaskan panjang lebar… instalasi selesai tanpa instalasi driver dan tetekbengeknya… done!!! selesai untuk linux.

ketika direstart… akan muncul pilihan OS mana yang akan kita pakai. so simple… tidak sesulit kalau kita hanya membayangkan dan takut terlebih dahulu.

6 thoughts on “partisi HDD untuk persiapan dual boot linux dan windows XP

  1. wah ribet bro , soalnya aku udah instal windows nya duluan.
    Mau instal linux , software partisi apa ya bro yang bisa di gunakan buat partisi untuk file root linux.
    soalnya bawaan partisi windows nggak bisa buat partisi EXT4.
    pingin banget nih pake ubuntu 10.10 yang baru.
    Beri solusi donk bro??

  2. coba install ubuntu menggunakan wubi. jadi… wubi ini akan membuat ubuntu (seolah-olah) sebagai software under windows. nantinya bro bisa uninstall ubuntu hanya dengan remove program (yang ada di control panel). jadi tidak usah repot-repot untuk membuat partisi baru🙂

    tapi kalau ingin diinstall di partisi baru… sebenarnya sama seperti yang sudah saya tulis diatas.
    berhubung bro sudah install windows… lebih baik untuk yang /dev/sda1 (drive C) tidak usah diotak-atik.
    jadi bro bisa langsung melangkah ke step 2 dan seterusnya. tapi… backup dulu data yang ada, untuk lebih nyamannya.

    imho… ISO ubuntu juga bisa digunakan sebagai live CD/USB.
    untuk cara membuat live USB… silahkan buka di http://www.pendrivelinux.com
    kalau live CD/USB sudah siap… silahkan booting dari CD/USB itu.
    kemudian gunakan gparted dari ubuntu🙂

    tapi mending nunggu ubuntu 11.04 bro… bentar lagi juga sudah rilis (28 april 2011)
    atau gunakan linuxmint saja. lebih simple… tanpa instalasi codecs multimedia lagi🙂

  3. Makasih bro , Jadi lebih ngerti sekarang ,Linux mah gk serem seperti yang aku bayangkan selama ini.
    hehehehe.🙂
    Lebih fleksibel linux ya bro??
    Udah Free OS , Penanganan ahli lagi .
    Asik tuh bro 11.04 nya , Kalo udah di release “Share” ya bro ??
    hehe.
    Sekali lagi.
    Makasih bro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s