sekilas tentang common gravity die casting

setelah HPDC, sekarang saya ingin mengangkat tema GDC atau gravity die casting. bukannya saya tidak bahas ke HPDC lagi… tidak. ini hanya selingan saja. mengingat blog ini sudah lama tidak “bertelor”🙂 daripada banyak beralasan sibuk lah atau apa lah… lebih baik saya share ilmu lain yang saya tahu. betul… betul… betul…? sekalian menabung buat kehidupan akhirat nanti.

GDC merupakan proses pengecoran tertua yang ada. wajar, karena dari pertama kali ditemukan, proses pengecoran yang dilakukan masih sebatas gravity atau mengandalkan gaya gravitasi bumi saja.

secara logika, teori dan prakteknya pun, semua benda cair akan selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. disinilah asal muasal pemakaian istilah gravity die casting.

adapun bentukan produk hasil pengecorannya terdiri dari

  • sprue, merupakan jalur masuknya aluminium cair yang dituang ke dalam cetakan, mengisi rongga yang ada di dalam cavity.
  • part casting, merupakan hasil produk pengecoran yang masih “kasar” dalam artian masih membutuhkan proses lanjutan untuk memperoleh part finish good.
  • feeder, merupakan jalur akhir pembuangan aluminium tetapi mempunyai fungsi utama sebagai “feeder” atau pemberi suplay aluminium cair ketika aluminium pembentuk part casting mulai menyusut atau berubah solid.

sedangkan maksud dari pemberi suplay aluminium cair adalah, ketika aluminium berubah solid, akan terjadi “tarik-tarikan” antar molekul pembentuknya, yang lebih keren disebut dendrit. dari proses pembentukan dendrit ini, akan tercipta rongga atau nantinya akan menjadi shrinkage porosity.

nah, disinilah peran feeder dan menjawab pertanyaan, kalau feeder lebih baik diletakkan di atas produk. ketika rongga terbentuk, aluminium cair yang ada di feeder, akan turun (karena gaya gravitasi) untuk menekan (memampatkan) arah pertumbuhan dendrit sehingga meminimalkan rongga/porosity.

3 thoughts on “sekilas tentang common gravity die casting

  1. Selain dari peran feeder, Runner dan gating sistem juga berpengaruh cukup banyak dalam penentu hasil castingan yang bagus. Tidak lupa kualitas dari cairan–akhir-akhir ini suplier ingot rada kurang teliti, cek fluiditas cairan juga.

  2. di indonesia,,perusahaan apa yach yang bergerak dalam bidang aluminum casting gravity,,????
    yang bisa berproduksi dalam jumlah yang besar,,,
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s