isi BBM di SPBU pertamina… (analisa pribadi)

dari pengamatan tiap kali isi BBM di SPBU pertamina, selalu saja ada kurang di mata orang awam seperti saya. sebenarnya ada dua hal penting, yang lagi-lagi, menurut saya masih kurang diperhatikan oleh pihak manajemen SPBU.

yang pasti, pengamatan saya ini hanya berlaku di SPBU yang saya singgahi untuk memuaskan dahaga motor matic saya selama hari kerja. selain itu, mohon maaf, saya kurang tahu. lah wong ini hanya pengamatan saya saja… hanya pendapat pribadi sesuai pengalaman yang ada.

1. waktu sholat dan backup pegawai untuk standby.

dari SPBU yang saya singgahi kalau pagi hari (saya berangkat tiap hari sekitar pukul 0500 dari bogor menuju jakarta via cibinong), sering terjadi antrian panjang. ada apa gerangan… ternyata tidak ada pegawai yang standby untuk melayani konsumen. ketika antrian semakin bertambah, kemudian muncul seseorang pegawai yang tergopoh-gopoh untuk menghampiri dan melayani konsumen.

dan ketika ditanya… “mas, darimana? kok dari tadi gak ada yang melayani sih? (sambil nada agak tinggi)”. “maaf pak… saya habis sholat shubuh”. yang tadinya hati ini dongkol… langsung sirna. langsung cair… sambil jawab… ooooooh.

kalau saja ada pengganti sementara (backup), saya yakin kejadian seperti ini tidak berulang-ulang. dan ujung-ujungnya, konsumen akan puas. tapi kalau dibiarkan berlarut-larut… kasihan si pegawainya. karena selain tuntutan profesionalitasnya, dia juga dituntut untuk beribadah sesuai agamanya.

2. multitasking dan efisiensi waktu

nah, kalau yang ini… seringnya SPBU pertamina jaman sekarang, kan ada 2 pompa tuh. tapi kenapa (seringnya) yang dipakai hanya satu pompa. trus kenapa dibuat dua??? atau hanya untuk pajangan saja?

iya kalau yang isi motor semua… yang relatif cepat. lah ini jalur motor sama mobil (kalau pagi hari) seringnya dijadikan satu, karena yang lain tidak dioperasikan berhubung masih pagi (mungkin asumsinya adalah pagi hari jam 05an, bukanlah peak hours buat SPBU, sehingga karyawan yang ditugaskan hanya sedikit).

mending kalau premium sama premium jadi satu line. lah ini kadang premium sama pertamax dijadikan satu… jadinya, yang isi pertamax diharuskan antri juga untuk motor atau mobil yang isi premium. karena si pegawai hanya melakukan pengisian satu demi satu konsumen.

padahal kalau keduanya dipakai, dipastikan antrian bisa lebih cepat dan memuaskan pelanggannya.

maaf… tapi ini catatan saya selama hampir tiap 2 hari sekali isi BBM untuk motor. dan SPBU yang saya singgahi ada di jalur bogor sampai cibinong.

meski saya sangat-sangat bersimpati kepada pegawai SPBU itu sendiri. yang diharuskan melakukan 3S (bener ya??? lupa ane). padahal tiap hari diharuskan menghirup uap BBM yang katanya berbahaya buat tubuh.

tetapi, customer satisfaction is nomero uno! alias nomor satu aka diutamakan. apapun konsekuensinya, konsumen adalah raja. betul???

 

One thought on “isi BBM di SPBU pertamina… (analisa pribadi)

  1. terkadang harus menyediakan sedikit lebih kesabaran mas…
    he3..sering sih ngalamai juga..
    tapi sediakan sedikit lebih pengertian aja..

    he3..
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s