koreksi diri sendiri…

masih terlintas di ingatan saya, ketika saya sholat jumat pada H+7 syawal di kampung halaman di kota ngawi. meskipun kampung halaman saya itu hanyalah berupa dusun kecil, ±100an KK dan dikelilingi sawah, di perbatasan kabupaten ngawi dengan kabupaten magetan, pemandangan yang saya lihat membuat saya terkagum-kagum. yang saya yakin tidak akan saya temukan di masjid di jakarta atau di bogor, bahkan di dalam kota ngawi sendiri.

begitu takjub atau mungkin trenyuh melihat para jamaah jumat yang datang. berbagai usia datang untuk mengikuti sholat jumat dengan tertib. candaan anak kecil tidak terdengar selama khotib naik mimbar. sholat jumat pun berjalan dengan tertib dan khidmat. setelah sholat, berduyun-duyun para jamaah berdiri dan membentuk barisan, untuk bersalam-salaman.

tapi bukan itu yang membuat saya sangat takjub atau mungkin trenyuh. yang paling membuat saya takjub dan trenyuh adalah ketika melihat beberapa kakek-kakek tetangga saya dengan pakaian yang mereka kenakan. ya betul… pakaian mereka!

terlihat, pakaian yang menutupi aurat mereka adalah pakaian terbaik yang mereka punya. saya yakin itu juga bukan pakaian lebaran atau pakaian khusus buat ibadah. karena apa, pakaian yang mereka pakai adalah sarung dengan atasan batik yang mengkilap, bukan sutra, dan saya yakin itu harganya tidak lebih mahal daripada sandal crocs yang sempat diskon besar-besaran di jakarta waktu lalu. bisa jadi malah lebih murah daripada tagihan internet saya tiap bulan yang berupa paket minimum, paket unlimited!

kenapa bisa saya katakan pakaian terbaik? karena ketika mereka melakukan hajatan, memenuhi undangan hajatan, ketika bersilaturahmi, ketika mengunjungi sanak saudara yang sakit atau bahkan ketika diajak keluarganya yang datang mudik atau saudara jauh… pakaian itulah yang mereka pakai. dengan bangga mereka pakai. dan selalu terlihat rapi dan bersih. terlihat kalau benar-benar dirawat dan disayang.

saya tidak tahu apakah mereka memang tidak punya pakaian lain atau apa, tetapi kalau saya bandingkan dengan kondisi yang sering saya lihat di kota besar, atau tidak usah jauh-jauh, ketika saya berkaca, saya melihat diri saya sendiri yang ketika beribadah, dari dulu sampai sekarang mengenakan pakaian yang seadanya.

bandingkan ketika akan bertemu pacar, atau bertemu calon mertua (dulu sebelum menikah -red), pasti saya memilih pakaian yang bagus. baju rapi, rambut juga rapi. minyak wangi tak lupa tercium dengan harum. eh, giliran buat ibadah, pasti pakaian yang seadanya, meski bersih.

terima kasih mbah… atas teguran yang disampaikan oleh-Nya melalui contoh nyata dari penjengengan.

semoga saya bisa terus berbenah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s