curhat… balita kena setrum

minggu sore, 30 mei 2010, tiba-tiba terdengar teriakan dari kamar si kecil. jeritannya sungguh kuat. saya yang sedang tertidur pulas, karena kecapekan setelah menyetir mobil dari pagi subuh sampai siang hari, pun terbangun dengan gemuruh di dada yang tidak karuan. istri yang sedang masak di dapur, juga tidak kalah kagetnya. langsung berlari menuju kamar si kecil. ada apa gerangan. bukannya si kecil sedang tidur?

setelah dilihat, ternyata si kecil sudah bangun dan sedang memegang jari tangan kanannya. terlihat oleh saya dan istri, kabel obat nyamuk elektrik terlepas dari steker. langsung saja istri memeluk si kecil dan bertanya dengan hati-hati.

“… ada apa nak? tangannya kenapa? sakit?…”

si kecil hanya mengangguk sambil tetap menangis. tangan kirinya menunjuk kabel yang lepas dari steker.

“… kenapa? kesetrum yah… aduh!!! sini bunda tiup tangannya. adik kaget ya??? maaf yah…”

si kecil hanya mengangguk lemas dan terus menangis. saya dan istri hanya bisa saling berpandangan. satu lagi pelajaran tentang bagaimana memperhatikan keselamatan si kecil.apapun kondisinya, pastikan bahwa di sekitar anak, tidak ada barang-barang atau kemungkinan-kemungkinan yang bisa membahayakan si kecil. terlebih dengan usianya yang semakin bertambah, rasa ingin tahunya yang semakin besar.

alhamdulillah, si kecil hanya “shock” akibat kena setrum untuk pertama kalinya. coba bayangkan kalau sampai terjadi kejadian yang lebih parah. bayangkan perasaan anda sebagai orang tua ketika tahu kalau kejadian-kejadian yang menimpa si kecil adalah akibat keteledoran kita, meski sebenarnya kita sudah mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

langkah-langkah apa yang mesti dipersiapkan untuk menjaga kemungkinan kena setrum seperti ini.

  1. pindahkan dan jauhkan steker atau stop kontak dari jangkauan anak.
  2. apabila tidak memungkinkan, tutup steker dengan selotip.
  3. gunakan alat listrik sesuai dengan kebutuhan. matikan dan cabut dari steker, segera setelah tidak diperlukan.
  4. apabila alat listrik memerlukan tenaga listrik secara kontinyu (misal lemari es), kurangi space atau ruang kosong yang kemungkinan bisa dimasuki oleh si kecil.
  5. bila tidak bisa dihindari, selalu awasi pergerakan si kecil, terlebih apabila si kecil cukup lincah dan aktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s