cold chamber process

artikel berikut ini akan berkisar di penjelasan tentang cold chamber process, suatu proses HPDC yang sangat umum digunakan di indonesia. kenapa bisa umum digunakan?  atau kalau bisa disimpulkan, kenapa untuk hot chamber process masih belum banyak yang menggunakan? untuk menjawab itu, saya masih belum berkompeten. bukan karena saya tidak bisa menjawab, tetapi lebih kepada karena saya hanya karyawan perusahaan bukan owner perusahaan🙂

seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, hot chamber process merupakan proses HPDC untuk material logam yang mempunyai titik lebur yang rendah, seperti zinc (Zn). nah, apakah perusahaan yang membuat produk dari bahan Zn banyak terdapat di indonesia? saya sendiri tidak bisa memastikan. tetapi saya sangat yakin kalau perusahaan yang produknya terbuat dari bahan dasar aluminium alloy cukup banyak di indonesia. dan juga perusahaan itu bisa dipastikan mempunyai kapasitas produksi yang sangat besar. yaitu perusahaan otomotif roda 2 ataupun roda 4.

kembali ke tema artikel kali ini. saya akan coba menjelaskan cold chamber process, dari sudut pandang pribadi saya. dikarenakan, kebetulan, saya praktisi di bidang yang mensupport proses ini.

cold chamber process

sebelumnya, jangan sampai anda mengasumsikan bahwa proses hot chamber dengan proses cold chamber berbeda 180° maka asumsi anda salah besar. karena perbedaannya hanya terdapat pada perangkat atau sistem injeksinya saja.

dimana proses hot chamber, sistem injeksi berada di dalam furnace. sedangkan proses cold chamber, sistem injeksi terdapat di luar furnace.

kalau ada yang bertanya, kenapa sistem injeksi proses cold chamber ada diluar? jawabannya simple, dikarenakan titik lebur logam cair yang digunakan harus lebih tinggi daripada proses hot chamber, memungkinkan range liquid state-nya juga cukup lebar. meskipun terkena udara luar (lihat images di atas), suhu logam cair masih belum menyentuh ke solidus state atau perubahan fase liquid ke fase solid.

berikut ini ilustrasi tahapan yang dilalui ketika proses injeksi HPDC dengan cold chamber.

  • tahap a. logam cair dituang oleh ladle ke dalam shot sleeve.
  • tahap b. logam cair selesai dituang dan sudah memenuhi shot sleeve. plunger tip bersiap untuk memulai proses injeksi.
  • tahap c. pergerakan slow speed. plunger tip mendorong logam cair, masuk ke dies melalui gating system.
  • tahap d. pergerakan high speed. pada posisi ini, plunger mencapai titik optimalnya. dan logam cair sudah memenuhi semua rongga dies.
  • tahap e. proses solidifikasi sudah selesai, dan dies mulai membuka
  • tahap f. proses pengeluaran produk atau part ejected.

sangat sederhana. yang sulit hanya pengaturan pressure yang berimbas ke komponen speed dan clamping force yang diterima oleh dies. selain itu, pengaturan gating system merupakan suatu “seni” tersendiri yang membutuhkan kompetensi dan pengalaman yang cukup.

kenapa? karena penentuan gating system inilah yang akan mempengaruhi hampir 80% kualitas produk yang dihasilkan. so, beberapa artikel berikutnya akan khusus membahas tentang gating system ini.

2 thoughts on “cold chamber process

  1. Kunjungan perdana sobat… blog anda sangat informatif sekali, jarang saya temui ada info mengenai chamber ini… maju terus sobat.. semoga kita bisa saling mebgunjungi

    Salam Kenal

  2. salam kenal juga. silahkan dilihat-lihat menunya sob…🙂
    kalau ada yang berkenan jangan sungkan komentar yah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s