hot chamber process

kali ini saya akan mencoba membahas pembagian proses HPDC yang didasarkan prinsip kerja dari mesin injeksi yang dikembangkan di dunia industri. dimana secara prinsip kerjanya, proses HPDC ini dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian.

  1. hot chamber process
  2. cold chamber process

khusus artikel ini, saya hanya akan menjelaskan proses hot chamber saja. biar lebih fokus dan lebih mudah dipahami🙂

hot chamber process

secara pribadi saya belum pernah melihat apa dan bagaimana proses hot chamber ini terjadi. jadi apa yang saya tulis disini hanya berdasarkan buku “casting – an analytical approach” yang saya baca dan download di gigapedia.com. silahkan dicari dan download dari situs tersebut. setahu saya, tidak ada pungutan apapun alias gratis!

karena itu ijinkan saya untuk mencoba menterjemahkan beberapa penjelasan tentang proses hot chamber, dengan pengertian saya sendiri.

adapun syarat utama pemilihan proses hot chamber adalah faktor material yang akan digunakan. harus dipilih material yang mempunyai titik lebur atau melting point yang rendah. kenapa harus rendah? nanti akan saya berikan penjelasannya🙂

sebelumnya, sempat ada pertanyaan kepada saya ketika teman membaca buku tersebut. kenapa dinamakan hot chamber? kenapa bukan mesin injeksi HPDC tipe A atau yang lainnya? so, dari image berikut ini, mari kita telaah dan kita simak apa yang bisa simpulkan dari image tersebut.

menurut pendapat saya, kenapa dinamakan proses hot chamber, dikarenakan letak atau posisi sistem injeksi logam cair terdapat atau terendam di dalam holding furnace. dimana logam cair yang diinjeksi ke dalam dies, akan secara otomatis masuk ke dalam lubang plunger dan siap untuk diinjek ke dalam dies.

untuk lebih jelasnya, silahkan dilihat di images berikut.

  • tahap a. setelah logam cair mengisi lubang plunger, maka plunger akan bergerak secara vertikal dan mendorong logam cair masuk ke dala dies melalui gooseneck denga kecepatan tinggi akibat pressure yang memang sangat besar.
  • tahap b. setelah proses solidifikasi dengan bantuan pemampatan dari daya tekan plunger, dies akan membuka.
  • tahap c. proses ejection produk dilakukan untuk mengeluarkan produk dari dalam dies.

    dengan proses yang sedemikian rupa, ada keuntungan atau advantages yang bisa kita peroleh, yaitu cycle time proses secara keseluruhan lebih cepat dibanding proses lain. kenapa bisa cepat?

    1. jenis material yang digunakan mempunyai titik lebur yang rendah. secara logika, semakin rendah melting point, maka range liquid state atau fase cairnya juga pendek. ini yang menyebabkan cycle time proses secara keseluruhan juga ikut terpangkas.
    2. jarak tempuh atau lintasan yang dilalui logam cair lebih pendek. sehingga ketika terjadi proses pengisian ke dies, suhu logam cair tidak drop dan proses solidifikasi lebih merata. sehingga diperoleh kualitas hasil yang lebih maksimal.

    saya rasa penjelasan tentang proses hot chamber cukup. bukannya saya tidak mau memberi penjelasan yang lebih banyak, tetapi memang dikarenakan keterbatasan ilmu saya tentang proses hot chamber ini.

    2 thoughts on “hot chamber process

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s