curhat… celoteh-celoteh nakal

mendekati usia ke-2 tahunnya, celoteh-celoteh lucu seringkali terdegar dari mulut mungilnya. entah itu ucapan-ucapan spontan atau ucapan-ucapan yang didikte oleh bundanya. memang sih, kadang-kadang “bahasa planet” masih muncul ketika si kecil bercerita. yah… mungkin juga karena kuping ayahbundanya ini yang agak error atau bagaimana, sehingga ucapan si kecil kadang susah dimengerti.

tapi yang paling menggembirakan, si kecil mulai mengekspresikan perasaannya atau emosinya. entah itu ucapan… “bunda, adik sakit perut…” atau “bunda, gatal… kasih minyak”… “tidak mau ini… adik mau itu!!!”… bahkan “ayah… awas!!! adik mau lewat!!! pergi!!!” haduh…😦

kadang memang membuat jengkel sih, tapi hal itu benar-benar membuat suasana di rumah menjadi meriah oleh celoteh-celoteh si kecil.

nah… berhubung si kecil sudah bisa meluapkan emosi atau perasaanya, kita sebagai ayahbunda-nya wajib memberi arahan atau cara agar luapan emosi atau perasaan si kecil bisa diluapkan dengan sewajarnya dan tidak menyinggung perasaan kepada orang lain.

diajarkan cara mengatur dan mengontrol diri. pahami bahwa ini adalah fase perkembangan si kecil. seiring berjalannya umur, si kecil akan mampu menatur dan mengontrol dirinya saat meluapkan emosinya. disinilah peran ayahbunda sekalian untuk membantu si kecil mengatur dan mengontrol emosinya. ajari si kecil untuk tidak menyinggung perasaan temannya atau orang lain… selalu ajari si kecil untuk menghargai posisi orang lain… ajari untuk segera minta maaf apabila melakukan kesalahan (yang mungkin saja si kecil juga tidak menyadari kalau melakukan suatu kesalahan).

dan kita sebagai ayahbundanya, juga harus menghadapi semua itu dengan kepala dingin… meskipun itu akan sulit🙂

selalu ingatkan dan jelaskan. memang luapan keinginan dan perasaan atau emosi si kecil kadang susah untuk dibendung. akan tetapi, disinilah peran ayahbunda untuk mengatur, menjelaskan dan mengingatkan si kecil apabila ingin melampiaskan perasaan dan keinginannya. seringkali meskipun sudah diingatkan dan dberi penjelasan… si kecil masih saja melakukan hal yang menurut ayahbunda sekalian belum sesuai.

nah… rutinitas untuk proses ini mungkin akan menjemukan bagi ayahbunda sekalian, tetapi hal ini harus kita maklumi, karena daya ingat si kecil yang memang masih berkembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s