curhat… cara mendidik anak yang sesuai

tidak terasa, seperempat hari kerja kemarin… saya dan teman-teman kantor saling curhat. menceritakan perkembangan buah hatinya masing-masing, karena kebetulan banyak teman sekantor yang masih seumuran dan baru mempunyai anak ataupun sedang menunggu kelahiran buah hatinya.

entah, siapa yang memulai… tapi obrolan-obrolan ringan muncul dengan sendirinya, padahal sebelumnya meeting dan “berantem” hebat🙂

inti obrolan memang tidak pernah berpindah dari perkembangan si kecil. mengapa… apa… bagaimana… banyak sekali obrolan-obrolan yang keluar dengan sendirinya.

bukannya saling membanggakan perkembangan yang dialami oleh buah hati masing-masing, tetapi sebenarnya lebih menjurus kepada bagaimana cara mendidik yang benar dan bagaimana cara mensiasati perkembangan anak di dunia yang semakin berkembang ini.

yang paling saya ingat adalah pendapat seorang teman, yang menurut saya fifty-fifty antara setuju dengan tidak setuju… dia berpendapat, “pokoknya anakku nanti, ingin aku ajarkan hidup yang sederhana dan apa adanya seperti bapaknya dulu… dimulai dari ketika pulang kampung ke surabaya nanti, aku ajak dia naik kereta api ekonomi… biar tahu betapa susahnya bapaknya dulu ketika merantau ke dan dari jakarta…”

wuih… langsung semuanya diam. saling menoleh… “serius nih…???”

langsung respon berdatangan. “tega banget sih… masa anak masih kecil begitu diajak naik kereta ekonomi… ke surabaya lagi???”

“masa bapak-nya tidak sanggup beli tiket eksekutif… malu-maluin saja, sudah kerja lama… masa tidak mampu???”

pokoknya banyak banget respon menentang pendapat dari salah satu teman itu.

setelah berdiskusi panjang lebar… berdebat sampai tidak jelas ujung pangkalnya… akhirnya muncul kesepahaman antar kami.

  • menanamkan dasar atau alasan atau logic dari semua aturan yang diterapkan kepada anak.
  • mengajarkan hidup sederhana itu perlu, tetapi sesuai dengan porsi atau perkembangan jaman.
  • selalu memberikan contoh atau teladan kepada anak terkait aturan yang dilakukan.
  • selalu terbuka setiap kali ada permasalahan dan tidak menutup-nutupi kesalahan.
  • mengajarkan untuk selalu minta maaf dan bersopan santun, dimulai dari tindakan kedua orangtua-nya.

yah… itu sih kesimpulan-kesimpulan yang dapat kami tarik dari diskusi yang lumayan berbobot ini. meski yang berkumpul semuanya laki-laki… ternyata perhatian kepada buah hatinya masing-masing sangatlah besar. terlihat kalau rasa cinta dan kasih sayang kepada keluarganya… sangat besar.🙂

dan semoga saja, saya pribadi dan istri bisa melakukan apa yang sudah kami simpulkan kemarin. amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s