curhat… disentri amoeba lagi???

tepatnya malam lebaran… yang seharusnya kami sekeluarga bersukacita menyambut hari kemenangan, yang ada malah kegelisahan. sore harinya, si kecil mendadak sakit. dan sakitnya ini ternyata ulangan dari sakit yang pernah diderita si kecil, yaitu disentri amoeba.

dari postingan saya terdahulu, disentri amoeba ini merupakan turunan dari diare dan disertai adanya lendir yang terdapat darah.

cuma yang membuat heran, kenapa si kecil kena penyakit ini lagi… padahal secara kebersihan sudah terjaga (menurut saya sih), baik itu kebersihan lingkungan maupun kebersihan makanan yang dimakan oleh si kecil. dan terbukti pada 2 keponakan saya yang lain, tidak ada yag terkena penyakit ini. padahal, kondisi makan atau tidur juga sama-sama satu sumber. jadi bingung…

karena malam itu adalah malam takbir, eyang-nya si kecil (bapak ibu) juga bingung, dokter mana yang praktek pada malam seperti ini… saya dan istri malah cuma bengong, karena nggak tahu sama sekali.

inisiatif, ibu langsung coba hubungi DSA-nya keponakan. dan… alhamdulillah ternyata masih praktek. langsung saja kita berangkat ke DSA… diselingi meriahnya suasana takbir keliling di kampung halaman… gemuruh bedug dan teriakan takbir anak-anak peserta takbir keliling…sangat-sangat meriah.

huhhh!!! kangen dengan suasana seperti ini deh.

setelah sampai di tempat praktek DSA, langsung konsultasi dan cek ricek olah DSA perihal kondisi kesehatan si kecil. dan nggak pakai lama, DSA langsung menyimpulkan kalau ini memang disentri amoeba dan memberikan resep obat-nya. nah… masalah satu terpecahkan, masalah lain muncul.

nebus resep dimana nyak??? malam takbiran begini…😦

tanpa pikir panjang, kita pergi ke RS terdekat. karena besar kemungkinan, RS tidak akan tutup meskipun pada hari lebaran pun.dan, alhamdulillah… apotik di RS tetap buka dan juga melayani umum (selain pasien di RS tersebut).

begitu obat sudah ditangan… langsung kita pulang dan mencoba untuk ikut meramaikan malam takbir dengan bertakbir di dalam mobil selama perjalanan pulang.πŸ™‚

sampai rumah, langsung obat diminumkan ke si kecil, dan alhamdulillah, besok pagi ketika sholat ied, si kecil sudah berkurag disentrinya. bentuk feses pun sudah tidak cair lagi. yah… semoga kondisi si kecil lekas membaik. amien!!!

benar-benar deh… kejadian di malam takbir ini bakal terngiang terus. terima kasih eyangkung… eyangti… pak dokter… bu dokter… suster… apoteker…πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s