curhat… opname di RSIA Hermina Bogor hari ke-2

hari sabtu, 22 agustus 2009.

akhirnya… tiba waktu sahur😦 sedih. secara sahur terpaksa di RS, sembari menjaga si kecil. tapi… alhamdulillah. kemarin malamnya, tetangga menjenguk si kecil dan membawa bekal sahur makanan buat ane dan istri. alhamdulillah. terima kasih.

kebetulan sekali, kondisi ane dan istri saat si kecil opname juga sedang drop. ane sakit radang tenggorokan, sedangkan istri sakit radang tenggorokan dan mual-mual. jadi… bekal sahur dari tetangga, benar-benar membantu meringankan beban ane untuk mencari makan buat sahur.🙂

back to little sweety…

setelah satu malam di rawat, si kecil mulai bisa beradaptasi. setelah sebelumnya, si kecil rewel dan merasa tidak nyaman dengan adanya jarum dan selang infus di tangan kirinya. hampir tiap kali si kecil bangun, pasti sasaran utamanya adalah berusaha menarik selang infus. haduh… untungnya tidak sampai tercabut. coba kalau sampai tercabut, nggak bisa dibayangkan deh…

nah… sekarang si kecil sudah mulai terbiasa dengan kondisi tangan kirinya. malah sekarang seperti punya mainan baru… “mana tangan robotnya dik…???” itu yang ane dan istri bilang kalau sedang menggoda si kecil, meski terdengar agak garing sih🙂 tapi ah… yang penting si kecil mau tersenyum sedikit dan yang paling penting bisa mengalihkan perhatian si kecil dari selang infusnya.

yang masih belum bisa dilupakan si kecil adalah… suster!!! beneran deh. begitu melihat suster masuk, entah cuma memberi tahu jadual visit DSA atau memandikan si kecil atau waktu memberi obat… pasti si kecil menangis. masa trauma sih??? bisa jadi sih…

tapi ada satu hal yang membuat ane sekeluarga terhibur di hari kedua di RSIA adalah kondisi si kecil yang berangsur-angsur pulih, meski suhu tubuh si kecil masih cukup tinggi. bergerak di angka 38-39 C.

indikasinya adalah berkurangnya frekuensi muntah dan mulai munculnya nafsu makan si kecil, meski cuma 5-10 sendok tiap kali makan bubur saring. tapi bila dibandingkan kondisi sebelumnya… frekuensi si kecil muntah cukup sering. bahkan bisa dibilang pasti muntah ketika sesuatu masuk ke perutnya. bahkan air putih saja, pasti dimuntahkan lagi. sekarang, ketika minum air putih… mulai bisa diterima. kalau makan, masih sering muntah kalau lebih dari 10 sendok. apalagi kalau bubur saringnya agak kental.

yah… semoga ini indikasi ke arah kesembuhan si kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s