curhat… cara mengatasi balita takut keramas

sudah 2 bulan ini, si kecil paling alergi kalau diminta keramas. pernah sampai 5 hari, si kecil benar-benar tidak mau keramas. padahal sebelumnya, tiap hari si kecil pasti keramas. yah… selain biar rambutnya jadi wangi dan halus, juga untuk merangsang pertumbuhan rambutnya. lah mosok yang tumbuh cuma rambut tengah dan belakang… malah yang depan, persis di dahi bagian samping atas, belum tumbuh rambutnya. masih berupa rambut halus saja.🙂

dari berbagai informasi yang coba ane dan istri cari, ternyata memang kondisi si kecil ketika menginjak usia batita, akan mengalami kecenderungan seperti itu. dan itu merupakan hal yang normal, dengan catatan tidak ada traumatis yang dialami oleh si kecil.

nah sekarang, bagaimana cara untuk mengatasi ketakutan si kecil ketika keramas… berikut ini rangkuman dari berbagai cara untuk ngatasi ketakutan si kecil ketika keramas.

  • buat acara keramas merupakan ritual harian si kecil. dengan membiasakan keramas tiap hari, si kecil akan merasakan rutinitas yang apabila salah satu ritual mandinya dihilangkan, dia akan mempertanyakan.
  • buat acara keramas ini menjadi menyenangkan. pastinya setiap ayahbunda mempunyai cara yang unik dan khas untuk mengatasi permasalahan yang dialaminya. hal ini bisa dilakukan dengan mempertunjukkan pada si kecil tentang film anak-anak tentang episode keramas.
  • alihkan perhatian si kecil ketika keramas. memberikan mainan atau buku mandi (bath book) untuk mengalihkan perhatian si kecil, cukup efektif. hal ini akan mengurangi perhatian si kecil terhadap situasi yang akan dialami ketika keramas.
  • beri pengertian tentang manfaat mandi, khususnya keramas. so… ketika selesai mandi, beri pujian kepada si kecil. dari kulitnya yang lembut sampai wangi rambutnya setelah keramas. hal ini akan memberi motivasi tersendiri untuk si kecil untuk menyukai ritual mandi plus keramas.
  • intinya, jangan dipaksa. apabila si kecil benar-benar menolak ketika keramas, jangan dipaksa. karena hal ini akan menambah rasa trauma-nya. hadapi dengan sabar fase ini. karena hal ini akan cenderung hilang ketika si kecil tumbuh dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s