curhat… post partum depression

setelah baca-baca tentang baby blues syndrome, ternyata sindroma ini masih agak enteng daripada “saudara”-nya yang biasa dikenal dengan post partum depression. waduh… apa lagi yah?

post partum depression ini merupakan gejala mirip baby blues syndrome, tetapi disertai kondisi yang lebih parah, intensitas gejala yang dialami menjadi lebih sering, lebih hebat dan lebih lama  serta berakibat sampai terganggunya fungsi bunda sebagai seorang ibu bagi anaknya.

gejala-gejala post partum depression sebagai berikut :

  • cepat marah
  • bingung
  • mudah panik
  • merasa putus asa
  • perubahan pola makan dan tidur
  • ada perasaan takut bisa menyakiti si kecil
  • ada perasaan kuatir tidak bisa merawat si kecil dengan baik
  • muncul perasaan tidak bisa menjadi seorang bunda yang baik.

parahnya ini, gejala post partum depression ini bisa terjadi hingga 1 tahun setelah kelahiran si kecil. pada kasus yang berat, bisa muncul gejala psikotik seperti rasa putus asa, tidak berdaya, delusi atau waham, dan halusinasi seperti mendengar suara-suara aneh. di beberapa kasus yang pernah terjadi, sang bunda bisa sampai bunuh diri ataupun menyakiti si kecil.

pencegahan post partum depression ini bisa dilakukan dengan keterbukaan di dalam keluarga. sikap saling menghargai dan saling membutuhkan serta saling mengemukakan pendapat secara seimbang merupakan pencegahan awal yang bisa dilakukan oleh keluarga penderita post partum depression. terlebih sang suami harus bisa mencermati gejala-gejala “aneh” yang muncul pada sang bunda setelah melahirkan. sebaliknya, bagi si bunda manakala merasakan ketidaknyamanan atau “keanehan” pada dirinya, hendaknya bercerita atau mengungkapkannya, minimal pada suami dan keluarga terdekat. apabila kondisi ini membuat sang bunda tidak bisa bebas mengemukakan perasaannya, ada baiknya konseling dengan psikiater dilakukan.

informasi dari ahli tentang post partum depression, jika sejak masa kehamilan gejala depresi sudah tampak dan mengganggu, boleh saja diberikan obat antidepresan, asalkan tidak dalam trimester pertama kehamilan. sementara pada PPD, antidepresan akan diresepkan oleh dokter jika depresi yang dialami sudah tampak serius dengan lama pemberian sekitar dua bulan. jika selepas itu mood-nya membaik, obat bisa distop. sedangkan efek negatif dari obat antidepresan ini adalah bunda tidak boleh menyusui si kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s