curhat… pergantian atau perubahan susu formula untuk balita

sehubungan dengan posting sebelumnya, mengenai permasalahan pergantian susu formula dari susu formula berbasis protein kedelai (soya) ke susu formula berbasis protein sapi, ane coba memposting hasil diskusi ane dengan DSA ketika ane konsultasi hasil test lab-nya si kecil.

dari pembahasan, DSA menyatakan kalau pergantian susu formula, apapun merek dan basis protein yang digunakan, dipastikan akan membuat si kecil beradaptasi terhadap pergantian itu. terlebih karena pencernaan si kecil yang relatif masih belum sempurna, akan dimungkinkan adanya reaksi negatif dari pencernaan si kecil. contoh paling sederhana, akan membuat si kecil mual dan muntah. dan efek lainnya yang paling gampang untuk dilihat, adalah bentuk pup-nya yang keras dan berwarna gelap.

meskipun hal itu tidak mutlak terjadi. tergantung dari kematangan sistem pencernaan si kecil.

nah, berhubung beberapa kasus seperti diatas sering terjadi, maka DSA memberikan beberapa tips untuk melancarkan proses pergantian susu formula yang digunakan.

  • jangan langsung diganti. usahakan pergantian susu formula dilakukan bertahap.
  • lakukan perbandingan penggunaan susu formula berbasis protein sapi dengan protein kedelai. hal ini dilakukan bertahap.
  • untuk tahap awal, campurkan 90% susu formula soya dan 10% susu formula sapi. lakukan selama 1 munggu dan lihat efeknya.
  • tahap berikutnya dilakukan dengan periode yang sama dan perbandingan penggunaan susu formula yang sama.
  • selalu cek dan konsultasikan dengan DSA apabila ada efek samping terhadap pencernaan si kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s