curhat… baby blues syndrome

barusan ane chat dengan salah teman baik ane yang baru melahirkan. dia mencoba curhat mengenai kondisi-nya pasca melahirkan secara SC. dari yang kondisi moody, sampai kekuatiran dia merawat dan mengasuh si kecil-nya.

nah, ini yang membuat ane bingung. seharusnya kan, kelahiran buah hatinya akan membawa kegembiraan luar biasa untuk ayahbunda. betul??? karena hal ini yang ane alami sendiri. ane dan istri benar-benar bersyukur atas limpahan karunia dari Allah SWT. keluarga besar ane dan istri benar-benar bersyukur atas kelahiran si kecil.

wallahualam. mungkin saja kondisi teman ane dengan kondisi ane berbeda. mungkin saja, karena teman ane bekerja dan terbiasa dengan kondisi mandiri, hanya ada dia dan suaminya, sekarang tiba-tiba muncul anggota baru yang sangat menuntut perhatian dari ayahbunda-nya. atau bisa jadi, bekal ilmu sebagai orangtua terhadap anak, masih kurang diperoleh oleh teman baik ane. yah… kalau menurut ane sih, ilmu seperti itu akan datang sendirinya melalui pengalaman.🙂

nah, ternyata kondisi yang dialami oleh teman baik ane ini disebut baby blues syndrome. dengan kata lain, kondisi ini muncul akibat adanya perubahan hormon pasca melahirkan sehingga memicu mood menjadi lebih sensitif, rasa sedih dan ingin menangis tanpa sebab yang jelas.

dan ternyata teman baik ane tidak sendirian! sekitar 70% bunda yang melahirkan, cenderung mengalami kondisi ini. terlebih untuk proses kelahiran pertama yang dialami oleh bunda. ini yang harus diwaspadai.

gejala lain sindrom ini adalah  gejala khas berupa depresi ringan, perasaan yang tidak menentu (moody), mudah sedih, murung dan rasa ingin menangis. nah… hal ini ternyata terjadi kepada teman baik ane. dan ternyata tidak cuma ini saja gejala yang muncul. sulit tidur, sulit berkonsentrasi, sering bingung, dan pikiran yang terlalu mengkhawatirkan bayi atau ragu akan kemampuannya mengurus bayi merupakan gejala lain yang muncul kepada pengidap sindrom ini.

dan komunikasi ternyata merupakan obat yang terbaik untuk menghadapi sindrom ini. kehadiran suami, terutama, serta kehadiran orangtua untuk mendukung kondisi yang dihadapi oleh bunda merupakan jalan keluar terbaik, jalan keluar yang ditempuh untk mengatasi hal ini.

mungkin ini yang akan ane sampaikan ke teman baik ane. semoga saja, kehadiran si kecil dalam keluarga-nya bisa membawa kegembiraan yang luar biasa dan kebahagiaan yang menyeluruh bagi keluarga-nya. amien!

One thought on “curhat… baby blues syndrome

  1. Ping-balik: curhat… post partum depression « diviarsa's blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s