curhat… cegah tingkah laku balita yang menantang bahaya

lama-lama deg-degan juga liat tingkah lakunya si kecil, terutama kalo liat si kecil lagi manjat ato naik turun dari tangga ato sepedanya. bener-bener bikin sport jantung deh.

eh… bener kejadian deh. pas hari minggu sore kemarin, lagi pas di ruang “serbaguna” (buat sholat… buat olahraga… buat ngaji… buat jahit… wes pokok e bener-bener serbaguna)… si kecil nyamperin pas ane lagi di dalam situ… kebetulan abis sholat.

karna ruang serbaguna… di dalam ruangan ada alat olahraga (gerakan olahraganya mirip orang maen ski). biasanya si kecil kalo liat ayah ato bundanya abis sholat… minta dipangku sambil nunjuk-nunjuk alat olahraga itu. gak nyangka… si kecil nyamper ke alat itu… en kaki kanan naik ke pijakan kakinya. padahal dah dikasih peringatan… “hayoo, gak boleh naik-naik gitu cantik… ntar jatuh loh”.

eh… bukannya dengerin kata ayahnya… malah si kecil cuman senyam-senyum aja. malah naik kaki kedua di pijakan kaki… lah!!! akhirnya si kecil malah kayak maenan ayunan deh… sempet bengong tuh… sampe akhirnya ane langsung deketin si kecil… siap-siap kalo si kecil mo jatuh. meski si kecil dah pegangan… tapi tetep aja kuatir🙂

sebenernya sikap ane waktu liat si kecil seperti itu mungkin salah tapi mungkin juga bener. tergantung dari konsekuensi ato akibat yang akan dirasakan baik si kecil atopun ayahbunda-nya. karna ane pernah baca artikel tentang tingkah laku si kecil yang menantang bahaya.

di artikel itu disebutkan kalo anak usia 1 tahun ke atas, sedang mengalami perkembangan motorik yang pesat. ia antusias belajar berjalan, berlari dan memanjat. dengan rasa ingin tahunya yang amat besar, membuat si kecil ingin menjelajah lingkungan dan menguji respon orang terhadap perilakunya. tapi di sisi lain, ia belum memahami ukuran, ruang, serta bahaya-bahaya besar yang abstrak (belum pernah dialami). nggak heran bila si kecil sering terkesan menantang bahaya.

beberapa bahaya bisa berakibat fatal untuk anak seusia ini. misalnya tertabrak kendaraan, jatuh dari ketinggian, tersengat listrik, tersiram air panas ato terperosok ke dalam lubang. anak perlu diajar takut pada bahaya-bahaya besar. membiarkan anak menantangnya dengan tujuan ‘agar anak berani’ dan ‘tidak penakut’ terlalu berisiko.

nah… bagaimana cara menghentikannya ato mencegahnya, berikut beberapa cara :

Jika anak sedang mendekati bahaya, segera katakan “jangan”dan tunjukkan konsekuensinya, misalnya, “panas!” atau “nanti jatuh, sakit!”. Ucapan ini harus disertai ekspresi ketakutan yang sungguh-sungguh. Jika mungkin, tahan tubuh anak agar tidak meneruskan aksinya, dan jauhkan dari sumber bahaya.

Jika anak sering menantang bahaya, buatlah pengamanan yang memadai di rumah. Misalnya, memasang pintu menuju tangga naik/turun, mengunci pintu pagar yang berhubungan dengan jalan raya, menutup akses ke lubang (kolam, penampungan air, selokan dan lainnya), menyingkirkan semua bidang yang bisa dipanjat, benda yang bersifat panas, benda yang mengandung arus listrik, benda-benda tajam dan sebagainya.

2 thoughts on “curhat… cegah tingkah laku balita yang menantang bahaya

  1. Ping-balik: curhat… balita bergulingan, bahaya ato nggak??? « diviarsa’s blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s