curhat… bila tidur balita kurang nyenyak di malam hari

biasanya, kalo tidur, si kecil cukup tenang… anteng… yah, cukup nyenyak lah. kalopun bangun itu paling cuman sekali aja. mungkin karna haus… emang sengaja minumnya cuman ditakar 90cc kalo mo tidur. tanya kenapa…???

tapi sejak 3 hari lalu… gak ngerti knapa, si kecil sering banget nangis. sering banget bangun… padahal, kalo dibilang haus juga enggak tlalu… dibilang sakit juga enggak… binun deh.

yah tpaksa… cara ampuhnya cuman dibikinin minum yang agak banyak… trus dikasih ke si kecil. itupun paling cuman 30cc an diminum… abis itu langsung tidur😦 tapi… 1 jam berikutnya pasti nangis lagi. coba ditepuk-tepuk… langsung diem. dikasih minum… dah gak mo minum. huuuhhh!!! napa sih cantik???

iseng-iseng coba buka web-nya parents guide, eh disitu nemu artikel yang kayaknya membantu banget deh kalo diterapin… baru aja baca-baca… ternyata emang menarik banget. tengkyu deh

baru ngeh kalo ternyata cara yang selama ini dipikir ampuh… tuh cukup salah. yaitu… kalo si kecil nangis, jangan langsung dikasih minum trus ditinggal tidur lagi. itu ternyata kurang bener alias… salah!!! nah loh!!!

dari artikel yang ada… disebutkan kalo permasalahan tidur pada balita, itu bukan permasalahan yang selalu berhubungan dengan kondisi fisik balita. bisa jadi kondisi diluar-lah yang membuat balita nggak bisa tidur dengan nyenyak. bisa karena dingin… banyak nyamuk… berisik… ato kondisi-kondisi lain yang bisa membuat balita nggak nyaman. yah… mungkin ntu PR ayahbunda-nya buat mencari tahu kondis yang membuat buah hatinya nggak mo tidur pulas.

dan ternyata… kebanyakan masalah tidur selalu berhubungan dengan “bagaimana” dan “di mana” bayi merekam kenangan terakhir sebelum tidur. dan diusahakan ketika bangun nantinya… kondisi sebelum si kecil tertidur, itu sama seperti kondisi si kecil bangun.

ni beberapa cara yang perlu dijalankan ketika si kecil mo tidur.

  • ada ritual menjelang tidur yang menyenangkan dan ajeg. tujuan ritual adalah menenangkan anak menjelang tidur. misalnya dengan menyeka badan si kecil dengan lap basah-hangat, membersihkan gigi dan lidah, memakai baju tidur, mengelus-elus punggungnya, menimang-nimang, membacakan cerita ato memberi minum air putih. sebaiknya kita menetapkan batas, berapa lama mengelus-elus ato membacakan cerita, berapa kali anak diberi minum, meletakkan benda-benda kesayangannya di dekatnya, dsb. kita bisa menutup ritual (sebaiknya sebelum anak terlelap) dengan mendoakan si kecil dan menciumnya.
  • ada komitmen: sekali naik tempat tidur, tidak ke mana-mana lagi. jika anak tidak mau tidur juga setelah ritual berakhir (masih protes, ngajak main ato minta ini-itu) abaikan saja. rahasia pengabaian adalah, serius, tegas, tapi tanpa kesal atau marah. katakan dengan jelas kepada si kecil, “waktunya tidur. tempatmu di sini.” intinya, jangan memberi respon yang membuat si kecil merasa berhasil “memancing” perhatian kita. buatlah si kecil “bosan” dengan sambutan kita, dan tidak ingin turun lagi dari tempat tidurnya.
  • ada penerimaan, jika ketakutan. lain soal jika si kecil menyusul turun dari tempat tidur karena ketakutan (amati tanda-tanda si kecil jika sedang ketakutan, yaitu tangan dingin berkeringat, wajah pucat, menangis tanpa suara saking histerisnya ato nafas tersengal-sengal). jika memang ia ketakutan, jangan pernah mengabaikan atau memarahinya, tenangkan si kecil seperti ritual menjelang tidur (menggosok punggungnya, menggendong sampe membacakan doa). esoknya cari penyebab ketakutannya. misalnya, apakah siangnya baru mengalami sesuatu yang menakutkan atau ditakut-takuti? hilangkan penyebabnya segera, dan tambahkan dalam ritual tidurnya hal-hal menyenangkan untuk menghapus ketakutannya. misalnya, anak pernah ditakut-takuti dengan seekor kucing. cari buku cerita tentang “kucing yang baik” dan bacakan untuk anak sebelum tidur.
  • ada toleransi terhadap durasi tidur. tujuan tidur nyenyak di malam hari adalah agar bisa beraktivitas normal di siang hari. tiap anak punya durasi tidur malam yang berbeda. ada yang panjang, ada yang lumayan pendek seperti tidur orang dewasa. selama anak tidak kelihatan lesu siang harinya, dan tidak kepingin tidur melulu di siang hari (sampai lebih dari 2 jam), berarti ia tidur dengan baik malamnya. jadi, tak perlu mengharuskan si kecil “tidur tepat jam 20.00, bangun tepat jam 06.00”, karena anak tetangga atau para sepupunya melakukan hal itu. yang penting tidurnya enak.

yups… mungkin da beberapa hal yang perlu diaplikasi tuh. moga-moga bener membantu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s