curhat… pemilihan sepatu bayi

meski berat badan si kecil cuman 9.3kg…😦 alhamdulillah perkembangannya si kecil sangat menggembirakan. dari polah tingkahnya sampe interaksi sosialnya dengan lingkungannya… gak pake malu-malu kalo ketemu ma tetangga. di mall aja… kalo digodain ma orang lain (terutama cewek ni)… langsung ketawa… senyam-senyum… ayahnya juga sih🙂

nah… kalo pas maen ma tetangga… pengennya si kecil ni turun en jalan sendiri… wah ni yang bikin repot… harus dijagain terus… pa lagi kalo abis ujan… pasti seneng banget.

thus beberapa sepatunya si kecil mulai agak rusak… terutama yang model keretan/tempelan (halah… gak tau istilahnya sih)… padahal sepatunya masih itungan baru… sekitar 2 bulanan… mungkin karna keseringan dipake… lepas… pake… lepas…

heemmh… kliatannya harus beli sepatu baru ni buat si kecil…🙂

en pas browse ke ayahbunda-online… dapet artikel tentang cara milih sepatu buat si kecil… cukup menarik.

berikut artikelnya:

Sudah saatnya si kecil menggunakan sepatu? Jangan asal beli sepatu si kecil ya, Bunda. Pilih yang benar-benar tepat, karena sepatu turut menentukan perkembangan kakinya.

Mungkin Anda seringkali tergoda dengan beragam sepatu bayi yang lucu bentuk dan modelnya. Namun tunggu dulu, apakah fungsinya sesuai dengan yang dibutuhkan si kecil pada masanya?

Sepatu punya manfaat

Sepatu bukan hanya sekadar alas kaki bagi si kecil. Ada sederet manfaat baginya yang mungkin selama ini kurang kita pikirkan. Apa saja sih manfaat dari sepatu?

  • Melindungi kaki si kecil dari benda-benda tajam.
  • Menyangga berat tubuh, sehingga titik berat bertumpu pada posisi yang benar. Posisi ini akan akan membentuk gaya berjalan yang benar.
  • Membantu mengoreksi atau memperbaiki beberapa jenis kesalahan (kelainan) pada proses tumbuh-kembang kaki si kecil.
  • Membantu membentuk struktur kaki yang benar dan normal.
  • Membantu dan menunjang proses belajar berjalan, sesuai tahapan tumbuh kembangannya.
  • Menjaga pertumbuhan serta mengarahkan rotasi tulang tungkai ke arah yang benar. Karena itu, sebaiknya si kecil mulai pakai sepatu yang ergonomis sejak usia 1,5 – 7 tahun.

Macam-macam jenisnya

Jangan salah pilih, Bunda. Sepatu untuk bayi memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsinya. Seperti misalnya:

  • Untuk belajar merangkak. Gunakan sepatu berpunggung yang tebal dan tidak bertali, agar dapat melindungi punggung kaki si kecil yang menyentuh lantai.
  • Untuk belajar merambat. Gunakan sepatu dengan bagian pinggir sebelah luar yang kokoh untuk melindungi bagian pinggir kaki si kecil.
  • Untuk belajar berjalan. Gunakan sepatu bertumit kuat dan kokoh sehingga dapat “menggenggam” tumit kaki si kecil dengan baik saat melangkahkan kakinya.

Tip & Trik Pilih Sepatu

Mau berbelanja sepatu untuk si kecil? Sebaiknya Anda mencari sepatu yang memiliki kriteria seperti ini:

  • Bentuknya kuat dan kokoh sehingga mampu menunjang kaki si kecil dengan baik. Tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu sempit, bersifat ergonomis seperti “memeluk” kaki si kecil sehingga nyaman dipakai.
  • Pilihlah sepatu dengan model tertutup dan dapat membentuk kaki yang normal.
  • Terbuat dari bahan yang lentur atau fleksibel sehingga dapat berubah mengikuti gerakan kaki si kecil. Begitu juga dengan bagian dalam sepatu, pilih yang terbuat dari bahan yang lembut sehingga kulit kaki si kecil tidak mengalami iritasi.
  • Terbuat dari bahan yang lembut dan memungkinkan kulit bayi bernapas, misalnya dari kain yang menyerap keringat.
  • Ada ruang tersisa pada ujung kaki anak, maksimal 1,5 cm.
  • Pilih yang memiliki bantalan medial arkus (bagian tengah pada sisi sebelah dalam yang sedikit menonjol), sehingga tidak membuat si kecil cepat lelah.
  • Ujung sepatu berbentuk membulat atau lonjong, dan tidak runcing.
  • Sol sepatu luar (outsole) cukup lebar dan kuat untuk menopang kaki si kecil, tapi juga tidak terlalu tinggi.
  • Bagian atas sol kuat “memeluk” tumit anak. Jadi, pilih yang tidak terbuat dari kain melainkan dari kulit atau kulit imitasi. Ketinggiannya pun sebaiknya sampai menutupi tumit.
  • Pilih yang modelnya tidak menghalangi pergelangan kaki sehingga kaki si kecil dapat bebas bergerak dan lutut tidak menanggung beban pada saat kaki bergerak.

Sebaiknya ganti sepatu si kecil dengan yang baru setiap 2-3 bulan, sesuai tahapan perkembangan jalan yang sudah dicapainya. Dengan demikian perkembangan kaki dan kemampuan berjalan si kecil akan lebih maksimal.

yup… segitu artikelnya… ternyata pemenuhan kebutuhan si kecil tuh gak maen-maen… karna aset keluarga yang paling berharga adalah anak… sekali lagi… ASET BERHARGA!!!

so… jangan sampe meleng terhadap tumbuh kembang si kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s