wajib pajak…

wajib pajak…

sebelum kita tahu atawa ngerti apa itu wajib pajak… kita harus paham dulu pengertian subyek pajak . sebenernya dari lahir… tiap manusia yang status kewarganegaraannya ditetapkan sebagai WNI… merupakan subyek pajak… dalam artian potensial banget buat nambah kas negara dari pajak…

jadi kalo mo dibuat joke agak nyleneh dikit nih… para petugas pajak tuh paling suka kalo suruh nongkrong di RS bersalin… tau kenapa??? karena disitulah potensi subyek pajak baru telah lahir dengan selamat di bumi indonesia. trus ma dia pasti langsung dicatat sambil gumam “…ini nih calon mangsa gw ntar…” 🙂

jadi setiap warga negara itu adalah subjek pajak negara… nah kalo dah memenuhi syarat-syarat tertentu… baru dia boleh disebut wajib pajak. adapun syarat-syarat menjadi wajib pajak tuh sederhana banget… simpel poll!!! nah ni herannya… kalo mo jadi pegawai aja… syaratnya macem-macem… yang harus IPK min 2.75 lah… lulusan jurusan tertentu lah…

lah ni mo jadi wajib pajak… syaratnya cuman dah punya penghasilan yang melebihi PTKP per tahunnya… halah… apa lagi PTKP tuh??? PTKP adalah pendapatan tidak kena pajak yang disetahunkan… yang nilai PTKP sudah disesuaikan dengan status pernikahan masing-masing subyek pajak

berikut ilustrasi PTKP lama dengan yang baru

ptkp

untuk PTKP status TK (tidak kawin) untuk th 2006-2008 sebesar Rp.13.200.000,-

sedangkan PTKP status TK untuk th. 2009 berubah menjadi Rp. 15.840.000,- …. kan jadi lumayan tuh 🙂

kalo status K0 (kawin tanpa anak) PTKP menjadi Rp.13.200.000,- + Rp. 1.200.000,-

sedangkan kalo punya tanggungan… entah anak ato ortu… tinggal tambah aja lagi sesuai jumlah tanggungan yang ada… en maksimal tanggungan cuman 3 orang!!! lebih lengkapnya… monggo diliat sendiri yah 🙂

apabila pendapatan yang disetahunkan sudah melebihi PTKP… nah baru si subyek pajak tadi disebut wajib pajak… dan diharuskan punya NPWP ato Nomor Pokok Wajib Pajak!!! NPWP sendiri berupa nomor identitas ato tanda pengenal bagi wajib pajak yang terdiri dari 15 digit (sejak 1 april 2001).

“hukum wajib” ber-NPWP ni sesuai dengan pasal 2 ayat (1) UU no. 16 th. 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan (UU KUP)… yang menyatakan: “setiap wajib pajak wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak”.

selain itu juga tertera di pasal 2 ayat (1) UU no. 28 th.2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan (UU KUP), dinyatakan: “Setiap Wajib Pajak wajib yang telah memenuhi syarat subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Waib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak”.

moga gak tambah bingung yah…

intinya sih…  yang namanya subyek pajak akan berubah statusnya menjadi wajib pajak… apabila punya pendapatan (yang disetahunkan) yang sudah melebihi PTKP… en ni yang penting, harus punya NPWP!!!

karena ada sanksinya loh kalo gak punya NPWP…

sekiab dulu yah… semoga membantu…

en tunggu tulisan berikut tentang wanita dan pajak…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s