ketika naik bus jurusan cibinong kampung melayu pagi ini, saya tertegun dengan sesosok kakek tua dengan cucunya (mungkin…) yang duduk di bangku paling belakang… pojok sebelah kanan, yang sedang menikmati kepulan asap rokok yang keluar dari mulutnya. terlihat di wajahnya sangat tenang… santai… sambil menunggu bus jurusan ini berangkat. kondisi sebaliknya terjadi pada cucunya. terlihat dari gesture tubuhnya, dia ingin menghirup udara bebas yang masuk melalui jendela yang dibuka lebar oleh kakeknya itu. lha wong kepalanya dilongokkan keluar jendela.
berhubung tidak ada tempat yang menarik buat diduduki… maka saya pun duduk di deretan paling belakang juga, tetapi di sisi sebaliknya dengan si kakek. dengan kondisi bus yang masih ngetem ini, mau tidak mau udara pagi yang dari tadi, sepanjang perjalanan, sangatlah segar, berubah menjadi rada sesak di paru-paru saya. tidak ikhlas rasanya kalau udara pagi yang masih fresh ini sudah dikotori oleh asap rokok. Lanjut membaca