efek menambah partisi HDD di windows 7

dari postingan sebelumnya, saya sudah mencoba untuk menambah partisi HDD di windows 7 dengan cara disk management. memang cara ini terbukti ampuh dalam menambah partisi. akan tetapi perlu diperhatikan… dan inipun baru saya sadari (maklum just an ordinary IT user).

hal ini terjadi karena, partisi yang diperbolehkan untuk model HDD saya hanya maksimal 3 partisi. jadi kalau anda merasa kurang dengan 3 partisi dan anda ingin menambah partisi, anda bisa menambah melalui disk management. silahkan dibaca postingan sebelumnya.

dan… ternyata apabila kita merubah jumlah dan volume partisi yang sudah kita buat, hal ini akan merubah tipe partisi HDD kita… dari tipe basic menjadi tipe dynamic..

dimana tipe dynamic ini mempunyai kelebihan dan kekurangan (menurut apa yang saya alami)

kelebihan :

  • dimungkinkan adanya perubahan volume partisi yang kita sesuaikan dengan kebutuhan
  • dimungkinkan adanya penambahan jumlah partisi, disesuaikan dengan kebutuhan

kekurangan :

  • hilangnya fungsi boot dan primary partition pada partisi selain drive boot standar, yaitu drive C, sehingga apabila kita menginginkan dual boot atau menginstall windows versi lain atau linux mungkin,tidak dimungkinkan untuk mennginstall OS lain di drive selain drive C
  • tidak terdeteksinya partisi, selain drive C, apabila anda ingin kembali menggunakan windows vista (atau mungkin windows versi sebelum windows 7)

yah… ini semua hanya informasi-informasi yang saya sampaikan terkait dengan apa yang saya alami. kalau mau dicoba silahkan :) kalau menurut pendapat saya sih… lebih baik tidak usah :)

About these ads

48 thoughts on “efek menambah partisi HDD di windows 7

  1. trus gmn mas ngembalikan kepartisi semula
    coz kejadiannya sama seperti yang ku alami,
    pleaseee help me

    kirimin ke email ja
    makasih

  2. sudah dicoba ikuti help yang disediakan windows untuk mengembalikan ke tipe basic?
    dari beberapa kasus… kadang ada yang sukses dan ada yang tidak.

    kalau saya, sudah coba berbagai cara. tetapi hanya satu yang manjur… format ulang HDD :)
    tapi backup dulu semua data… baru di format ulang HDD-nya.

    maaf… tapi itu yang saya lakukan dan sekarang HDD saya kembali ke tipe basic dengan partisi hanya 3 partisi.

  3. setahu saya, itu cara tercepat dan gampang dilakukan. dengan catatan, data sudah diback-up di storage lain.
    saya sudah coba ikut panduan dari help windows, tetapi sama saja. tidak ada perubahan apapun.
    jadinya saya pilih format ulang.

  4. Kalo uda terlanjur nambah partisi ada solusi lain ga supaya kita bisa install multi os, thanks

  5. kalau sudah berubah ke tipe dynamic… saya pribadi, belum nemu solusi lain untuk install OS lain di drive selain C.
    setahu saya sih… format HDD. dan buat partisi baru ketika awal instalasi windows.

  6. Sy sdh coba install ulang OSnya, tp tetep dinamyc.Mau sy delete tetep g bisa.Gimana nih??mohon pencerahannya..

  7. yang saya lakukan hard format. dalam artian, format dengan menggunakan command prompt yang ada di bootable disk. jadi proses ini diluar proses instalasi menggunakan CD installer windows. kalau anda tidak bisa menemukannya, coba buat startup disk menggunakan USB, kemudian setting BIOS anda untuk booting notebook lewat USB.
    dari luar itulah, saya hapus semua partisi alias HDD saya kembalikan utuh menjadi satu bagian lagi, seperti HDD baru. secara otomatis, status HDD adalah basic. kemudian install windows seperti biasa dan buat partisi baru melalui proses instalasi windows. ini akan membuat partisi tetap basic.

  8. IMHO,
    kelebihan partisi. berdasar pengalaman, dengan hanya mempunyai satu drive (biasanya C: drive), kita akan mempunyai permasalahan untuk penyimpanan data kita apabila terjadi trouble di sistem operasi anda. anggap saja, anda juga menyimpan data di C: drive, sedangkan sistem operasi yang juga berada di C: drive juga bermasalah dan harus format ulang. kalau anda rutin melakukan backup data di media lain, its okay. tapi kalau anda tidak pernah melakukan backup data di media lain… bye-bye all data :)
    lain halnya kalau anda memisahkan drive untuk instalasi sistem operasi plus software aplikasinya dan drive untuk penyimpanan data. hal ini tidak bakal menjadi masalah lagi.

    kekurangan partisi. mungkin keterbatasan storage di drive-drive yang anda buat. ketika anda membutuhkan storage yang ternyata melebihi storage yang sudah anda tentukan… maka anda mau tidak mau akan merubah sistem partisi dari basic menjadi dynamic. sedangkan tipe dynamic, membuat anda akan kesulitan untuk melakukan dual boot dengan drive yang berbeda. karena yang hanya bisa digunakan C: drive saja.
    so… atur atau perkirakan storage drive-drive yang akan anda buat sesuai dengan perkiraan data yang akan anda simpan di drive-drive partisi.

    semoga membantu :)

  9. mau tanya donk.sy install win 7, pd saat install sy buat partisi baru. jd ada 2 partisi drive C dan D. stelah slsi proses instalasi knp drive D nya ga muncul. bagaimn cr memunculkan drive D tersebut.
    terima kasih

  10. maaf, tapi proses pembuatan partisinya bagaimana ya? karena setelah pilih expand dan tentukan besaran drive dan pilih create, seharusnya drive itu muncul dan bisa digunakan.
    coba install ulang dan cek pembuatan partisinya. kalau dalam proses setup windows, drive D muncul, coba untuk format saja
    atau delete drive C, D dan buat lagi.

    maaf kalau kurang berkenan

  11. mas, typenya juga berubah jadi dynamic nih..
    memang apa sih kekurangannya?
    hanya tidak bisa dual OS saja?
    misalkan system bermasalah dia tidak adan menghilangkan data kan?
    terima kasih..

  12. IMHO… hanya tidak bisa dual OS.
    karena drive C (tempat instalasi OS 7) masih jadi partisi utama. jadi kalau bermasalah, hanya ada di system di C: saja.

  13. saya py solusi untuk mengconvert dynamic disk ke basic disk tanpa install ulang , saya menggunakan partition wizard proffesional edition 5.2 dan berhasil sukses. tapi saya punya masalah partisi buat boot pada win 7 saya statusnya berubah jadi none, ada yang punya solusinya gak cara mengembalikannya akibat bermain dengan partisi disk.

  14. info yang mantabs bro.
    untuk solusi masalah boot di win 7… maaf saya belum tahu.
    sekarang lagi asyik dengan mainan baru… linux distro ubuntu v10.10 :)

    tapi mungkin solusi terakhir buat masalah masbro… install ulang dan partisi ditata ulang.. dijamin masalah beres :D

  15. untuk membuat live USB, monggo di buka http://www.pendrivelinux.com. monggo di cari software yang bisa digunakan membuat boot dari USB (live USB). saya sudah menggunakan live USB multi OS (linux), Ubuntu v10.10 dan Linux Mint 10. Dan setahu saya bisa juga digunakan untuk live USB dengan OS windows.
    Yang dibutuhkan pastinya, software installer multi OS nya atau installer live USB… dan master OS-nya berupa file ISO.

    Monggo dicoba :) dan nanti kalau sudah… kalau berkenan, monggo diinformasikan ke saya ya :)

  16. maaf mas mau tanya tentang partisi ,,,,,The operation you selected will convert the selected basic disk(s) to dynamic disk(s).If you convert the disk(s) to dynamic, you will not be able to start installed operating systems from any volume on the disk(s) (except the current boot volume) Are you want to continue?

    klo di jawab yes itu nanti ada maslah dengan system windowsnya ato tidak??mohon tolong petunjuknya

  17. kalau di yes… jadi HDD akan berubah menjadi dynamic. dari pengalaman saya (sampai berkali-kali malah) tidak berpengaruh ke system.

  18. ikut nimbrung dunk klo di netbook saya klo di yes malah jadi error ya??? untuk pemecahan masalahnya gimana ya??? thank before

  19. bro fandi, blh mnt tlg.. sy br aja mempartisi lwt device manager di windows 7. dan tnyt sy terlalu kecil mempartisi drive c nya. jadi tdk bs menginstal software apa2.mohon bantuannya bro spy bs drive c nya bs ditambah lg.. trims ya.. :) salam kenal

  20. salam kenal juga…

    berhubung sudah di partisi lewat device manager… coba cek apa status tipe partisinya?
    kalau berubah menjadi dynamic… seharusnya bisa dengan mudah dirubah-rubah.
    tapi kalau masih berupa basic… setahu saya sih tidak bisa dirubah-rubah lagi.

    kalau kebetulan punya live CD linux… distro ubuntu dan turunannya… ada fasilitas gparted.
    coba saja mengatur ulang partisi melalui gparted. tapi setelahnya harus di defrag.
    atau kalau punya live CD gparted… ya langsung saja :)

    hanya berupa saran…
    kalau saya pribadi… jarang menginstall berbagai macam software di C.
    seringnya saya install di D atau drive lain. sehingga tidak membebani sistem OS di C.
    toh tetep bisa dipakai kok. tidak ada bedanya dengan install di program files di C

    semoga membantu :)

  21. Bro Fandi, Notebook baru saya ada dua partisi ( C dan D), standarnya yg C: drive itu 500GB kemudian yang D: drive itu cuma 10 GB, menurut mas Bro Fandi kalo saya merubah volume partisi dari “disk management” win7 itu bakalan ada masalah ga? kalo sekiranya dengan cara tersebut akan ada masalah menurut bro Fandi sebaiknya saya merubah partisi dengan cara apa di OS win7 supaya lebih nyaman dipake?? kemudian kalau mau nambah partisi (misal : E) gmn caranya ya?? kalau bisa sih yang tanpa harus menggunakan software.
    terimakasih sebelumnya mas Fandi

  22. kalau boleh tahu isi dari drive D apa yah??? bisa jadi itu merupakan drive restore untuk system bawaan dari notebook anda.
    masalah yang muncul… sebenarnya tidak ada. hanya tipenya akan berubah dari basic menjadi dynamic.
    untuk partisi… kalau tidak mau pakai software… ya gparted :)
    sepengetahuan saya, ketika mempartisi notebook teman… menggunakan gparted lebih mudah dan tidak mengganggu system bawaan di drive C serta tidak merubah tipe partisi HDD-nya

    buat saya pribadi sih… saya ndak suka tipe dynamic… ndak bisa multi OS nantinya :)

  23. mau nanya bro,
    saya ada laptop dengan 3 drive, C, D, E, mau saya tambah partisi jadi 4, yg mau tdk mau harus jadi dynamic,
    saya udah baca2 komen2 diatas, cara nyatuin partisi lagi gmn y bro?
    lewat installer windows, yg ada hanya opsi format untuk drive C:, gak ada delete partisinya, sementara drive D, E, F, smua opsinya abu2 (gak bisa diklik)…
    saya coba lewat aplikasi (windows), partition wizard, partition magic, gak bisa juga,…mohon bantuannya..terimakash….

  24. coba pakai gparted saja bro…
    resiko kalau kita bermain dengan partisi adalah… data yang ada bisa hilang.
    lebih baik backup data yang ada.

    coba gunakan gparted, karena menggunakan apapun sampai mengikuti tutorial di windows pun tidak mempan…
    dan dari kasus yang sama yang pernah saya alami… saya sih langsung main hajar. alias saya format ulang melalui gparted.
    jadi semua partisi hilang dan tipe HDD jadi basic lagi. baru saya atur partisinya lagi.

    maaf… mungkin tidak terlalu membantu. tetapi yang saya lakukan adalah solusi tercepat dan termudah yang ada dipikiran saat itu :)

  25. Mau tanya nih bro.. saya udah terlanjur menambah partisi seperti yang diatas, tadinya maksud saya untuk taruh ubuntu disitu dan telat baca artikel ini. waktu saya mau instal yang terdeteksi hanya drive c yang sudah ada win7 nya, gimina solusinya untuk bisa instal ubuntu bro?

  26. kalau solusi untuk membuat drive atau partisi baru… coba saja pakai gparted bro.
    booting dengan live cd ubuntu… nanti ada menu gparted. coba saja. akan terbacakah drive lain selain C.

    kalau tidak… dan bro ary tetap memaksakan install ubuntu…. mungkin ada dua cara.
    1. format ulang semuanya. dan buat partisi yang sesuai untuk kebutuhan masing-masing OS.
    resiko… bro ary harus backup data-data penting dulu. karena bakal hilang semua data kalau HDD diformat.
    dan rada repot sedikit untuk install OS windows dulu plus driver-drivernya… pindahin semua data yang sudah di backup, kembali ke drive yang disediakan untuk data.
    kemudian baru install ubuntu di drive yang sudah dipersiapkan untuk ubuntu.

    2. install ubuntu melalui wubi. secara otomatis ubuntu akan terinstall seperti layaknya software under OS windows.
    resiko… saya rasakan sendiri sih tidak ada :) mungkin hanya drive volume di C akan terpakai sebagian untuk instalasi ubuntu ini.
    dan kalau bro ary akan menghapus ubuntu ini… cukup masuk ke control panel dan uninstall ubuntunya :)

  27. Setau saya, jumlah partisi max hdd itu 4 sampe 5 (primary partition) kalo logical sih bisa banyak, punya saya partisinya ampe 8, 3 primary yang lain logical ;) CMIIW

  28. kalau primary yang saya coba… mentok di 3 partisi (ketika fresh install windows) tapi kalau coba lewat gparted… bisa sampai 4 partisi (cmiiw).
    kalau logical memang bebas… bisa dibilang unlimited (tapi tetap sesuai kebutuhan).

    tengkyu informasinya :) :)

  29. ass wr wb bro fandi masalah saya kayaknya hampir sama dengan anda..gini, laptop saya kan ada 2 drive yaitu C dan D dan saat saya ingin meng install OS lain yaitu linux (ubuntu) ternyata partisi baru yang saya buat berubah jadi dinamic dan drive lain jg jadi dinamic..dan pada akhirnya tidak bisa login lagi ke windos 7 nya (intinya tidak bisa dual boot) apa ada solusinya..?
    kalau saya melihat comment2 anda, sepertinya anda sudah bisa dual boot..
    mohon bantuan dan pencerahannya ya..
    terimakasih

  30. waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

    kalau sudah menjadi dynamic, memang tidak akan bisa dual boot CMIIW.
    karena yang dipakai untuk booting hanya di drive C. yang lainnya tidak bisa digunakan sebagai booting.
    solusi yang saya pakai kemarin… mau tidak mau, HDD saya format ulang alias dibersihkan partisinya.

    kalau OS windows anda original bawaan ketika beli laptop atau PC… pasti sudah disediakan restore backup-nya.
    jadi tidak ada masalah kalau akan diformat ulang.
    kalau OS nya versi pak tani… malah lebih nyantai lagi :) :)

    so… mau diformat berulang-ulang sudah ndak masalah kan :)
    mungkin bakal pusing untuk urusan data saja.
    jadi kalau diformat ulang… pastikan semua data penting sudah dibackup. dan sewaktu-waktu bisa direstore kembali.

    untuk membagi partisi, saya cenderung menggunakan gparted.
    sekalian saya atur format partisinya… menggunakan ext4 untuk linux atau NTFS untuk windows dan NTFS/FAT32 untuk data.
    jadi dari awal saya sudah mengatur, mana drive yang akan saya install OS windows, mana yang akan saya install OS linux… dan mana yang digunakan untuk data keseluruhan.

    dan untuk dual boot dengan linux… pastikan OS windows diinstall dahulu. baru OS linux yang diinstall.
    kalau tidak… bakal rada sulit untuk mengutak-atik grub nya.

  31. ass, wr, wb mas fandi
    masalah saya ini drive yg dah saya partisi malah gk kebaca, itu karena setelah saya baca postingan dan comment” di atas.
    jd gini pas saya partisi d akhirnya kluar

    ” the operation you selected will convert the selected basic disk(s) to dynamic disk(s). if you convert the disk to dynamic, you will not be able to start installed operating system from any volume on the disk (except the current boot volume) are you sure you want to continue? YES OR NO ”

    setelah baca postingan dan comment” d atas saya klik “NO” karena takut gk bisa booting. tp drive na malah gk kebaca dan drive yg saya partisi dah berkurang kapasitas na.
    biar bisa kebaca gimana ya mas? ada pencerahan gk?
    maaf saya newbie nih mas… >,<

  32. maaf… baru di respon masbro :)
    wah… bigimana ceritanya yah??? kan sudah di NO. seharusnya tidak terproses dong… jadi bingung nih ane :( :(

    coba saja menggunakan gparted atau partition magic.
    apakah di dua program itu, drive ente yang ndak kebaca bisa dilihat atau tidak.
    kalau ternyata tidak… karena keterbatasan ilmu saya,
    maka saran dari saya, kelihatannya ente harus repartisi drive yang ada dengan kemungkinan yang paling besar adalah isinya akan hilang.

    maaf masbro :( :(

  33. maaf… baru di respon masbro :)
    santai saja masbro… gara-gara musibah seperti ini, ane malah dapat ilmu baru.
    entah itu mulai mengeksplore windows… cari-cari driver… coba-coba buat recovery system… sampai terjun ke dunia si tux nan imut alias LINUX.

    yah.. tentu saja… dibalik rejeki dan musibah… pasti ada hikmahnya.

    keep positive masbro :) :)

  34. ass.w.w.
    mau mintas argumen nee,.,. ad gag damoak negatifnya jika kita menambah partisi disk D (misalnya : Disk D menjadi dua D dan E)
    sy nambah partisi karna mau misahin data Prkuliahan sy ajj..
    kasih tau dampak fositifnya juga yaaa..hhihi
    mohon di bls lewat Email too Facebook..!

  35. plus dan minus kalau kita merubah… ya setahu saya, semua sudah saya tulis di artikel itu mas. sebenarnya kembali lagi ke kebutuhan saja. jangan sampai kita mengambil keputusan hanya karena coba-coba, tanpa memikirkan resiko ke depannya.
    maaf kalau kurang berkenan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s